Wabah Anjing Rabies Serang Kabupaten TTS, Pemkab Telesuri Asal Penyebaran

- Reporter

Rabu, 31 Mei 2023 - 13:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Penyebaran Rabies

Info Penyebaran Rabies

ZONALINENEWS.COM, SoE – Dinas Peternakan Kabupaten Timur Tengah Utara (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) telusuri sebaran wabah rabies dari hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan monyet yang terinfeksi sehingga memakan korban jiwa di Desa Fenun, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten TTS, drh. Dianar AS Ati, mengatakan, Kabupaten TTS menjadi kabupaten pertama di Pulau Timor dengan kasus rabies.
“Kita sedang menelusuri asal muasal sebaran rabies yang terjadi di Desa Fenun. Karena kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Dianar ketika dikonfirmasi, Selasa 30 Mei 2023.
Dia menjelaskan, tim dari dinas dan tenaga kesehatan telah mengambil dan mengirim sejumlah sampel hewan peliharaan dari Desa Fenun ke Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar untuk selanjutnya melakukan surveilans dan monitoring terhadap  penyebaran rabies.
“Kita sudah mengirim sample dan hasil labnya menyatakan sampel otak anjing dari Desa Fenun yang dikirim ke Balai
Besar Veteriner Denpasar Bali positif rabies. Saat ini kami sedang mendalami asal muasal anjing terinfeksi yang mengakibatkan rabies di wilayah Fenun,” jelasnya.
Dia mensinyalir dan menduga ada anjing atau kucing atau kera yang berasal dari daerah tertular yang masuk ke wilayah
TTS dan menggigit anjing di wilayah Fenun, sehingga terinfeksi.
“Sejauh ini ada 20 kasus gigitan. Dari data yang ada, 1 orang dikatakan meninggal dunia. Namun dari pemeriksaan korban, yang bersangkutan juga memiliki penyakit bawaan. Artinya ada penyakit penyerta lain,” terangnya.
Dianar memastikan stok vaksin anti rabies (VAR) bagi pasien yang mendapatkan gigitan hewan penular rabies (HPR) masih tersedia di wilayah setempat. Ketersediaan VAR di Kabupaten TTS selalu ada.
“Apabila ada kasus gigitan, penanganan harus dilakukan sesegera mungkin agar virus rabies tidak mencapai otak. Untuk kasus dengan risiko rendah, pasien dapat langsung diberikan vaksin anti rabies (VAR). Sedangkan untuk
kasus dengan risiko tinggi, pasien harus diberikan VAR dengan serum antirabies (SAR),” tuturnya. (*wilzone)
Facebook Comments Box

Penulis : Wilzone

Editor : Hayer Rahman

Sumber Berita : Kabupaten TTS

Berita Terkait

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi
Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu
Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas
Polres TTS Tetapkan 2 TSK Dugaan Tipikor Dana Kapitasi
Gandeng Honda Dinamika Motor, DPW NTT Forum Pemuda NTT Gelar Makan Gratis 1000 Buah Kelapa Mudah
RSUP dr. Ben Mboi Kupang Terima Pasien BPJS dan KIS Bagi Warga Tidak Mampu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi