Staf PT. Alam Indah Tantang Wartawan, Sebut Pengaduan Masyarakat Bohong

- Reporter

Senin, 14 Maret 2016 - 13:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP

Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP

Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP
Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP

Zonalinenews-Kupang, Staf PT. Alam Indah, Yan Manglapi mengaku bahwa ada wartawan yang datang di Kantor PT. Alam Indah untuk menanyahkan persoalan dimana, masyarakat meminta ke PT. Alam Indah untuk menutup Aktifitas pengelolaan, penumpukan dan penggalian material di Kabupaten Kupang. Hal ini disampaikan, Staf Humas PT. Alam Indah, Yan Manglapi ketika ditemui di Kantor PT. Alam Indah beberapa waktu lalu.

Ketika ditanya zonalinenews, wartawan yang datang ke PT. Alam Indah untuk menanyahkan persoalan tersebut, dirinya tidak mengatahui nama wartawan yang datang tersebut.

Bahkan pengaduan yang disampaikan masyarakat Desa Sumlili kecamatan Kupang Barat juga dianggapnya sebagai sebuah kebohongan. Sebab, sampai dengan saat ini izin yang dimiliki PT. Alam Indah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yan Manglapi bahkan menuding masyarakat desa sumlili dan PT. Matriks yang mengambil dan mengolah material di sumlili.

” Di Sumlili Bukan Kita saja yang kerja. Tapi ada masyarakat dan beberapa perusahan yang memiliki izin,” jelas Manglapi.

Bahkan Manglapi menantang wartawan zonalinenews untuk tidak saja mendengar keterangan masyarakat dari jarak jauh, tapi sebaiknya ke Desa Sumlili Kecamatan Kupang  Barat untuk mengetahui suasana di Lapangan dan mendengar langsung pernyataan masyarakat setempat. Sehingga, pemberitaan tersebut tidak direkayasa.

” Wartawan tidak saja merekayasa tapi sebaiknya melihat langsung di lokasi Desa sumlili karena disana ada masyarakat dan beberapa PT. Yang memilki izin,” jelas Manglapi.

Masyarakat yang menyatakan sikap seperti itu, dirinya tidak mempercayai. Karena selama ini, PT. Alam Indah belum mengerjakan izin yang dimiliki. Masih membeli material dari masyarakat yang memiliki izin.

Dijelaskan bahwa, izin tersebut diberikan pemerintah dengan batasan tertentu .dan, PT. Alam indah mengerjakan izin yang dimilikinya. Tapi membeli dari masyarakat setempat. Disumlili masyarakat yang memiliki izin dan PT. Matriks yang sudah mulai mengerjakan izin dimiliki.Sementara Alam indah belum mengerjakan izin sama sekali. PT. Alam Indah tidak mungkin melakukan monopoli terhadap pengambilan material tersebut. Sementara PT. Alam Indah sangat membutuhkan material dalam jumlah banyak.

Sebelumnya diberitakan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Kupang tidak Pernah mengeluarkan izin pertambangan berupa apapun untuk PT. Alam indah. Seluruh izin, dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan Kabupaten Kupang.

Walaupun sudah ada Peraturan Bupati Kupang nomor 38 tahun 2012 tentang penyelenggaraan perizinan di Kabupaten Kupang. Didalam Perda tersebut meminta agar seluruh jenis perizinan harus melalui BPPT. Tapi sampai dengan saat ini, BPPT hanya mengeluarkan 10 janis perizinan dari 140 jenis izin dalam Perda.

“Dalam Perda nomor 38 tahun 2012 BPPT diberikan ruang untuk mengeluarkan seluruh jenis izin.tapi sampai dengan hari ini baru sepuluh izin yang dikeluarkan dari 140 jenis tersebut,” Kata Kepala BPPT Kabupaten Kupang, Johanis Manuh di ruang Kerjanya Kamis, 10 Maret 2016 pukul 09.54 wita diruang Kerjanya.

Dikatakan bahwa untuk IUP jika diberikan sebelum tahun 2015 itu menjadi kewenangan Dinas Pertambangan Kabupaten Kupang. Bukan, BPPT kabupaten Kupang. Namun, jika dibuat baru atau dilakukan perpanjangan IUP maka PT. Alam Indah harus melalui Dinas Pertambangan provinsi NTT.

Sebab, sudah ada surat edaran dari Gubernur NTT sesuai dengan Kepmen Minerba untuk seluruh jenis perizinan menyangkut dengan pertambangan diambil alih oleh Dinas Pertambangan NTT.

” Kita ini muara akhir, setelah kajian Teknis dari Pertambangan dan BLUD selesai maka kita hanya mengeluarkan izinya,” jelas Manuh.

Sementara itu, Kepala BLHD Kabupaten Kupang, Jermias Manoe tidak mengeluarkan data dampak lingkungan tersebut. Sebab, dirinya baru menduduki jabatan sebagai Kepala BLHD.

“Saya tidak keluarkan izin amdal, saya tidak keluarkan,” katanya.

Di BLHD Kepala Bidang yang menangani persoalan izin dampak amdal sedang berada di jakarta.

Sehingga, setelah kembali dari jakarta baru dilakukan komunikasi untuk mempertanyakan kajian amdal terkait dengan aktifitas PT. Alam indah di Desa Sumlili Kecamatan Kupang barat. Jika, apa yang terjadi di sumlili, antara PT. Alam Indah dan sekolah yang jaraknya hanya 50 meter itu langsung ditanyakan kepada bidang yang bersangkutan.

Pantauan zonalinenews, aktifitas PT. Alam Indah sangat mengganggu antifitas KBM di SDN Batu Esa. Bukan saja, kebisingan dan keributan dari aktifitas tersebut tapi juga debu yang beterbangan mengganggu aktifitas belajar. Dan, ada siswa yang terkenah dampak tersebut yang menimbulkan penyakit ispa.

Sementara itu, Humas PT. Alam Indah, Yan Manglapi mengatakan bahwa izin yang dimiliki PT. Alam indah selama ini belum digarap. Itu izin milik orang lain.

“Orang kampung juga miliki izin, kita punya belum kita garap,” tutur Manglapi.

Dikatakan bahwa, jika ada masyarakat yang berbicara bahwa selama ini PT. Alam indah yang melakukan aktifitas di desa sumlili dirinya tidak mempercayai. PT. Alam indah yang mengerjakan pekerjaan tersebut, membeli dari masyarakat setempat.

” PT. Alam Indah Tidak melakukan monopoli terhadap semua perizinan di Sumlili,”kata Manglapi.(*paul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD Kota Kupang Terpilih Absalon Sine Jadi Tersangka Tipibank
KAI Daop 1 Jakarta Adakan Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Jakarta Kota
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi