Partisipasi Pemilih di Pilpres Lebih Rendah Dari Pileg

- Reporter

Jumat, 15 Agustus 2014 - 11:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang,- Partisipasi masyarakat NTT dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) lebih rendah dibandingkan Pemilihan Umum legislative (Pileg), rendahnya partisipasi ini , tidak hanya dari aspek keterlibatan dalam pemungutan suara di TPS tetapi juga dalam hal pemantauan proses Pemilu. Demikian yang disampaikan anggota KPU NTT, Yosafat Kolin saat membawakan materi dalam kegiatan diskusi publik tentang refleksi terhadap proses Pemilu Presiden 2014 di NTT, yang diselenggarakan Bengkel APPeK NTT di Hotel Romyta Kupang, Jum’at 15 Agustus 2014 pukul 11.00 wita

ahmad atang

Pakar politik dari Universitas Muhamadiya Kupang, Ahmad Atang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut  Kolin, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu legislative 9 April yang lalu mencapai 76 persen lebih sementara dalam Pilpres 9 Juli yang lalu hanya 70 persen dari total jumlah Pemilih yang ada di NTT. “Perolehan untuk Capres nomor urut I kata Dia, mencapai, 769 391 suara dan untuk Capres nomor urut 2 mencapai, 1 488 076 suara sah. Kalau dilihat tingkat partisipasi pada saat Pileg sedikit lebih tinggi dari Pilpres,” tandasnya.

Ketua Panwaslu Kota Kupang, Germanus Atawuwur, saat menyajikan materinya menyimpulkan, tingkat partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan-dugaan pelanggaran Pilpres sangat minim jika dibandingkan dengan laporan dugaan pelanggaran Pileg pada 9 April yang lalu. “Proses Pilpres hampir tidak ada satupun laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan masyarakat,” Jelasnya.

dikatakannya, dari 18 kasus dugaan pelanggaran Pilpres yang dikantongi Panwaslu, lebih dari 10 kasus merupakan hasil temuan dari Panwaslu yaitu pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya, sementara sisanya merupakan laporan temuan dari Bengkel APPeK.

Pakar politik dari Universitas Muhamadiya Kupang, Ahmad Atang pada diskusi tersebut  menjelaskan , tingginya angka partisipasi masyarakat dalam Pileg disebabkan relasi dialogis antara Caleg dan masyarakat cukup tinggi . Intens tingkat kedekatan dan relasi emosional antara pemilih dan masyarakat sangat tinggi , ini ditunjang hubungan kekeluargaan dan kekerabatan. “ Karena faktor inilah  menjadi salah satu indikator pendorong tinggihnya partisipasi masyarakat baik dalam pemungutan suara maupun dalam melakukan kontrol terhadap semua tahapan Pileg,” jelasnya.

Koordinator Bengkel APPeK, Vinsen Bureni, menjelaskan, dari sisi kuantitas jumlah partisipasi memilih dalam Pileg lebih tinggi, namun dari aspek kualitas partisipasi dalam Pilpres jauh lebih tinggi dari Pileg.. “Dalam Pileg ada banyak suara pemilih yang terbuang, selain karena Caleg yang tidak lolos juga Parpol yang tidak lolos, Sementara dalam proses Pilpres satu suara sangat bermakna sebab hanya ada 2 paket kandidat dengan selisih kemenangan yang sangat kecil,”(*rusdy).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jane Natalia Suryanto: Menang Tidak Menang Terus Melayani Masyarakat
Zulfikli Hasan: Prabowo Gibran Tidak Ada Lawan dan Akan Menang Mutlak
Perhimpunan Rakyat Progresif Ajak Kaum Milenial Untuk Berpolitik Cerdas
PAN Sabu Raijua Target Raih Satu Fraksi
Daftar Bacaleg Partai Nasdem Ingin Rebut Kursi Ketua DPRD NTT
Marthen Dira Tome Dinilai Layak Pimpin Provinsi NTT
Insiden 894 Korban Jiwa Petugas Pemilu 2019, AHY Minta Jangan Terulang Lagi
Penuhi Panggilan Jaksa, Sekda Flotim Langsung Ditahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi