Pemkab Sabu Raijua Dinilai Telah Tertipu Oknum Pengrusakan Hutan Lindung

- Reporter

Jumat, 19 Januari 2024 - 15:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZONALINENEWS.COM, MENIA – Kasus pengrusakan atau penebangan pohon hutan lindung yang berlokasi di Kecamatan liae kabupaten sabu raijua seolah menemui jalan buntu sebab tidak ada sedikit pun tindakan pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut bahkan pelaku masih melenggang bebas.

Hal itu disampaikan salah seorang pemerhati adat sabu raijua Nestapa Udju Lulu kepada media ini dimana dirinya merasa telah tertipu dengan segala bentuk promo dan janji pemkab jikalau oknum pengrusakan hutan dengan inisial KLR akan ditindak sesuai aturan yang berlaku namun tak kunjung di lakukan.

Berikut tulisan Nestapa Udju Lulu sebagai surat terbuka untuk penebang pohon dan untuk pemda sabu raijua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PEMKAB SABU-RAIJUA TERTIPU OLEH JLR || KASUS PENGRUSAKAN HUTAN LINDUNG LEDEPUMULU BERAKHIR BUNTU
Memang dunia tempat sejuta insan bertulang di atas telapak tangan zaman telah berganti setiap peristiwa, berubah setiap nilai.
Salah satu penyakit sosial yang selanjutnya disebut sebagai patologi yang ada pada lembaga pemerintah Kabupaten Sabu-Raijua adalah BERNEGARA TIDAK BERBUDAYA.

Bagaimana tidak demikian, begitu banyak oknum abdi negara yang DIGAJI OLEH RAKYAT INDONESIA UNTUK MELAYANI RAKYAT INDONESIA YANG ADA DI SABU-RAIJUA tidak mengerti Etnografi, Etnologi, Antropologi, maupun tatanan sosial yang ada di SABU-RAIJUA.

KASUS PENGRUSAKAN HUTAN LINDUNG DI DHOKA NA’AJHU OLEH JLR DI KECAMATAN SABU LIAE MENEMUI JALAN BUNTU.

JELAS TINDAKAN SEPERTI INI ADALAH TINDAKAN MELANGGAR HUKUM, NAMUN PEMERINTAH SEAKAN DIAM KARENA TIDAK TAHU SEJARAH.

BERMODALKAN KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 95/PUU-XII/2014.
Pelaku membodohi pemerintah SABU-RAIJUA, dan jelas ini merupakan tindakan pembodohan pada PEMERINTAH dengan mengutip kalimat

“Dikecualikan terhadap turun temurun di hutan….. Dst”

Sejarahnya adalah sebagai berikut !
Pada zaman Temukung Ama Dimu Jawa (Kerogo Nanawa) tahun 1925, perbukitan Lede Pumulu merupakan lahan kering. Oleh karena itu dicanangkan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk menanam pohon sebagai hutan buatan yang sangat bermanfaat bagi setiap makhluk hidup yang ada.

Maka oleh Klan Nadai bersama Kecabangan (Kerogo) Mone Appa dan Nanawa bersama Majelis Adat (Moneama Liae) memberikan tanah tersebut kepada Pemerintah dalam hal ini Temukung Ama Dimu Jhawa sebagai kawasan hutan lindung yang dijaga oleh setiap masyarakat Liae dan Seba hingga kini, namun tetap secara turun temurun kawasan tersebut masih dikuasai oleh Kerogo Mone Appa dan Nanawa.

Perihal tinggal secara turun temurun, pelaku merupakan anggota Klan Gopo dan bukan anggota Klan Nadai (Kerogo Mone Appa & Nanawa) dengan demikian JLR TELAH MENIPU PEMERINTAH.

Dalam hal menebang pohon di HUTAN LINDUNG untuk mbangun rumah adat dan bukan untuk kepentingan komersial, telah disepakati oleh Majelis Adat dan Dewan Klan maupun masyarakat adat Liae untuk :
1. Memanfaatkan hutan adat yang ada di desa Dheme untuk keperluan pembangunan rumah adat.
2. Bulan Mei dan Juni merupakan waktu untuk pembangunan rumah adat.
3. Ajhu are, ko la, due merupakan kayu yang digunakan sebagai tiang, dan papan dek rumah adat.

Bila pelaku tidak diproses, DIMANA HARGA DIRI PEMERINTAH ? BUKANKAH PEMERINTAH HADIR UNTUK MEMBINA PELANGGAR HUKUM AGAR BISA SADAR HUKUM ?
ATAU KITA MAU DIBODOHI KEMUDIAN TIDAK MAU MENJAGA HUTAN KITA LAGI??
MUNGKIN DALAM HATI PELAKU SEMENTARA BANGGA KARENA BERHASIL MENIPU PEMERINTAH KABUPATEN SABU-RAIJUA.” (*Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gandeng Danone Indonesia, PW Muhammadiyah NTT Kuban 2 Ekor Sapi di Desa Binaan
Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi
Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban
Majelis Taklim Rayah Channel Kota Kupang dan Remas Al – Fitrah Sembelih 12 Sapi Kurban
Sembelih 22 Ekor Sapi, IKM – SS Kupang Bagi Daging Kurban Kepada Warga Non Muslim
Robert P. Fanggidae Resmi Dapat Rekomendasi dari PAN Jadi Calon Wali Kota Kupang
Kasus Dugaan Pengelapan Berlanjut, Trinotji Damayanti Beberkan Uang 1 Miliar Diminta Agus
Kehadiran FKPT di NTT Dinilai Positif, Sejumlah Elemen Masyarakat Dorong Kolaborasi dan Kerjasama
Berita ini 192 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Senin, 17 Juni 2024 - 23:54

Majelis Taklim Rayah Channel Kota Kupang dan Remas Al – Fitrah Sembelih 12 Sapi Kurban

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:10

Robert P. Fanggidae Resmi Dapat Rekomendasi dari PAN Jadi Calon Wali Kota Kupang

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:43

Kasus Dugaan Pengelapan Berlanjut, Trinotji Damayanti Beberkan Uang 1 Miliar Diminta Agus

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:30

Indeteam Basketball Academy KU-12 Mengikuti Event Nasional LBE Summur Legue 2024

Minggu, 9 Juni 2024 - 10:06

Bangkitkan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata NTT Gelar Festival Sunset Lasiana

Rabu, 5 Juni 2024 - 21:24

Usai Diperiksa Sebagai Saksi, Jonas Salean : Saya Siap Maju Bertarung di Pilkada Kota Kupang

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi