Warga Pasir Panjang Resah Dengan Kotoran dan Limbah Ternak Babi

- Reporter

Selasa, 9 September 2014 - 14:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews – Kupang, Warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), merasa resah dengan adanya peternakan babi di Rt 02, Kelurahan Pasir Panjang. “Dengan adanya peternakan babi di kelurahan warga menjadi resah. Pasalnya, kotoran babi yang mengeluarkan aroma tidak sedap, selain itu pemilik ternak, sehabis membersikan kandang, semua kotoran dibuang kejalan hingga dampaknya juga, mengganggu warga setempat dan penguna jalan yang akan melintasi jalan tersebut.

ternak Babi
“Kata Ketua LPM Kelurahan Pasir Panjang, Mevi Angi kepada wartawan, Senin 8 September 2014, Jam 10.30 Wita. di Kantor Lurah Pasir Panjang.

Menurut Mevi, kejadian ini warga sudah pernah melaporkan kepada Ketua LPM sendiri,  pada saat rapat di Kantor Kelurahan Pasir Panjang. Tetapi hingga saat ini belum ada Perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, hampir semua Rt yang berada di Kelurahan Pasir Panjang ini memelihara babi, terkecuali warga yang berada tinggal di blakan asrama brimob. “Kebiasaan membuang kotoran babi dijalan itu adalah warga Rt 02 dan Rt 18, kebiasan membung dijalan ini yang membuat warga pejalan kaki mau pun yang mengedarai kendaraan menginjak kotoran babi tersebut, “Katanya.

Ia mengatakan, pada saat rapat di Kantor Lurah Pasir Panjang bersama warga, dirinya sudah pernah memperingati agar warga pemilik ternak tidak boleh memelihara ternak di tempat pemukiman warga. “Sebagai Ketua LPM, dirinya sudah membuat surat teguran secara tertulis utuk disamapi kepada warga sebagai pemilik ternak, namun hingga saat ini warga masih saja berternak di sekitar pemukiman padat penduduk.

Ia menegaskan, sebagai Ketua LPM, saya sudah menyampaikan Hal ini kepada pihak kelurahan untuk di teruskan kepada pemerintah Kota Kupang, sehingga bisa bertindak langsung, karena ini sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penertiban ternak. “Kita tidak melang untuk berternak, tetapi jangan berternak di tempat pemukiman padat penduduk, karena ini semua demi kenyamanan warga semuanya, dan agar warga yang lain juga tidak mengeluh degan aroma tidak sedap dari kotoran babi, “Katanya. (*hayer)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kader Posyandu di Desa Nadawawi Terima 5 Unit Antropometri
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
Kedubes Jepang Untuk Indonesia Hibah Bantuan Alkes di Rumah Sakit Cancar
HUT Bhayangkara Ke-76, Polres Manggarai Gelar Donor Darah
Dapur Kelor Sosialisasi Pengolahan Daun Kelor Menggunakan Metode Mesin Pengering di Kodim 1624 Flotim
Pastikan Kenyamanan Penunpang, Babinsa Pantau Pelabuhan Laut Lembata
Polres Merto Jakarta Pusat Berhasil Tangkap Sindikat Jaringan Sabu Kualitas Terbaik
Dijuluki Tingkat Kemiskinan Ekstrim, Presiden Jokowi Kunker ke NTT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi