Home / Tak Berkategori

Pegawai Nakertrans di NTT Menampar Pencari Kerja

- Reporter

Jumat, 2 Mei 2014 - 15:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang-,Lantaran kesal pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menampar  warga Kabupaten Belu bersama delapan orang temannya yang hendak berangkat ke Kalimantan Selatan Kota Balikpapan untuk mengadu nasib diperkebunan sawit milik perusahaan swasta.

Foto Korban
Foto Korban

 

Pegawai Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Samuel Adoe yang menjabat sebagai salah satu kepala seksi di Dinas itu mengaku kesal dan emosi karena Leksi Adung yang ditampar oleh Samuel Adoe dinilai telah melakukan rencana keberangkatan ke Balikpapan sebanyak dua kali tanpa mengantongi dokumen sebagai pencari kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“dari 16 orang warga Kabupaten Belu ini ada 8 orang yang sudah pernah kita bina disini, berangkat  tanpa punya dokumen pencari kerja serta tidak jelas dari daerah asal mereka. hari ini mereka juga masih mau berangkat hanya bermodal KTP, sehingga saya emosi dan saya pukul dia (Leksi Adung),” kata Saumel kepada wartawan di Kupang, Jumat 14/3 sekitar pukul 14.30 Wita.

 

Ketika ditanya soal solusi lain yang harus diberikan kepada korban yang ditampar, Samuel mengaku bahwa tindakannya itu merupakan spontanitas dirinya karena kesal dan kecewa kepada korban, sebab korban yang ingin bekerja di Balikpapan itu telah melakukan hal yang sama padahal pihak korban bersama dinas Nakertrans telah membuat surat pernyataan untuk tidak lagi jalan dengan mengandalkan kartu tanda penduduk dari kabupaten asal.

 

Korban Leksi Adung yang dikonfirmasi di Dinas Nakertrans, membenarkan bahwa dirinya dipukul oleh Samuel Adoe yang merupakan salah satu kepala Seksi dinas itu saat dikonfrontir soal rencana keberangkatan mereka ke Balikpapan.

 

Sementara itu, teman korban, Klementina Hoar sebagai orang yang telah bekerja lama di Perusahaan Kelapa Sawit Karang Juang Hijau Lestari di Balikpapan, mengaku bahwa dirinya bersama beberapa orang warga Kabupaten Belu, memiliki hubungan darah yang sangat erat dan ingin mengadu nasib bersama di Kalimantan Tengah.

Namun rencananya digagalkan pihak Kepolisian Resta Kupang Kota yang menganggap bahwa pihaknya bersama keluarganya itu diberangkatkan oleh Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Swasta (PPTKIS), sehingga polisi mengambil langkah untuk menyerahkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 

Klementina Hoar juga mengatakan bahwa keberangkatan bersama keluarganya, murni atas niat sendiri tanpa direkrut oleh perusahaan apapun, hanya saja dirinya meyakini bahwa setelah sampai di Kalimantan Tengah akan mendapatkan pekerjaan sebagai buruh kelapa sawit, karena bekerja sebagai buruh kelapa sawit tidak terlalu membutuhkan ilmu pengetahuan yang tinggi.

“kami pergi kesana tidak ada yang rekrut, tapi keluarga ini memang ingin untuk kerja disana karena mereka melihat saya sudah bisa sekolahkan beberapa adik saya hasil dari kerja jadi buruh di Balikpapan,” tandas Klementina dengan nada datar saat menyaksikan salah satu keluarganya yang tampar oleh pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.(*ega)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Ketua Sinode GMIT Sebut Jika PAN Berpihak pada Kaum Lemah pasti Kami Jadi Sahabat
Jadi Korban KDRT, Ivon Lusyana Minta Polres TTS Tangkap Pelaku
Target 30-45 Ribu KTP, Djainudin Lonek Yakin Lolos Pintu Independen di Pilkada Kota Kupang
Usai Rakerwil Perdana, Forum Pemuda NTT Rencana Mendirikan Koperasi
Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah
Dengan Asas Penundukan Diri, Sengketa Aktivitas Ekonomi Syari,ah untuk Non-Muslim Dapat Diselesaikan di Pengadilan Agama
Ketum DPP PWMOI Tunjuk Andre Lado Bentuk PWMOI Provinsi NTT
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 10:02

Ketua Sinode GMIT Sebut Jika PAN Berpihak pada Kaum Lemah pasti Kami Jadi Sahabat

Kamis, 4 April 2024 - 19:22

Mengenal Wasiat Wajibah dalam Pasal 209 KHI dan Putusan MA No. 51 K/AG 1999

Senin, 1 April 2024 - 14:13

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Kupang beserta Seluruh Staf Mengucapkan Selamat Paskah 2024

Senin, 1 April 2024 - 14:06

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Kupang beserta Seluruh Staf Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1445 Hijrah

Kamis, 21 Maret 2024 - 15:57

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Kupang Tahun Akademik 2024-2025

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:03

Ikatan Kaum Intelektual Fatule,u Menggelar Ibadat Pendalaman Alkitab di Asrama Marungga

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:16

PENERAPAN DIVERSI DALAM PENYELESAIAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM.

Senin, 19 Februari 2024 - 22:01

Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi