Home / Tak Berkategori

The Government Support Electric Cars

- Reporter

Sabtu, 23 November 2013 - 12:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Jakarta. Students creativity in producing environmentally friendly-fuelled transport, such as electric cars haven’t been fullest support from the Government. The Government’s commitment to develop national electric car is still questionable.

mobil listrik

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

In fact, Government support is indispensable for the clarity and the sustainability of the fortunes of national electric cars. It is defined by the national electric car Designer, Dasep Ahmadi at the Focus Group Discussion establishment of Holding Company National electric car in Gadjah Mada University (UGM) Yogyakarta.

Dasep argues, the fate of national electric car requires a firm and tangible support from the Government. “the political Motivation should be strong. In the beginning, the Government has been supportive, but the clarity and follow-up is real remains unclear, “said Dasep,as quated from website of Gadjah Mada University, Friday (22/11/2013).

The support and commitment of this Government is required related to the policy (Regulation) about electric cars. Beside the question of commitments,Dasep  assess policy of national electric car not yet focused and spread with involves a lot of colleges.

According to Dasep, electric cars are not only a major issue in Indonesia but has become a global issue. “Indonesia may actually be a standalone component related industry of electric cars. We are ready for any orders to 5,000 though. So paramount that commitments and clear its market share, “he explained.

Haris from the New Armada, saw the presence of holding company national electric car quite needed. The holding company is expected to be able to embrace the automotive industries in the country in the development of electric cars.

“There is no integration of national electric car industry. National electric cars need to be encouraged to continue to expand, “Haris said.

Meanwhile, Gadjah Mada University, Economist Indra Bastian claimed to be agreed if the name the holding company as a sort of a business entity under the Ministry of research and technology (Kemenristek). The business entity will coordinate and combine the role of automotive industries such as related licenses.

Because, he said, to be independent, national electric car production continues to need support from the Government. “National electric car this Product may not be self-sustaining without government support. like the question of commitment and budget, “stated Bastian.

 

Discussion Kemenristek was planned to be held in several other cities, such as Jakarta, Surabaya, Bandung and Tangerang. FGD aims to accelerate understanding and knowledge about electric vehicles in the community and in the industry.

Beside the holding company ,also discussed the readiness of national systems in the field of research funding, production systems, the concept of cooperation between stakeholders, to after sales scheme. (* Okezone)

Indonesian Version

Pemerintah Dukung Mobil Listrik

Zonalinenews-Jakarta .  Kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan transportasi berbahan bakar ramah lingkungan, seperti mobil listrik belum mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pemerintah. Komitmen pemerintah untuk mengembangkan mobil listrik nasional masih dipertanyakan.

Padahal, dukungan pemerintah ini sangat diperlukan untuk kejelasan dan keberlangsungan nasib mobil listrik nasional. Hal ini ditegaskan oleh Perancang mobil listrik nasional Dasep Ahmadi pada acara Focus Group Discussion Pembentukan Holding Company Mobil Listrik Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dasep berpendapat, nasib mobil listrik nasional membutuhkan dukungan yang tegas dan nyata dari pemerintah. “Dorongan politiknya harus kuat. Di awal, pemerintah sudah mendukung, tapi kejelasan dan tindak lanjut nyata masih belum jelas,” papar Dasep, seperti dikutip dari situs UGM, Jumat (22/11/2013).

Dukungan serta komitmen pemerintah ini diperlukan terkait dengan kebijakan (regulasi) tentang mobil listrik. Selain persoalan komitmen, Dasep menilai kebijakan mobil listrik nasional belum fokus dan menyebar dengan melibatkan banyak perguruan tinggi.

Menurut Dasep, mobil listrik tidak hanya menjadi isu utama di Indonesia tapi sudah menjadi isu global. “Indonesia sebenarnya bisa mandiri terkait komponen industri mobil listrik. Kita siap misalnya ada pesanan hingga 5.000 sekalipun. Jadi yang terpenting itu komitmen dan jelas pangsa pasarnya,” urainya.

Senada Dasep, Haris dari New Armada melihat hadirnya holding company mobil listrik nasional cukup dibutuhkan. Adanya holding company itu diharapkan bisa merangkul industri-industri automotif dalam negeri dalam pengembangan mobil listrik nasional.

“Belum ada integrasi industri mobil listrik nasional ini. Mobil listrik nasional perlu didorong untuk terus berkembang,” imbuh Haris.

Sementara itu, Ekonom UGM Indra Bastian mengaku lebih sepakat jika memberi nama holding company sebagai semacam badan usaha yang ada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Badan usaha tersebut nantinya mengkoordinir sekaligus menggabungkan peran industri-industri automotif misalnya terkait lisensi.

Sebab, lanjutnya, untuk bisa mandiri, produksi mobil listrik nasional tetap butuh dukungan dari pemerintah. “Produk mobil listrik nasional ini tidak mungkin mandiri tanpa dukungan pemerintah. seperti persoalan komitmen dan anggaran,” tegas Bastian.

Diskusi besutan Kemenristek itu rencananya akan digelar di beberapa kota lain, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Tangerang. FGD bertujuan untuk mempercepat pemahaman dan pengetahuan tentang kendaraan listrik di masyarakat dan di industri.

Selain holding company, diskusi tersebut juga membahas kesiapan sistem nasional di bidang pendanaan riset, sistem produksi, konsep kerjasama antar stakeholder, hingga skema purna jual. (*Okezone)

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Polisi Tangkap 5 Remaja Hendak Tauran di Jakpus, Sita 3 Celurit
1.648 Personel Polri Siap Amankan Aksi Massa Bela Pelestina di Kedubes AS dan Mesir
865 Personil Gabungan Dikerahkan Untuk Pengamanan Konser NTC dan Kyuhyun di GBK
Polisi Amankan 3 Remaja Pelaku Tauran di Johar Baru
Antisipasi Tauran dan Balap Liar, Polisi Lakuka Patroli Gabungan 3 Pilar di Wilayah Jakpus
Pj. Gubernur NTT Launching Pendampingan Tes Masuk Perguruan Tinggi Tahun 2024
Ketua dan Sekretaris DPW PAN NTT Diterima Presiden Jokowi di Istana Negara
Polsek Metro Tanah Abang dan 3 Pilar Kelurahan Kebun Kacang Bagi – bagi Sembako Kepada Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:22

Pansus DPRD Kota Kupang Temui Fakta Baru Cara Pegawai Bapenda Indah Detan Gelapkan Uang Pajak

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:01

Pansus DPRD Kota Kupang Perintah Dinas PU Bongkar Reklame Gudang Garam Tanpa Izin

Selasa, 14 Mei 2024 - 16:33

Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan GOR di Kabupaten Kupang

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:53

Orias Moedak Janji Siap Sejahterakan Masyarakat NTT

Selasa, 14 Mei 2024 - 00:29

Hutang Pajak Reklame, DPRD Kota Kupang Sebut Ada Dugaan Kong Kali Kong Antara Bapenda dan PT. Indo Raya

Senin, 13 Mei 2024 - 14:26

KKP Berhasil Gagalkan Penyelundupan Manusia Jaringan Internasional di Perairan NTT

Kamis, 9 Mei 2024 - 21:47

Sosialisasi Berhasil, Stikes Maranatha Kupang Ingin Buat MoU Dengan PT. Bumen Jaya Praduta Abadi

Kamis, 9 Mei 2024 - 19:59

Aksi Peduli Kasih SMANTIQ

Berita Terbaru

Polsek Johar Baru Amankan Remaja Terilabat Tauran di Johar Baru

Headline

Polisi Amankan 3 Remaja Pelaku Tauran di Johar Baru

Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:29

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi