Sebanyak 403, 95 Kg  Perhari  Limbah Medis di Kota Kupang

- Reporter

Senin, 11 Desember 2017 - 05:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

data limbah Medis Sumber DLHD NTT

data limbah Medis Sumber DLHD NTT

data limbah Medis Sumber DLHD NTT
data limbah Medis Sumber DLHD NTT

Zonalinenews-Kupang,- Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Propinsi NTT, sebanyak   12 Rumah sakit di Kota kupang perharinya, menghasilkan  403,95 Kg limbah medis ,   dengan rincian untuk Rumah Sakit Siloam sebanyak  71 Kg,   RS Kartini sebanyak 0,15 Kg , Rumah Sakit Boromeus 25 Kg, Rumah Sakit Mamami   7,40 Kg, RS Wirasakti sebanyak 37Kg, RS Dedari 12,70 Kg, RS TNI  AL (SM)   34 Kg, RS Bhayangkara 16 Kg,  RS S. K Lerik sebanyak  72 Kg ,  W. Z Yohanes  sebanyak 96 Kg, RS  TNI AU (ELTARI) belum terdata dan RS  Leona Sebanyak 33 Kg.

Dari 12 rumah Sakit tersebut sebanyak 2 Rumah sakit yang  limbah medis oleh pihak ketiga yang mengantongi izin pengolahan limbah Medis  yaitu   PT Mitra Tata Lingkungan Baru  Kedua Rumah Sakit tesebut adalah Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Mamami.

Sebelumnya diberitakan, bahaya limbah Infeksius terus mengancam kesehatan lingkungan dan masyarakat Kota Kupang. Menyikapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi NTT  Kamis 30 November 2017  pukul 09.15 wita saat  menggelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Pada 12 Rumah Sakit Se-Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan para direktur RS, Pimpinan Puskesmas dan juga pihak swasta pengelola limbah medis, Benyamin mengingatkan pentingnya mengelola limbah secara benar. Karena jika tidak, jelasnya, maka limbah yang dihasilkan bisa mencemari air dan udara yang selanjutnya berefek pada buruknya kesehatan masyarakat.

Ditanya terkait langkah tegas apa yang akan diambil pihaknya dalam menyikapi pihak-pihak yang membandel pasca evaluasi yang diadakan, Benyamin mengutarakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang dalam hal menjatuhkan sanksi hukum.

Ia hanya mengimbau pihak RS untuk membangun kerjasama dengan pihak swasta yang memiliki izin mengelola limbah apabila izin ensinerator belum dikantongi atau terkendali problem kerusakan alat.

Dalam temuan DLH, terdapat 7 dari 12 RS yang tidak memiliki izin penyimpanan sementara dan fasilitas penyimpanan limbah medis sesuai yang disyaratkan. Bahkan dalam temuannya, terdapat beberapa RS yang terus menumpuk Limbah Medis  karena ketiadaan ensinerator (alat pembakar limbah) sesuai yang diharuskan. (*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Polres Alor tetapkan SS sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Ketua DPRD Kabupaten Alor
Dilaporkan Dugaan Tindak Pidana Pencurian, Sekwan Alor Klarifikasi Pengambilan Mobil Dinas Sesuai Aturan
Ojol Kajek Hadir di Kota Kupang, Tarif Terjangkau dan Murah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 21:49

Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan

Jumat, 16 Februari 2024 - 18:12

Kantor Lurah Airnona Disegel Warga

Senin, 12 Februari 2024 - 14:46

Melpi Marpaung Tegaskan Selama Masa Tenang, Tidak Diperkenankan Kampanye Termaksud di Medsos

Minggu, 11 Februari 2024 - 07:56

Warga Bello Galakkan Tanam Pinang dan Sirih di Halaman Rumah

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:40

Pengawas TPS lagi Asik Duduk Lesehan Saat Sambutan Ketua Bawaslu NTT

Jumat, 2 Februari 2024 - 19:55

Partai Gerindra Gelar Baksos Pemeriksaan Kesehatan di RT 8 Kelurahan Maulafa

Selasa, 23 Januari 2024 - 17:41

Berkas P21, Teny Konay Langsung Ditahan di Rutan Kelas IIB Kupang

Jumat, 12 Januari 2024 - 21:36

Mahasiswa Malaka Sumbang Masker Medis, Forum Pemuda NTT Siap Distribusi Untuk Warga Terdampak Erupsi Lewotobi

Berita Terbaru

Nusa Tenggara Timur

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Jumat, 23 Feb 2024 - 07:08

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi