Pansus DPRD Kota Kupang Temui Fakta Baru Cara Pegawai Bapenda Indah Detan Gelapkan Uang Pajak

- Reporter

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pansus DPRD Kota Kupang Kegiatan Uji Petik Lapangan Soal Pembayaran Pajak di Rumah Makan Bakmie Jawa

Pansus DPRD Kota Kupang Kegiatan Uji Petik Lapangan Soal Pembayaran Pajak di Rumah Makan Bakmie Jawa

ZONALINENEWS.COM, KUPANG – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ tahun 2023 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang temui fakta baru cara tiga oknum pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang gelapkan uang pembayaran pajak rumah makan senilai ratusan juta. Namun, yang menarik salah satu nama dari tiga oknum tersebut disebut boleh pemilik Rumah Makan Ratu Sari, yaitu Kabid Retribusi dan Pajak Bapenda Kota Kupang Indah Kristin Detan. Hal tersebut terungkap ketika Pansus LKPJ 2023 melakukan uji petik lapangan.

Pemilik Rumah Makan Ratu Sari Pardi mengungkapkan, pijaknya selalu melakukan pembayaran pajak rumah makan secara manual langsung ke Bapenda Kota Kupang.

Menurutnya, pembayaran pajak tersebut langsung diserahkan kepada Kabid Retribusi dan Pajak Bapenda Kota Kupang Indah Kristin Detan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sering bayar secara manual langsung ke Bapenda Kota Kupang yang diterima oleh ibu Indah,” ungkap Pardi kepada wartawan dihadapan Ketua Pansus Adrianus Talli bersama Anggota Pansus ketika melakukan kegiatan uji petik lapangan di Rumah Makan Bakmie Jawa, Rabu 15 Mei 2024.

Pardi mengatakan, selama pihaknya melakukan pembayaran pajak tersebut tidak mendapatkan bukti pembayaran dari Kantor Bapenda Kota Kupang.

“Kita bayar pajak itu seharusnya ada bukti pembayaran, tapi ini tidak ada. Jadi saya penasaran, sehingga saya langsung datang ke Bapenda Kota Kupang untuk mencari jalan keluar, lalu saya bertemu dengan salah satu petugas di Bapenda, dan saya bertayan, saya bisa mendapatkan print out bukti pembayaran pajak atau tidak, dan beliau menjawab bilang bisa pak. Ternyata saya lihat print out bukti pembayaran itu tidak sama atau sesuai dengan fakta pembayaran pajak saya,” kata Pardi.

“Saya lihat print out bukti pembayaran itu dengan jelih kok ada bolong atau tunggakan pembayaran pajak. Padahal disini sejak dulu saya masih membayar pajak senilai Rp 800 ribu, satu hari pun saya tidak pernah tunggak bayar pajak. Kecuali tanggal merah hari libur,” jelas Pardi.

Ironinya, pembayaran pajak dilakukan secara manual langsung diserahkan kepada Kabid Retribusi dan Pajak Bapenda Kota Kupang Indah Kristin Detan. Namun, tidak tercatat dalam laporan pembayaran.

“Ketika saya ke Kantor Bapenda, Ibu Indah itu mengaku kalau bukti pembayaran ia yang pegang. Dan saya lihat bukti pembayaran itu lagi tidak sesuai. Sebab, misalnya saya membayar senilai Rp 15 juta untuk ketiga rumah makan saya ini, tapi yang tercatat pembayaran hanya senilai Rp 6 juta saja,” katanya.

Atas kejadian tersebut saat ini pihaknya sudah melakukan pembayaran langsung ke Bank NTT dengan mengunakan mesin pembayaran IDC.

“Mesin IDC kami sudah ada, sehingga pembayaran kami lakukan langsung ke Bank NTT,” ujar Pardi.

Sementara itu Ketua Pansus LKPJ 2023 DPRD Kota Kupang Adrianus Talli mengatakan, pembayaran pajak rumah makan harus mengunakan mesin IDC, sehingga para wajib pajak tidak lagi berhubungan langsung dengan petugas Bapenda Kota Kupang.

“Seharusnya itu wajib pajak harus mengunakan mesin IDC untuk melakukan pembayaran pajak langsung ke Bank NTT. Sehingga tidak lagi berhubungan dengan petugas di Bapenda,” katanya.

Ia mengatakan, yang menjadi pertanyaan Pansus itu pemerintah menyebutkan bahwa kasus ini tidak ada unsur kerugian keuangan daerah.

“Bagaimana tidak unsur kerugian keuangan daerah, sedangkan wajib pajak sudah membayar pajak dengan nilai sekian, tapi yang masuk di kas daerah hanya sekian kecil saja. Itu artinya ada kerugian keuangan daerah dari penyalahgunaan keuangan itu. Apa yang sampaikan oleh wajib pajak ini sangat jelas,” tegas Ketua Pansus LKPJ 2023 DPRD Kota Kupang. (*y3r)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pj. Gubernur NTT Launching Pendampingan Tes Masuk Perguruan Tinggi Tahun 2024
Pansus DPRD Kota Kupang Perintah Dinas PU Bongkar Reklame Gudang Garam Tanpa Izin
Orias Moedak Janji Siap Sejahterakan Masyarakat NTT
Hutang Pajak Reklame, DPRD Kota Kupang Sebut Ada Dugaan Kong Kali Kong Antara Bapenda dan PT. Indo Raya
Daftar di 6 Parpol Bacalon Wali Kota Kupang George Hadjoh Komitmen Layani Masyarakat
Ewalde Taek Berharap PKB dan NasDem Bisa Koalisi di Pilkada Kota Kupang
Anggota DPR RI Ahmad Yohan Kecam Aksi Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Tengah Berdoa Rosario di Tangsel
Bunda Julie Laiskodat Kader Tunggal Partai NasDem Calon Gubernur NTT
Berita ini 701 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:22

Pansus DPRD Kota Kupang Temui Fakta Baru Cara Pegawai Bapenda Indah Detan Gelapkan Uang Pajak

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:01

Pansus DPRD Kota Kupang Perintah Dinas PU Bongkar Reklame Gudang Garam Tanpa Izin

Selasa, 14 Mei 2024 - 16:33

Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan GOR di Kabupaten Kupang

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:53

Orias Moedak Janji Siap Sejahterakan Masyarakat NTT

Selasa, 14 Mei 2024 - 00:29

Hutang Pajak Reklame, DPRD Kota Kupang Sebut Ada Dugaan Kong Kali Kong Antara Bapenda dan PT. Indo Raya

Senin, 13 Mei 2024 - 14:26

KKP Berhasil Gagalkan Penyelundupan Manusia Jaringan Internasional di Perairan NTT

Kamis, 9 Mei 2024 - 21:47

Sosialisasi Berhasil, Stikes Maranatha Kupang Ingin Buat MoU Dengan PT. Bumen Jaya Praduta Abadi

Kamis, 9 Mei 2024 - 19:59

Aksi Peduli Kasih SMANTIQ

Berita Terbaru

Polsek Johar Baru Amankan Remaja Terilabat Tauran di Johar Baru

Headline

Polisi Amankan 3 Remaja Pelaku Tauran di Johar Baru

Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:29

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi