Home / Tak Berkategori

Peserta Beasiswa Australia Study Lapangan di Kebun Medah

- Reporter

Kamis, 24 November 2016 - 13:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Australian Awards (Beasiswa Australia) yang melakukan study lapangan di Iban Medah Foundation, Kebun Pusat Pembibitan dan Pengembangan Ubi Ungu sedang mendengar penjelasan dari pendiri Iban Medah Foundation yang juga Senator/Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah di Noelbaki, Kabupaten Kupang, Rabu 23 November 2016

Peserta Australian Awards (Beasiswa Australia) yang melakukan study lapangan di Iban Medah Foundation, Kebun Pusat Pembibitan dan Pengembangan Ubi Ungu sedang mendengar penjelasan dari pendiri Iban Medah Foundation yang juga Senator/Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah di Noelbaki, Kabupaten Kupang, Rabu 23 November 2016

Peserta Australian Awards (Beasiswa Australia) yang melakukan study lapangan di Iban Medah Foundation, Kebun Pusat Pembibitan dan Pengembangan Ubi Ungu sedang mendengar penjelasan dari pendiri Iban Medah Foundation yang juga Senator/Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah di Noelbaki, Kabupaten Kupang, Rabu 23 November 2016
Peserta Australian Awards (Beasiswa Australia) yang melakukan study lapangan di Iban Medah Foundation, Kebun Pusat Pembibitan dan Pengembangan Ubi Ungu sedang mendengar penjelasan dari pendiri Iban Medah Foundation yang juga Senator/Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah di Noelbaki, Kabupaten Kupang, Rabu 23 November 2016

Zonalinenews-Kupang ,-  Sebanyak 27 peserta Australian Awards (Beasiswa Australia) melakukan study lapangan di Iban Medah Foundation, Kebun Pusat Pembibitan dan Pengembangan Ubi Ungu milik Senator/Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah di Noelbaki, Kabupaten Kupang, Rabu 23 November 2016.

Para peserta yang disleksi dari sejumlah Provinsi diantaranya Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Jawa Timur, Maluku dan Maluku Utara itu dipimpin oleh Prof. Gunnar Krichoff dan Prof. Malcom Wegner dari Univesity of Queensland Australia. Di lokasi itu para peserta belajat tentang sistim pengolahan lahan kering dan sistim irigasi tetes.

Guru Besar Univesity of Queensland Prof. Gunnar Krichoff mengaku kagum dengan pola pertanian moderen yang diterapkan di Kebun Pusat Pembibitan Ubi Ungu meskipun dengan kondisi lahan yang berbatu dan kekurangan air. “Kami kagum dengan usaha yang dilakukan karena nilai investasinya besar, apalagi dengan dana sendiri,” ujar Prof. Gunnar Krichoff.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mangaku sangat berterimakasih karena diberi kesempatan bersama pesertan untuk melakukan study lapangan. “Kami sangat tertarik karena bisa belajar di lokasi ini yang memang belum pernah ada di tempat lain di NTT,” katanya.

Dikataknnya, Australia Awards memberikan kesempatan kepada para calon pemimpin global dari generasi masa depan untuk belajar, melakukan riset dan pengembangan profesional di Australia. Tujuan dari Australia Awards Indonesia didukung oleh lima grup, katanya, program yang berhubungan dengan manfaat yang akan diraih oleh alumni Indonesia melalui pengalaman belajarnya. Hal ini meliputi: alumni menggunakan pengetahuan, sikap dan ketrampilannya untuk melakukan perubahan di bidang profesional dan komunitasnya.”Studi ini bertujuan untuk meningkatkan penciptaan lingkungan yang mendukung dan manajemen bagi pertanian lahan kering yang berkelanjutan di ketujuh provinsi sasaran tersebut,” katanya.

Short Term Awards Manager Vina Andriani menambahkan, studi ini akan dilakukan selama empat Minggu di Australia. “Sebuah workshop pra-studi selama 3 hari akan dilakukan di Kupang (TBC) dan sebuah workshop reintegrasi (paska-studi) akan dilakukan di masing-masing provinsi sasaran selama 2 hari. Mengenai waktu lanjutan studi singkat akan ditentukan melalui konsultasi dengan Departemen Luar Negri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan lembaga penyelenggara studi yang akan dipilih melalui sebuah proses tender terbuka,” katanya.

Pendiri Iban Medah Foundation, Drs. Ibrahim Agustinus Medah mengatakan, pihaknya merasa sangat terhormat karena tidak disangka, kebun miliknya dijadikan sebagai lokasi study lapangan dari Australia Award. “Saya membangun kebun ini untuk memberikan motifasi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat petani di NTT bahwa meskipun dengan kondisi cuaca yang kering para petani bisa berproduksi. “Kondisi lahan di daratan Timor dan NTT pada umumnya sama persis dan persoalan utama pertanian adalah air dan pengolahan lahan. Maka itu saya membangun kebun ini untuk membuktikan kepada para petani bahwa meski kondisi kita seperti ini, kita bisa maju dan sejahtera dengan mengandalkan pertanian,” kata Medah.

Mantan Bupati Kupang dua periode itu menjelaskan, sekitar 71 persen masyarakat NTT  hidup di sektor pertanian. Oleh karena itu kebijakan pemerintah harus lebih berpihak kepada mayaoritas masyarakat yaitu pertanian. Pemerintah harus bisa memfasilitasi masyarakat membuat air dimana-mana dengan cara membangun embung dan waduk di seluruh desa bahkan sampai ke dusun-dusun.

Selain itu, pemerintah juga harus bisa membantu masyarakat dengan membeli alt berat untuk mengolah lahan pertanian masyarakat karena jika hanya mengandalkan tenaga manual maka luas lahan yang diolah masyarakat sangat terbatas. “Semua itu bisa dilakukan dengan cara sederhana tanpa mengharapkan dana dari APBN yaitu setiap Kabupaten dan Kota se NTT menyisihkan lima persen dari total APBDnya setiap tahun untuk membeli alat berat yang setiap hari bekerja membuat waduk, embung-embung dan sumur, serta mengolah lahan pertanian masyarakat,” katanya.(* laurens)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Menyusuri Indahnya Pantai Warna Oesapa, Tempat Rekreasi Keluarga
Herry Battileo Minta Majelis Hakim Bebaskan terdakwa Karel Rihi Do secara Adil dan Arif
Dari Bullyan Termotivasi Hingga Meraih Juara di Kejuaraan Shorinji Kempo
Kenshi Dojo LBH Surya NTT Raih 9 Medali di Tuornamen Kejuaraan Kempo Antar Daerah Se NTT – RDTL
Lapas Perempuan Kupang Terima Akta Pendirian Koperasi
George Hadjoh, Jefri Riwu Kore dan Jonas Salean Raih Dukungan Tertinggi Sebagai Calon Walikota Kupang Terfavorit 2024
PKB – NasDem Siap Bentuk Tim Deklarasi Pemenangan George Hadjoh dan Ewalde Taek
NasDem – PKB Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang, Usung George Hadjoh dan Ewalde Taek
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 14:16

Menyusuri Indahnya Pantai Warna Oesapa, Tempat Rekreasi Keluarga

Minggu, 21 Juli 2024 - 12:52

Herry Battileo Minta Majelis Hakim Bebaskan terdakwa Karel Rihi Do secara Adil dan Arif

Jumat, 19 Juli 2024 - 19:54

Dari Bullyan Termotivasi Hingga Meraih Juara di Kejuaraan Shorinji Kempo

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:22

Kenshi Dojo LBH Surya NTT Raih 9 Medali di Tuornamen Kejuaraan Kempo Antar Daerah Se NTT – RDTL

Kamis, 18 Juli 2024 - 19:37

Lapas Perempuan Kupang Terima Akta Pendirian Koperasi

Selasa, 16 Juli 2024 - 20:37

PKB – NasDem Siap Bentuk Tim Deklarasi Pemenangan George Hadjoh dan Ewalde Taek

Selasa, 16 Juli 2024 - 15:17

NasDem – PKB Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang, Usung George Hadjoh dan Ewalde Taek

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Berita Terbaru

Kepala Lapas Perempuan Kupang Dewi Andriani Terima Akta Pendirian Koperasi

Nusa Tenggara Timur

Lapas Perempuan Kupang Terima Akta Pendirian Koperasi

Kamis, 18 Jul 2024 - 19:37

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi