Home / Tak Berkategori

Perusahaan Swasta di NTT Bayar Gaji Tidak Sesuai UMP

- Reporter

Kamis, 8 Mei 2014 - 08:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang, Perusahaan swasta di NTT hampir sebagian tidak bisa membayar upah buruh sesuai  Upah Minimum Propinsi (UMP), terkait dengan upah yang belum bisa dibayar oleh pihak swasta akibat dari omzet perusahaan maupun mekanisme kerja yang banyak mengelami kendala saat di lapangan.  Hal ini diugkapakan Simon S. Tokan Kepala Dinas Nakentras Propinsi NTT di ruang kerjanya Rabu 07 Mei 2014. Pukul 17.00 Wita

Simon S. Tokan
Simon S. Tokan

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada zonalinenews Simon menjelaskan terkait dengan upah yang sudah di tetapkan oleh pemerintah setiap perusahaan yang menanam modalnya di NTT harus mampu membayar sesuai dengan UMP yang telah di tetapkan.” Tak dipungkiri realita bercerita lain akibat dari perusahaan yang bergerak di NTT kebanyakan bergerak disektor jasa. Hal ini menjadi salah satu kendala  yang mengakibatkan pembayaran itu tidak sesuai dengan UMP NTT, “Kata Simon.

Simon menambahkan bahwa pembayaran gaji bagi upah buruh masih melihat dari setiap keuntungan yang di dapat oleh perusahaan tertentu, dan Kami pemerintah belum mengambil sikap yang tegas.  karena kondisi dan kebutuhan masyarakat akan pekerjaan setiap tahun melambung tinggi, tetapi berbagai upaya sudah kami gerakan untuk melakukan pembayaran upah buruh sesuai dengan penatapan UMP Propinsi NTT.

“Bukan hanya itu banyak perusahaan juga silih berganti dengan nama yang berbeda untuk melakukan usaha di NTT. Kami dalam hal ini pemerintah akan terus berupaya dan bekerja sama dengan semua unsur untuk menegakkan kebijakan-kebijakan yang sudah di tetapkan,”Tegas Simon.

Dikatakan Simon , kebutuhan SDM NTT masih di bawah relatif akibatnya penggelolahan  perusahaan masih mengelami pasang surut.  Di samping kendala SDM NTT maupun banyak perusahaan yang ada di NTT masih dalam proses uji coba kelayakan untuk melakukan penanaman modal di NTT serta melihat kondisi NTT ke depan.

“ Upaya yang kami bangun sejauh ini masih belum efektif dan  jauh dari kesempurnaan karena berbagai kendala yang dialami oleh perusahaan itu sendiri, baik dari segi keuntungan masih di bawa rata-rata. Untuk itu kemajuan sebuah daerah dilihat dari tingginya perputaran arus modal yang bergerak di wilayah NTT, “ujar Simon. (*robby)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah
Dengan Asas Penundukan Diri, Sengketa Aktivitas Ekonomi Syari,ah untuk Non-Muslim Dapat Diselesaikan di Pengadilan Agama
Ketum DPP PWMOI Tunjuk Andre Lado Bentuk PWMOI Provinsi NTT
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan
Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi
Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi