Warga Fatuleu Gagal Panen Karena Gagal Berpikir

- Reporter

Minggu, 15 November 2015 - 01:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat

Camat

Camat
Camat

Zonalinenews- Oelbiteno, Warga Fatuleu sering mengalami gagal panen hal ini sebabkan karena masih berpikir pesta yang mewah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat fatuleu masih gagal berpikir menyangkut dengan kehidupan mereka sendiri. Untuk itu, saat ini ada keputusan dari seluruh tokoh masyarakat diseluruh Fatuleu Tengah yang menetapkan waktu pelaksanaan pesta. Jika waktu yang ditetapkan maka masyarakat yang menyelenggarakan pesta akan dikenakan denda uang sebesar Rp. 1.000.000.

Demikian disampaikan camat Fatuleu Tengah, Amos Manane, Jumat 14 November 2015 di hadapan Komisi A DPRD kabupaten Kupang.

Lanjut Manane, ditetapkan waktu pesta sebab, setelah waktu pesta semua masyarakat diharuskan untuk masuk kebun. Waktu berkebun semua masyarakat harus ada di kebun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi warga yang melakukan pesta melewati waktu yang ditetapkan maka akan dikenakan Denda,”kata Manane.

Semua keputusan yang ditetapkan, kata Manane, walaupun tidak didalam aturan baku berupa peraturan, tapi keputusan ini merupakan kesepakan bersama seluruh tokoh masyarakat.

“Kesepakatan masyarakat, sebab masa penghujan di NTT hanya 3 bulan, jadi semua masyarakat wajib hukumnya untuk masyarakat berkebun, jika tidak maka kelaparan tidak mungkin dihindari di Fatuleu,” jelas Manane.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kupang, Maksi Falukas mengatakan semua kesepakatan yang dilakukan ditingkat masyarakat harus memiliki produk hukum. Sehingga dikemudian hari tidak menimbulkan akibat hukum dikemudian hari. Jangan sampai akibat kesepakatan tersebut dikemudian hari dapat menimbulkan gejolak sosial yang terjadi dimasyarakat.

“Upayakan semua peraturan tersebut dibuat dalam sebuah produk hukum,” tukas Falukas.

Lebih lanjut dikatakan,  Jangan sampai salah Kelola keputusan yang ditetapkan suatu saat dapat menimbulkan gejolak sosial.

” minimal ada arsip surat-surat yang menandahkan adanya kesepakatan tersebut,” tutup Falukas.(*paul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi
Sedih Lorong Ditutup Tetangga Sendiri Janda di Kota Reinha-Larantuka 3 Tahun Terlunta di Kontrakan
Persiapan Aliansi Lebao Bangkit Demo Pemda Flotim Ini 3 Tuntutan
Tim Juri Independen Akan Melakukan Penilaian Terhadap Lomba Kebersihan di Kota Kupang
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
PMKRI Ruteng: Usut Tuntas Oknum Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Pembangunan Terminal Kembur
Kasus Pengadaan Lahan Terminal Kembur, Jaksa Tahan BAM dan GJ
Hari Ini, Tiga Tersangka Dana Covid-19 Dikonfrontir
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00

Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:55

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Senin, 19 Februari 2024 - 21:42

Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali

Senin, 19 Februari 2024 - 17:58

Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina

Senin, 19 Februari 2024 - 13:00

Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas

Sabtu, 17 Februari 2024 - 21:05

Keluarga Korban Akan Terus Kawal Proses Sidang Terdakwa Teny Konay Cs

Jumat, 16 Februari 2024 - 19:48

NasDem Berpeluang Rebut Palu Ketua DPRD Kota Kupang dari PDI Perjuangan

Selasa, 13 Februari 2024 - 19:10

Mobil Pengangkut Logistik Rusak, Anggota Kodim Alor Pikul Kotak Suara ke TPS

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi