Home / Tak Berkategori

PENYEBAB HUMAN TRAFFICKING DI NTT ADALAH KEMISKINAN STRUKTURAL

- Reporter

Rabu, 14 September 2016 - 10:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boni Hargens

Boni Hargens

Boni Hargens
Boni Hargens

Zonalinenews, Kupang. Para pemuda di NTT hampir tidak ada lagi karena mereka sudah merantau ke negeri tetangganya Malaysia sebagai tenaga kerja untuk mengadu nasib. Dari yang pergi merantau itu, banyak juga yang menjadi korban Human Trafficking. Semua itu karena kemiskinan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens pada Kegiatan Kuliah Umum Korupsi dan Perdagangan Manusia yang di selenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada hari Selasa 13 September 2016, pukul 09.30 wita di Aula Rektorat Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Lanjut Boni, Kemiskinan yang terjadi di NTT adalah kemiskinan struktural, yakni perilaku korup para pejabat yang menyalahgunakan uang rakyat untuk kepentingan yang bukan untuk rakyat.

Sehingga Boni Hargens menyebut perilaku pejabat seperti ini adalah “pejabat loyo” dan “pejabat sontoloyo”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai kegiatan, kepada wartawan Boni Hargens mengatakan Human Trafficking tidak akan berjalan tanpa campur tangan aparat keamanan dan pemerintah.

Lanjutnya, Human Trafficking bukan termasuk kejahatan konvensional seperti perampokan tetapi sebuah kejahatan terorganisir.

Menurutnya, kejahatan konvensional akan hilang jika keamanannya bagus sementara kejahatahan  terorganisir sulit untuk hilang karena Human Trafficking bukan hanya menguntungkan satu pihak saja tetapi banyak pihak mengambil keuntungan di dalamnya.

Kegiatan Kuliah Umum Korupsi dan Perdagangan Manusia dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Pemberantasan Korupsi NTT. (*mortal)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jam Kerja, Ruang Kantor Dinas Pariwisata Alor Disulap Jadi Tempat Karaoke dan Dansa
Pleno Rekapitulasi Terbuka di Kecamatan Wewaria Ricuh
Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu
Melihat Kondisi Situs Sejarah Bungker Perang Dunia II di Bukit Cinta Penfui
Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:20

Jam Kerja, Ruang Kantor Dinas Pariwisata Alor Disulap Jadi Tempat Karaoke dan Dansa

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:42

Pleno Rekapitulasi Terbuka di Kecamatan Wewaria Ricuh

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:08

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:18

Melihat Kondisi Situs Sejarah Bungker Perang Dunia II di Bukit Cinta Penfui

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00

Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola

Senin, 19 Februari 2024 - 21:42

Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali

Senin, 19 Februari 2024 - 21:27

Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga

Senin, 19 Februari 2024 - 17:58

Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina

Berita Terbaru

Nusa Tenggara Timur

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Jumat, 23 Feb 2024 - 07:08

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi