Home / Tak Berkategori

Pengacara Daniel Kitu Nilai Jaksa Kurang Cermat Hitung Kerugian Negara

- Reporter

Rabu, 8 November 2017 - 10:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa Hukum tersangka kasus tambak garam Sabu Raijua, Amos A Lafu (kanan) dan Kamilus Nuwa (kiri) memberikan keterangan Rabu 21 Juni 2017

Kuasa Hukum tersangka kasus tambak garam Sabu Raijua, Amos A Lafu (kanan) dan Kamilus Nuwa (kiri) memberikan keterangan Rabu 21 Juni 2017

Kuasa Hukum tersangka kasus tambak garam Sabu Raijua, Amos A Lafu (kanan) dan Kamilus Nuwa (kiri) memberikan keterangan Rabu 21 Juni 2017
Kuasa Hukum tersangka kasus tambak garam Sabu Raijua, Amos A Lafu (kanan) dan Kamilus Nuwa (kiri) memberikan keterangan Rabu 21 Juni 2017

Zonalinenews.com, Kupang – Terdakwa korupsi pembangunan fisik tambak garam 5 hektar di kabupaten Sabu Raijua, Daniel Kitu melalui kuasa hukumnya, Amos A Lafu menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) kurang cermat dalam menempatkan ahli untuk menghitung kerugian negara. Pasalnya, terdapat perbedaan jumlah uang muja dan pencairan termin pertama yang diterima terdakwa dengan perhitungan jaksa dalam dakwaan dan tuntutan.

Dikatakan Amos, bahwa pembayaran uang muka 20 persen yang terima terdakwa pada tanggal 5 Oktober 2016 sebagaimana tercatat dalam giro adalah sebesar Rp528.189.691 bukan sebesar Rp598.978.000 tertanggal 10 April 2016 versi JPU. Dan pencairan termin pertama tanggal 19 Desember 2016 yang diterima terdakwa sebagaimana tercatat di giro adalah sebesar Rp1.259.138.198 6 bukan sebesar Rp1.427.888.679 tertanggal 16 Desember 2015.

“Dakwaan JPU janggal, tanggal penerimaan uang, jumlah uang yang diterima dan tahun penerimaan uang berbeda dengan versi JPU dan rekening koran yang dimiliki terdakwa. JPU ternyata sedikit keliru, kurang cermat bahkan terkesan telah menafsir semua keterangan ahli yang dihadirkan dalam persidangan,”kata Amos dalam duplik yang dibacakan dalam persidangan yang digelar di pengadilan Tipikor Kupang Selasa, 7 November 2017.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, JPU dinilai tidak jujur dalam perhitungan kerugian negara atau negara telah dirugikan sebesar Rp3.026.866.679 padahal sama sekali tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan oleh terdakwa karena sesungguhnya dalam pekerjaan justru terdakwalah yang dirugikan baik dari sisi waktu, tenaga maupun biaya.

Uang muka dan dana termin pertama yang diterima terdakwa hanyalah sebesar Rp1.787.327.899. Nilai tersebut terdiri dari uang muka Rp528.189.691 dipotong PPN 10 persen menjadi Rp52.818.969. Dana termin pertama sebesar Rp1.259.138.198 dipotong pajak PPH 10 persen menjadi Rp125.913.819.

Terkait, pengembalian uang muka 20 persen sebesar Rp528.189.198, kata dia, uang jaminan pelaksanaan pekerjaan 5 persen sebesar Rp149.774.500. Sehingga total dana yang disetor kembali oleh terdakwa ke kas negara sebesar Rp856.669.486. Sementara mengenai pengeluaran uang muka 20 persen yang sudah digunakan sebesar Rp541.500.000. Sedangkan pengeluaran termin pertama pembelian Geomembran sebesar Rp867.510.000.

Lanjut mantan ketua GMKI cabang Kupang ini, JPU menetapkan dan menghitung jumlah kerugian negara dalam pekerjaan ini sebesar Rp2.026.866.679 didasarkan pada alasan bahwa prestasi pembayaran pekerjaan dihitung berdasarkan progres pekerjaan fisik yang terpasang. Padahal dalam persidangan telah nyata dan jelas berdasarkan keterangan saksi – saksi bahwa prestasi pekerjaan dihitung bukan hanya pada saat barang terpasang. Tetapi sejak barang sudah dibeli atau diadakan sudah dianggap sebagai progres karena dalam kontrak sudah tersedia bobotnya sendiri.

“Uraian dakwaan serta tuntutan secara kabur, tidak cermat serta manipulatif,”ujar Amos dalam persidangan dipimpin hakim Edy Pramono didampingi Ibnu Kholik dan Jemmy Tanjung Utama ini. Turut dihadiri jaksa penuntut umum, S Hendrik Tiip dan Benfrid Foeh. Sementara terdakwa Daniel Kitu didampingi penasehat hukumnya Amos Alexander Lagu.

Tak lupa majelis mengagendakan sidang lanjutan pada Kamis 9 November 2017 dengan agenda Putusan majelis hakim. (*Pul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang
44 WNA Bangladesh dan Myanmar Yang Terdampar di Rote Ndao Dievakuasi ke Rudenim Kupang
Pemprov NTT Serahkan SK Gubernur NTT kepada 1.443 Pegawai PPPK Guru Tahun 2024
Jumat Curhat Bersama Warga, Narkoba dan Tawuran Jadi Perhatian Kapolres Metro Jakarta Pusat
Cegah Paham Radikal dan Terorisme, BNPT – FKPT NTT Gelar Kegiatan Camping Keberagaman
Dapat Dukungan PDI Perjuangan dan PAN, Lusia Adinda Terus Bangun Komunikasi Dengan Parpor Lain
Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Narkoba di Tangsel, Polisi Sita 45 Kg Sabu
Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi