Warga Lasiana Dikeroyok Anggota Polisi Hingga Pingsan

- Reporter

Minggu, 20 Maret 2016 - 08:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang

Korban saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang

Korban saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang
Korban saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang

Zonalinenews,Kupang- Barto Bire (28), warga RT 21 Rw 007 jalan Yohanis Fanggi, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang dikeroyok anggota polisi Polsek Kelapa Lima hingga pingsan, aksi ini terjaddi Minggu, 20 Maret 2016 sekitar pukul 1.30 dini hari. Kejadian itu saat anggota Polsek melakukan patroli di wilayah itu. Sadisnya, aksi pemukulan tersebut terjadi di dalam rumah seorang pendeta.

Saksi mata, Torus Kamengon menuturkan, kedatangan polisi saat itu, hendak membubarkan acara pesta karena sudah lewati jam larut. Saat itu, korban yang baru kembali dari rumah temannya ditahan anggota polisi karena disangka turut mengikuti pesta. Kepada polisi dia menjelaskan jika memang dirinya merupakan warga setempat dan baru kembali memperbaiki motornya.
Namun, penjelasan itu tidak membuat polisi percaya begitu saja bahkan hendak memborgolnya.

Merasa tak bersalah, korbanpun melakukan perlawanan saat hendak diborgol dan disuruh menaiki mobil patroli. Dia pun berusaha menghindar dari polisi dan berlari meminta perlindungan di rumah pendeta. Namun, naas bagi Barto, belasan polisi yang saat itu berseragam lengkap langsung menghajarnya hingga memgalami luka-luka serius di sekujur tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat kejadian itu, lanjut Torus, warga setempat melakukan protes karena mereka menilai Barto menjadi korban salah tangkap. Namun, polisi tetap saja menghajar korban. Setelah korban tak berdaya, korban akhirnya diborgol dan diangkut menggunakan mobil patroli Polsek Kelapa Lima menuju kantor Polres Kupang Kota. Karena mendapat penganiayaan, dalam perjalanan menuju Polresta korban akhirnya tak sadarkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Ricky (23), kerabat korban yang berada dilokasi kejadian mengaku, polisi saat itu tidak lagi mendengar penjelasan dari korban tetapi langsung menghajar korban. Warga yang berusaha meleraipun ikut menjadi korban pemukulan.

Menurut dia, aksi kekerasan itu sempat direkam searang warga. Namun, seorang polisi yang melihatnya langsung merampas HP miliknya dan menghapus rekaman tersebut. “Polisi takut karena korban tidak bersalah makanya rekaman itu dirampas dan dihapus,” ungkapnya.

Menurut dia, aksi pemukulan anggota polisi tersebut menunjukan bahwa polisi gagal melakukan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom bagi masyarakat. Karena tidak mendahului tindakan persuasif. “Jika melakukan penertiban dengan cara yang santun, pasti masyarakat ikut. Masa polisi menggunakan kekerasan saat melaksanakan tugas. Karena pakai kekerasan, warga pasti tidak akan terima,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Samuel S. Simbolon saat ditemui di RSB, membantah jika anggotanya melakukan kekerasan terhadap korban. Menurut Simbolon, saat hendak ditahan, korban dalam keadaan mabuk. Bahkan saat hendak dinaikan ke mobil, korban melakukan perlawanan bahkan melakukan tindakan provokasi dengan cara menjatuhkan dirinya dari mobil. “Luka-luka itu karena dia melompat bukan karena dipukul,” kata Kapolsek.

Akibat kejadian itu, dia mengaku, ada beberapa anggotanya turut menjadi korban pelemparan hingga mengalami patah tulang.

Minta KTP Wartawan

Ada hal unik dalam kasus ini. Kejadian itu saat korban hendak diturunkan dari mobil patroli dalam keadaan pingsan di RSB Kupang sekitar pukul 3.00 wita dini hari. Saat wartawan hendak melakukan pemotretan, seorang polisi dengan nada kasar meminta identitas wartawan. Ironisnya, setelah menunjukan kartu pers, polisi itu masih meminta wartawan agar menunjukan Kartu Tanda Pengenal (KTP). Namun, polisi itu langsung terdiam saat wartawan bertanya balik. “Pak mau menghalangi saya melakukan tugas saya ya,” tanya jurnalis ketus. (*Amar Ola Keda)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Polres Alor tetapkan SS sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Ketua DPRD Kabupaten Alor
Dilaporkan Dugaan Tindak Pidana Pencurian, Sekwan Alor Klarifikasi Pengambilan Mobil Dinas Sesuai Aturan
Ojol Kajek Hadir di Kota Kupang, Tarif Terjangkau dan Murah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi