UKT Taekwondo Belu Diwarnai “Konflik”

- Reporter

Senin, 23 Februari 2015 - 11:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus TI Belu duduk bersama selesaikan konflik

Pengurus TI Belu duduk bersama selesaikan konflik

ZONALINENEWS – ATAMBUA,- Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo Indonesia (UKT TI) Cabang Kabupaten Belu yang berlangsung di GOR LA Bone, Minggu 22 Februari pukul 10.00 Wita diwarnai dengan , konflik antara kepengurusan. Masalah ini merupakan imbas dari dualisme kepengurusan di tingkat provinsi.

Pengurus TI Belu duduk bersama selesaikan konflik
Pengurus TI Belu duduk bersama selesaikan konflik

Sebagai informasi, terdapat dua kepengurusan TI di Kabupaten Belu, yaitu Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dan Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI). PBTI Belu dipimpin oleh, Cyprianus Temu sedangkan YUTI belum jelas kepengurusannya tapi selentingan yang beredar, kepengurusan ini (YUTI) dikomandai oleh Jonas Bere Mau selaku senior TI.

Akibat konflik dualisme kepengurusan ini, pelaksanaan UKT TI bagi 91 peserta nyaris gagal. Beruntung masih ada ruang mediasi dan komunikasi di antara kedua kepngurusan ini sehingga UKT tetap dilanjutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PBTI Belu Cyprianus Temu mengatakan persoalan dualisme kepengurusan TI sudah dimulai dari provinsi jadi upaya penyelesaiannya pun harus dilakukan di tingkat provinsi. Pasalnya, kepengurusan TI di tingkat kabupaten hanya melaksanakan perintah dari atas (pusat dan provinsi).

“Secara nasional, ada dua organisasi kepengurusan TI yang berbeda, yakni PBTI dan YUTI. Kepengurusan ini turun hingga kabupaten. Di Belu yang ada, itu PBTI. Dan, saya dipercayakan sebagai penanggung jawabnya sehingga kalau ada senior TI lainnya yang merasa harus urus TI, harus diselesaikan di tingkat provinsi,” kata Ketua Komisi I DPRD Belu ini.

“Ada tiga sabam (pelatih) dan dua dojang (pusat latihan/ranting) TI di Belu yang diakui oleh PBTI Provinsi NTT sehingga dojang lainnya merasa dipinggirkan. Makanya, kita berembuq dengan para sabam TI dari yang dianggap sebagai pengurus YUTI untuk samakan persepsi,” ungkap politisi PKPI ini.

Disebutkan Temu, ketiga dojang TI Belu yang diakui oleh PBTI Provinsi NTT di antaranya Dojang SMPN 2, Dojang BKKBN dan Dojang Lakafehan, sedangkan dojang lainnya belum diakui sehingga penyelesaian konflik antarkepengurusan itu mesti dilakukan di tingkat provinsi.

Jonas Bere Mau, salah seorang sabam TI yang dianggap sebagai pengurus YUTI meminta semua pengurus TI di tingkat kabupaten untuk meninggalkan egoisme kepengurusan dan kembali mengikuti aturan yang telah dibuat.

“Saya jamin tidak akan gugat kepengurusan TI yang baru (PBTI, ) karena saya mencintai TI. Tapi, perlu dijernihkan masalah kepengurusan TI di kabupaten ini. Soalnya, kami pengurus TI yang lama seakan-akan sudah tidak diakui lagi,” tandasnya.

Menurut Bere Mau, jika TI Belu ingin menciptakan atlet berprestasi, dualisme kepengurusan harus diselesaikan sehingga ada kesamaan persepsi dalam mengembangkan TI. Karenanya, pengurus TI yang baru harus berkoordinasi dengan pengurus TI di tingkat provinsi. (*Davidson)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tim Underdog Lokabo FC Kalahkan Ku-Okitoto FC di Liga Final
Manfaatkan Situasi PPKM Darurat, Jalan Gerbang Pemuda Jadi Tempat Balap Liar Mobil
PERKEMI NTT Sukses Bina 33 Orang Kenshi di Dojo LBH Surya NTT
Susanti Ndapataka Raih Medali Perak di Kejurnas IX 2021
PB Reformasi Kupang Gelar Sparing Patner dan Coaching Clinic Bagi Pemain Bulutangkis Kota Kupang
Serentak di 13 Kota, 100 Pelari Tempuh 86 KM Demi Membangun Sarana Air Bersih di NTT
Lembata Sport and Tourism, Hadirkan Big Fight 2020 dan Pameran Budaya
Bertempat di Lapangan Kuanino, Persit KCK Koorcab Rem 161 Gelar Lomba Voli
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 12:11

Kehadiran FKPT di NTT Dinilai Positif, Sejumlah Elemen Masyarakat Dorong Kolaborasi dan Kerjasama

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:30

Indeteam Basketball Academy KU-12 Mengikuti Event Nasional LBE Summur Legue 2024

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:14

Momen Kelulusan Siswa,SDN LELA Lakukan Tiga Rangkaian Temu Pisah

Rabu, 5 Juni 2024 - 21:24

Usai Diperiksa Sebagai Saksi, Jonas Salean : Saya Siap Maju Bertarung di Pilkada Kota Kupang

Rabu, 5 Juni 2024 - 14:59

PMI Kota Kupang Bantu Salurkan Air Bersih bagi Warga

Rabu, 5 Juni 2024 - 12:38

Gunung Lewotobi Laki – Laki di Flotim Kembali Erupsi, Status Waspada

Senin, 3 Juni 2024 - 16:48

CSAN Pertengahan Juli Deklarasikan Diri Sebagai Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang

Sabtu, 1 Juni 2024 - 12:57

51 Panitia Pengawas Pemilukada Kelurahan 6 Kecamatan Kota Kupang Dilantik

Berita Terbaru

Nusa Tenggara Timur

Momen Kelulusan Siswa,SDN LELA Lakukan Tiga Rangkaian Temu Pisah

Selasa, 11 Jun 2024 - 07:14

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi