Home / Tak Berkategori

Sengketa Lahan Rawan Konflik

- Reporter

Jumat, 25 Juli 2014 - 13:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Membawakan Materi – Jhon Tuba Helan, M.Hum dan kawan-kawan, Dosen Hukum Pasca Sarjana UNDANA  ketika membawakan materi dalam sosialisasi Hukum di Kelurahan Bello yang di gelar Forum Bello Mandiri

Membawakan Materi – Jhon Tuba Helan, M.Hum dan kawan-kawan, Dosen Hukum Pasca Sarjana UNDANA ketika membawakan materi dalam sosialisasi Hukum di Kelurahan Bello yang di gelar Forum Bello Mandiri

Zonalinenews  Kupang – Pada Umumnya  di seluruh daerah di Indonesia masalah tanah  (sengketa tanah) menjadi tren dan sering berujung konflik, apabila tidak diantisipasi sejak dini dari semua yang berkompeten. Sebab terkadang meskipun tanah telah memiliki legalitas atau sertifikat sah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) tetapi bisa saja dilakukan upaya hukum dari pihak lain untuk menggugatnya. Demikian pendapat Jhon Tuba Helan salah satu dosen Pasca sarjana Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang Nusa Tenggara Timur.

Membawakan Materi – Jhon Tuba Helan, M.Hum dan kawan-kawan, Dosen Hukum Pasca Sarjana UNDANA  ketika membawakan materi dalam sosialisasi Hukum di Kelurahan Bello yang di gelar Forum Bello Mandiri
Membawakan Materi – Jhon Tuba Helan, M.Hum dan kawan-kawan, Dosen Hukum Pasca Sarjana UNDANA ketika membawakan materi dalam sosialisasi Hukum di Kelurahan Bello yang di gelar Forum Bello Mandiri

 

“Kita bisa lihat hampir di seluruh Indonesia masalah tanah terkadang berujung dengan konflik bahkan menimbulkan korban jiwa dan materi yang tidak terbilang, kalau masing-masing kita tidak mau menerima kondisi yang sudah terjadi, bahkan tanah yang sudah bersertifikatpun terkadang dipersoalkan pihak lain,”tandas Tuba Helan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu pakar hukum UNDANA itu mengharapkan setiap warga yang memiliki tanah, untuk bersabar diri guna menyelesaikan persoalan yang terkait tanah dengan pikiran yang dingin apabila menemukan persoalan  terkait tanah.

Ia menjelaskan hal ini menjawab pertanyaan salah satu peserta sosialisasi hukum, yang digelar  Forum Bello Mandiri (FBM) binaan PIAR NTT bekerjasama dengan Fakultas Hukum UNDANA. Goris yang juga Koordinator  Forum GERGAJI (Gerakan Rakyat Tagih Janji) NTT, kepada zonalinenews  mengatakan, sosialisasi hukum ini dilakukan pihaknya karena akhir-akhir ini masalah sengketa lahan banyak terjadi di Kelurahan Bello. Bahkan menurut Ketua RW 03 kelurahan Bello itu,  berdasarkan catatan yang ada pada pihaknya selaku RW maupun koordinator  Forum, sejak 2012 hingga pertengahan 2014 ini tercatat telah terjadi delapan (8) kasus sengketa lahan di wilayah hukum kelurahan Bello. Dari delapan kasus yang terjadi belum satupun diselesaikan sampai tingkat hukum. Namun  baru sebatas penyelesaian pada tingkat lingkungan dan kelurahan.

“Acara ini kami gelar karena akhir-akhir ini di kelurahan kami banyak terjadi sengketa lahan sehingga dengan acara ini paling tidak ada nilai tambah bagi kami masyarakat terutama para pemilik lahan yang bersengketa, agar ada solusi penyelesaian,” harap Takene.

Lebih lanjut Goris memastikan tahun-tahun mendatang masih akan terus terjadi persoalan sengketa lahan, sebab saat ini ada tanah di Bello yang dikuasai lebih dari satu orang pemilik. Karena itu kepada semua pemilik lahan agar perlu adanya pemetaan atau pembagian yang pasti, sehingga tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari nanti.

Ia juga sebagai Ketua RW menyatakan rasa hormatnya kepada semua pihak yang bersengketa, karena meskipun jumlah kasus sengketa banyak tetapi tidak sampai terjadi kekerasan fisik.

Takene juga berharap agar PIAR NTT yang telah banyak mendampingi forum di lingkungan masyarakat kedepan tetap memberikan dampingan agar pengawasan layanan publik bisa diawasi warga masyarakat. Kegiatan itu berlangsung belum lama ini di aula Kantor Lurah Bello kecamatan Maulafa Kota Kupang. (*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah
Dengan Asas Penundukan Diri, Sengketa Aktivitas Ekonomi Syari,ah untuk Non-Muslim Dapat Diselesaikan di Pengadilan Agama
Ketum DPP PWMOI Tunjuk Andre Lado Bentuk PWMOI Provinsi NTT
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan
Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi
Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi