Polisi Setengah Hati Proses Hukum Anggotanya

- Reporter

Minggu, 14 Desember 2014 - 11:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denny Usboko dan Eston Sanam pose bersama Meteri Hukum dan Ham   usai mengadu

Denny Usboko dan Eston Sanam pose bersama Meteri Hukum dan Ham usai mengadu

Terkait Kasus Penikaman dan Penganiayaan Deni Usboko

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos-Kupang,- Kepolisian Resor Kefamenanu telah meningkatkan status Vuctor Dokomita yang diduga melakukan penikaman dan penganiyaan terhadap Deni Usboko untuk itu yang bersangkutan telah di tahan di sel tahanan polres TTU padahal  kasus ini berlangsung ditahun 2012. Upaya tersebut sangat disayangkan serta polisi dinilai setengah hati dalam memproses kasus ini. Demikian disampaikan Aktifis Piar NTT, Eston Sanam Sabtu 13 Desember 2014.

Denny Usboko dan Eston Sanam pose bersama Meteri Hukum dan Ham   usai mengadu
Denny Usboko dan Eston Sanam pose bersama Meteri Hukum dan Ham usai mengadu

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakannya Polisi terpaksa memproses kasus ini karena  keluarga Deny Usboko mendesak kepolisian untuk memproses dan masalah dan kaus ini  telah di dipublikaiskan media sehingga  masalah ini mendaptkan  perhatian public , hingga petinggi kepolisian di Polda NTT serta ketua komosi III  DPR RI.

“Setelah sebelumnya oleh Polsek Insana Utara menetapkan kasus ini sebagai kasus pengaiayaan (biasa- ringan) dengan menggunakan pasal sangkaan pasal 351 ayat satu ,yang ancaman hukumannya satu tahun –Sebagaimana surat pemberitahuan perkembangan Hasil Penyidikan Perkara –SP2HP kepada Yohanes Usboko nomor SP2HP/03/I/2012/Reskirm tanggal 18 Januari 2012 , “ jelasnya .

Ditambahkannya,  Pasal 351 ayat (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, ) sedangkan ayat (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun

“Victor Dokominta diduga menikam dan menganiaya deny usboko, dengan sengaja mengejar, menghadang lalu menikam dan menganiaya deny usboko sedemikian rupa hingga pingsan akibat tikaman dua tusukan pada pungugnnya, dan menganiaya Deny Usboko dengan luka di sekujur tubuhnya serta patahnya kaki kanan deny usboko mulai dari pangkal paha, paha dan pergelangan tumit Deny Usboko yang menyebabkan deny kehilangan fungsi kaki kakannya secara parmanen,” Ungkapnya.

Menurtnya Tindakan yang  dilakukan terhadap Deny  Usboko  adalah Penganiayaan Berat – perbuatan Pidana  yang telah menjurus kepada upaya untuk menghilangkan nyawa orang. Oleh sebab itu penerapan pasal 351 sangatlah   Kurang  professional oleh pihak kepolisian.

“Harusnya  dengan melihat fakat-fakta sebelum terjadinya tindak pidana- saat terjadinya tindak pidana dan akibat dari tindak pidana yang dilakukan oleh vikctor Dokomita terhadap Deny Usboko yang demikian parahnya  Maka pasal yang tepat adalah pasal 354 ayat (1)”Melukai berat orang”. ( Pasal 354 ayat  (1) Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun,” Katanya

Bahkan yang paling tepat  Tambah Etson, bila Polisi benar-benar professional adalah dengan menerapkan pasal sangkaannya Pasal 355 ayat (1)”Penganiayaan berat dengan rencana”  ( pasal 355 ayat (1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Dengan menggunakan  pasal 351 ayat (1)  Polisi  dirnya menilai Polsisi  sengaja melindungi sasama anggota polisi dengan penerapan pasal sangkaan yang ringan terhadap Victor Dokomita anggota polisi Reskrim Polres TTU   .

Untuk itu  Eston Sanam mendesak Kapolres TTU dan jajaranya agar tidak setengah hati dalam penanganan kasus ini karena citra kepoIisian dan keprofesionalanya dapat saja dipertanyakan oleh public. Keprofesionalan Kepolisian Sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat ,serta Penegak Hukum dan Keadilan di Kefamenanu yang masih saja terus menjadi sorotan Publik akan semakin buram.

Tidak Puas dengan penangan kasus ini  oleh Polres TTU, korban Adrianus Deny Usboko didampingi PIAR NTT pada 5 Desember 2014 ke Jakarta mengadukan masalah ini ke Meteri Hukum Dan Ham , dan pada 8 Desember 2014 mengadukan masalah ini  Kontras dan Humas Mabes Polri yang diterima langsung oleh Boy Rafli Amar.  Sedangkan pada 9 Desember 2014  Deny Usboko  bertemu dengan Komisioner Ombudsman RI untuk menyampaikan lambatnya penanganan kasus penganiayaan oleh polisi, sekaligus Deni Usboko diminta membuat laporan resmi.(*rusdy)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD Kota Kupang Terpilih Absalon Sine Jadi Tersangka Tipibank
KAI Daop 1 Jakarta Adakan Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Jakarta Kota
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi