Home / Tak Berkategori

Parents hundreds rampage in SMP 2 Kupang

- Reporter

Senin, 8 Juli 2013 - 05:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang, with new peratutang Siwa requires candidates should bring along the original certificate when registering for Junior High School (SMP) makes hundreds of parents of students in Kupang, East Nusa Tenggara (NTT)-Indonesia raged and protested the policy. The parents rejected this policy due to the registration process on this Monday, the school has not been issued a certificate of origin for the students who graduated from elementary school (SD).

SMP negeri 2 kupang

Hundreds of parents of prospective students of SMP Negeri 2 Kupang rampage at the school gate, and broke into the school to meet the principal, but was not allowed security officers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

The old man who had been queuing since Monday morning to protest the rampage and SMP Negeri 2 kupang that applies appropriate technical guidance from the local education and youth sport Kupang city, that every prospective student should bring along when you signed original diploma from the school of origin, but until Monday most of the elementary schools in the city of Kupang, has not issued a certificate for primary school students.

Although the protests but the schools themselves, remain committed to the rule appropriate guidelines from the Department of Education, Youth and Sports (PPO) Kupang.

While the head of SMP Negeri 2 mussels, Joel Oematan in his office on Monday July 8, 2013 said most prospective students who have won the original diploma from the school of origin, following the registration of which has been opened prsoses SMP Negeri 2 Kupang till next Wednesday.
“In order to accommodate the hundreds of other prospective students SMP 2 Kupang management plans to consult with the Department of State PPO kupang, technical instructions regarding the registration has been applied. (* Rusdy)

Indonesia Version

Ratusan Orang Tua Siswa mengamuk  di SMPN 2 Kupang

Zonalinenews- Kupang , dengan peratutang baru  yang mewajibkan calon siwa harus membawa serta ijasah asli saat mendaftar ke Sekolah Menengah Pertama (SMP)   membuat ratusan orang tua siswa di kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)-Indonesia  mengamuk dan memprotes kebijakan tersebut. Para orang tua siswa menolak kebijakan ini  karena sampai  proses pendaftaran pada senin ini , pihak  sekolah asal belum mengeluarkan ijasah bagi para siwa yang tamat sekolah dasar (SD)

Ratusan orang tua calon siswa SMP Negeri  2 Kupang mengamuk di depan gerbang sekolah,  dan memaksa masuk ke sekolah guna menemui kepala sekolah,  namun tidak diijinkan petugas keamanan.

Para orang tua yang telah mengantri sejak senin pagi mengamuk dan memprotes pihak SMP Negeri 2  kupang  yang menerapkan aturan sesuai petunjuk teknis dari dinas pendidikan dan pemuda olah raga kota kupang,  bahwa setiap calon siswa saat mendaftar harus membawa serta ijasah asli dari sekolah asal,  namun sampai  senin  sebagian besar sekolah dasar di kota kupang, belum mengeluarkan ijasah bagi siswa tamatan SD.

Walaupun diprotes namun pihak sekolah sendiri,  tetap berkomitmen menjalankan aturan sesuai juknis dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (PPO) Kota Kupang.

Sementara Kepala SMP Negeri 2  kupang, Yoel Oematan di ruang kerjanya senin 8 Juli 2013  mengatakan  sebagian calon siswa yang telah mengantongi ijasah asli dari sekolah asal, mengikuti prsoses pendaftaran yang telah dibuka SMP Negeri 2 Kupang  samapi  rabu nanti.
“ guna mengakomodir ratusan calon siswa lainnya manajemen SMPN 2 Kupang berencana akan berkonsultasi dengan Dinas PPO Kota kupang,  menyangkut petunjuk teknis pendaftaran yang telah diterapkan. (*Rusdy)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah
Dengan Asas Penundukan Diri, Sengketa Aktivitas Ekonomi Syari,ah untuk Non-Muslim Dapat Diselesaikan di Pengadilan Agama
Ketum DPP PWMOI Tunjuk Andre Lado Bentuk PWMOI Provinsi NTT
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan
Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi
Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi