Rumah Sakit Jangan Main “Politik” Soal Penagihan Biaya Pasien Lewat Medsos

- Reporter

Senin, 17 Juni 2019 - 05:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

20190617_110229

Zonalinenews-Kupang,- Anggota Komisi V DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) Winston Rondo minta agar menajemen Rumah Sakit Umum Prof W. Z. Yohannes Kupang untuk tidak bemain politk soal penagihan biaya perawatan pasian. Pasalnya salah satu staf rumah sakit melakukan penagihan tunggakan biaya pasien yang diumumunkan lewat group media sosial dan tindakan ini sangat tidak etis.

” Keluarga yang disampaikan info tersebut sampai nangis lantaran dalam keadaan berduka diviralkan lagi dengan pengumuman oleh salah satu staf rumah sakit soal penagihan biaya lewat facebook. Tindakan ini tidak bisa ditolerir ,” ungkap Winston Rondo saat rapat bersama manajamen Rumah Sakit Umum Daerah Prof. W. Z. Johannes Kupang dengan Komisi V , Senin 17 Juni 2019 pukul 10.55 wita di ruang rapat komisi V DPRD NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya ada banyak cara melakukan penagihan biaya oleh Rumah sakit tapi tidak sepatutnya diiumunkan lewat fecebook.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto pada kesempatan itu menegaskan mengumumkan penagihan pembayar lewat medsos suatu tindakan yang yang tidak boleh dianggap sepele.

” ini hisa berdampak hukum, Itu tidak boleh dianggap sepela. Kalau bisa yang bersangkutan diberikan sangsi ,” pinta Jimmi.

Menanggapi pernyataan tersebut Wakil Direktur Pelayanan , Plh Direktur W. Z Yohannws Kupang, dr Stefanus Soka mewakili direktur menjelaskan menyangkut viral persoalan penagihan biaya pasien di medsos oleh staf pihaknya memohon maaf.

” Tentunya kami menajemen sudah memantau persoalan itu dan sudah ditindak lanjuti. Persoalan yang lagi viral tersebut sebenarnya ini kesalahan staf kami secara pribada. Namun yang bersangkutan adalah bagian dari rumah sakit sehingga kami memohon maaf atas kejadian itu dan kedepan memperbaiki kekeliruan ini ,” ungkap dr Stefanus Soka. (*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kader Posyandu di Desa Nadawawi Terima 5 Unit Antropometri
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
Kedubes Jepang Untuk Indonesia Hibah Bantuan Alkes di Rumah Sakit Cancar
HUT Bhayangkara Ke-76, Polres Manggarai Gelar Donor Darah
Dapur Kelor Sosialisasi Pengolahan Daun Kelor Menggunakan Metode Mesin Pengering di Kodim 1624 Flotim
Pastikan Kenyamanan Penunpang, Babinsa Pantau Pelabuhan Laut Lembata
Polres Merto Jakarta Pusat Berhasil Tangkap Sindikat Jaringan Sabu Kualitas Terbaik
Dijuluki Tingkat Kemiskinan Ekstrim, Presiden Jokowi Kunker ke NTT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi