Home / Tak Berkategori

Pengacara Hadjon Kritisi Soal Surat Panggilan Sekda Flotim ke Lamanepa

- Reporter

Jumat, 24 Mei 2019 - 05:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMG-20190519-WA0001

Zonalinenews-Larantuka, – Pengacara Kota Surabaya Pieter Hadjon mengkritisi soal surat panggilan atau surat undangan klarifikasi dari Sekda Flotim kepada salah seorang warga kabupaten Flores Timur (Flotim) NTT, Frans Lamanepa terkait status FBnya yang menuding Sekda diduga merangkap jabatan.

Menurut Pieter Hadjon, atas surat panggilan Sekda Flotim merupakan keputusan pejabat tanpa wewenang batal demi hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Penyidik guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan suatu tindak pidana dapat memanggil seseorang untuk didengar keterangannya sebagai saksi ataupun tersangka. Apabila dipanggil secara patut dan tidak hadir tanpa ada alasan yang jelas maka yang bersangkutan akan dijemput paksa oleh penyidik;” jelas Piter Hadjon via telpon Kamis 23 Mei 2019 malam.

Menurutnya, kewenangan penyidik dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan diatur secara tegas dalam KUHAP bentuk surat yang dikirim adalah panggilan bukan undangan.

” Baru saja di Flores Timur, Sekda Flotim mengirim surat kepada Lamanepa Frank untuk hadir diruang Setda Flores Timur guna kepentingan klarifikasi,” ujar Pieter .

Bentuk surat itu sengaja dibuat tidak jelas entah undangan entah Panggilan. ” jika undangan tidak dipatuhi tidak mempunyai akibat hukum apapun, juga bukan”Panggilan”. Karena Sekda tidak memiliki kewenangan apapun untuk memanggil seseorang untuk kepentingan klarifikasi,” beber Piter Hadjon.

Tindakan ataupun keputusan pejabat yang tidak memiliki kewenangan kata Piter Hadjon adalah cacad yuridis yakni cacad wewenang konsekuensi hukumnya adalah batal.

Sebelumnya diberitakan Sekda Flores Timur menegaskan terkait postingan di media sosial dengan akun facebook Lamanepa Frank yang mengatakan Sekda merangkap jabatan itu adalah tidak benar.

“Itu tidak benar,” tegas Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda S.Sos MAP kepada media di Flores Timur Rabu 22 Mei 2019 usai upacara Harkitnas dan genap 2 tahun kepemimpinan Bupati Flores Timur Anton Hadjon – Agus Boli di ruang kerja Bupati Flores Timur.

Selain membantah tudingan Lamanepa Frank, Sekda Paulus Igo Geroda juga meminta bagian Humas Sekda Flotim bersurat mengundang Lamanepa Frank agar bisa menjelaskan apa maksud dari postingan tersebut.

” Saya merangkap jabatan dan saya di periksa itu semua tidak benar,” ungkap Paulus Igo.(*Ritas Senak)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali
Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga
Tim Pemenangan Dede Kusdinar Doa Bersama atas Kemenangan Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina
Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi