PADMA dan AMAN Flobamora Desak Polri Ambil Alih Kasus Kematian Iyek

- Reporter

Senin, 14 November 2016 - 22:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Damai Di Mabes Polri beberapa waktu lalu.jpg

Aksi Damai Di Mabes Polri beberapa waktu lalu.jpg

Aksi Damai Di Mabes Polri beberapa waktu lalu.jpg
Aksi Damai Di Mabes Polri beberapa waktu lalu.jpg

Zonalinenews- Jakarta, Pelayanan Advokasi untuk Perdamaian dan Keadilan (PADMA) Indonesia dan Aliansi Masyarakat Nasional (AMAN) Flobamora Jakarta terus mengawal kasus pembunuhan Iyek Nanda Saputra yang hingga kini masih menemui titik terang baik pihak Polda NTT maupun Polres Sumba Barat.

Direktur Padma sekaligus kuasa hukum keluarga korban, Gabriel Sola, Senin 13 Novmeber 2016  menegaskan bahwa upaya hukum terus dikawal hingga ke pihak Mabes Polri dan Kapolri jika Polda NTT dan Polres Sumba Barat tidak sanggup mengusut tuntas kasus kematian tersebut.

“Penegakan hukum tidak boleh tumpul dan pandang buluh apalagi upaya melindungi oknum aparat yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Kami tetap mendesak pihak Mabes Polri dan Kapolri untuk segera mengambil alih kasus kematian Iyek di Sumba Barat yang terjadi sejak tahun 2014 silam. Kinerja Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat menunjukkan presenden buruk jika mengabaikan fakta hukum melalui bukti hasil autopsi,” ungkap Gabriel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Gabriel menyayangkan kinerja Kapolres Sumba Barat yang sebelumnya membantah hasil autopsi yang dikeluarkan oleh pihak Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar, 2 September 2014 lalu menggelar rekonstruksi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada Jumat 14 Oktober 2016  di mana proses rekonstruksi ditolak oleh pihak keluarga korban karena dinilai penuh kejanggalan dan bertentangan dengan Berita Acara Pemeriksaan maupun hasil autopsi.

“Hukum harus dijadikan panglima. Kinerja aparat harus profesional dan kredibel menegakan hukum sehingga masyarakat tetap menjunjung tinggi hukum guna mendapatkan keadilan dan kepastian hukum berdasarkan fakta hukum yang ada (hasil autopsi) bukan membangun asumsi dan klaim sepihak tanpa memiliki kekuatan hukum. Jika pihak Kapolda NTT maupun Kapolres Sumba Barat tidak sanggup menuntaskan kasus ini, maka bersama keluarga korban kasus ini akan dilimpahkan ke pihak Mabes Polri dan meminta Kapolri untuk segera mengambil alih penanganan kasus tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, bukti hasil autopsi seharusnya menjadi fakta hukum yang jelas bagi Kapolres untuk menuntaskan kasus ini, bukan sebaliknya mengalihkan atau mengaburkan fakta hukum sehingga terkesan melindungi oknum pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, dua oknum Polisi berinisial HK dan AA diduga terlibat dalam peristiwa penganiayaan terhadap Iyeck Nanda Saputra yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Dalam kronologi kejadian, ibu kandung korban, Hadijah Usman menuturkan bahwa pada saat korban dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia, kedua oknum polisi, HK dan AA sudah ada di rumah sakit. Pada waktu bertemu orang tua korban, HK selaku penyidik, serta-merta langsung mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena kecelakaan tunggal lalu lintas tanpa terlebih dahulu melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Bahkan HK sendiri yang langsung mengamankan kendaraan milik korban sesaat setelah kejadian.

Senada dengan Gabriel, Koordinator AMAN Flobamora Jakarta, Roy Watu mengaku siap mengawal kasus ini hingga tuntas dengan mendesak pihak Mabes Polri dan Kapolri mengambil alih kasus ini.

“Ada beberapa lembaga negara yang memberi atensi khusus terkait kasus ini yakni Ombudsman RI dan Komnas HAM RI. Kinerja Kapolda NTT dan secara khusus Kapolres Sumba Barat patut dipertanyakan bahkan tidak layak dipertahankan. Jika tidak mampu menunjukkan kinerja guna menegakkan hukum, maka baik Kapolda NTT maupun Kapolres Sumba Barat harus segera dicopot. Ini demi martabat hukum,” tandas Roy yang juga mendampingi keluarga korban.

Sementara saat dihubungi, ibu korban, Hadijah Usman mengatakan akan menyerahkan penangangan kasus ini kepada kuasa hukum dengan harapan agar kasus ini secepatnya diproses hukum hingga tuntas dan ada titik terang di balik kematian anaknya.

“Keluarga tetap percaya dengan bukti hasil autopsi bahwa kematian anak kami karena penganiayaan. Anak kami dibunuh, bukan karena kecelakaan lalu lintas. Keluarga sudah berjuang habis-habisan untuk pengungkapan kasus ini. Namun, oleh kedua oknum polisi, HK dan AA, keluarga hanya dijanjikan bahwa jika sudah ada hasil autopsi, pelaku akan ditangkap,” kisah Hadijah Usman, ibu kandung korban.

“Sudah beberapa kali keluarga dijanjikan bahwa pelaku akan segera ditangkap. Berarti oknum polisi AA yang bekerjasama dengan HK sudah tahu ada pelaku pembunuhan. Bahkan keluarga selalu memenuhi permintaan oknum AA dengan alasan untuk biaya autopsi dan penanganan perkara. Namun sudah tiga tahun keluarga sama sekali tidak mendapatkan titik terang, keadilan dan kepastian hukum atas kematian anak kami. Jika demikian, maka kedua oknum polisi, AA dan HK telah melakukan penipuan dan pemerasan bahkan terlibat dalam kasus tersebut,” pungkas Tasrif M Saleh, ayah korban. (*Che)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Polres Alor tetapkan SS sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Ketua DPRD Kabupaten Alor
Dilaporkan Dugaan Tindak Pidana Pencurian, Sekwan Alor Klarifikasi Pengambilan Mobil Dinas Sesuai Aturan
Ojol Kajek Hadir di Kota Kupang, Tarif Terjangkau dan Murah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00

Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:55

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Senin, 19 Februari 2024 - 21:42

Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali

Senin, 19 Februari 2024 - 17:58

Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina

Senin, 19 Februari 2024 - 13:00

Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas

Sabtu, 17 Februari 2024 - 21:05

Keluarga Korban Akan Terus Kawal Proses Sidang Terdakwa Teny Konay Cs

Jumat, 16 Februari 2024 - 19:48

NasDem Berpeluang Rebut Palu Ketua DPRD Kota Kupang dari PDI Perjuangan

Selasa, 13 Februari 2024 - 19:10

Mobil Pengangkut Logistik Rusak, Anggota Kodim Alor Pikul Kotak Suara ke TPS

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi