Home / Tak Berkategori

Oknum Anggota Polda NTT Diduga Intimidasi Warga, Paksa Teken

- Reporter

Jumat, 29 Januari 2016 - 23:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustarsi Simbol Polisi

Ilustarsi Simbol Polisi

Ilustarsi Simbol Polisi
Ilustarsi Simbol Polisi

Zonalinenews-Kupang , Oknum anggota Polisi POLDA NTT berinisial HB dan L diduga melakukan intimidasi terhadap Fredy Kabobu warga Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perlakuan Intimidasi tersebut oleh keduanya oknum polisi tersebut diduga disuruh oleh BM pegawai Bank NTT untuk memaksa Fredy menandatangi (teken) kwitansi pembelian tanah dan sertifikat tanah milik BM.

” Mereka datang ke kantor saya di perpustakaan daerah pada Jumat 8 Janauri 2016 menggunakan pakaian olaraga POLDA. Keduanya langsung omong kalau hidup dengan tetangga itu harus yang baik-baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya tanya ada urusan apa ini bapak polisi dong. Mereka bilang ada pengaduan dari BM kalau saya melakukan pengancaman terhadapnya. Lalu saya tanya masalah yang mana pak. Mereka jawab masalah tanah.

Lalu mereka meminta saya mendatangani kwitansi dan sertifikat tanah milik BM terkait batas tanah. Saya lalu kasih keluar setifikat tanah saya. Setelah mereka lihat mereka dua diam-diam saja.

Ketika Saya tanya, bapak-bapak datang bawah nama institusi Polda NTT ini mana surat tugasnya? Mereka tidak mampu menunjukkan surat tugasnya. Setelah saya desak mereka akhirnya mengaku kalau tidak ada laporan yang masuk ke Polda terkait kasus pengancaman dengan terlapor saya, “ujar Fredy Kabobu di kediamannya

Dirinya mengaku, kesal dengan anggota Polda berinisial HB yang kembali mendatangi rumahnya pada untuk meminta istrinya mendatangani sertifikat tanah. Istrinya yang ketakutan lalu teleponnya untuk menginformasikan kedatangan anggota Polda NTT ke rumahnya.

” Saya langsung telepon si bapak HB itu. Saya bilang kalau sudah ganggu istri saya itu berarti masalah harga diri. Dan itu sudah tidak bisa ditawar-tawar. Saya tanya sama pak HB berapa BM bayar dia. Kalau anggota polda NTT bisa dipakai untuk ancam-ancam warga saya juga mau pakae. Sebut saja harganya, saya juga bisa bayar. Namun pak HB diam saja,” ungkap Fredy dengan nada marah.

Dirinya menceritakan masalah tanah dengan BM ini terkait akses jalan masuk ke rumahnya. Dirinya mengaku kesal karena BM ingin akses jalan masuk ke rumahnya masuk sebagai tanah milik BM. ” Saya sudah relakan tanah saya sekitar 3 meter untuk dia bangun dia punya rumah.

Bahkan ketika pembangunan rumahnya memakan tanaman saya, saya relakan. Saya hanya minta akses jalan masuk itu harus menjadi batas tanah dia (BM) bukan masuk dalam tanahnya. Saya takutnya dikemudian hari akses jalan tersebut ditutup karena alasan tanah miliknya. Itu akses jalan untuk beberapa rumah sehingga sudah menjadi fasilitas umum,” ungkap Fredy.

Dirinya mengaku diawali pembelian tanah tersebut, dirinya dan BM patungan uang. Namun kwitansi pembelian atas namanya. Sehingga sertifikat awal tanah tersebut atas namanya. Kini ketika hendak melakukan pemisahan BM dan Fredy belum menemui kata sepakat terkait akses jalan masuk menuju rumah Fredy.

” Saya tidak ada masalah. Saya mau tanda tangan kwitansi dan sertifikat tanahnya yang penting akses jalan masuk harus jadi batasnya bukan masuk sebagai tanahnya. Kalau dia setuju saya siap tanda tangan tidak perlu bawa-bawa polisi begitu,” ujarnya dengan nada tinggi. (*Tim/SD)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali
Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga
Tim Pemenangan Dede Kusdinar Doa Bersama atas Kemenangan Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00

Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:55

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Senin, 19 Februari 2024 - 21:42

Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali

Senin, 19 Februari 2024 - 17:58

Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina

Senin, 19 Februari 2024 - 13:00

Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas

Sabtu, 17 Februari 2024 - 21:05

Keluarga Korban Akan Terus Kawal Proses Sidang Terdakwa Teny Konay Cs

Jumat, 16 Februari 2024 - 19:48

NasDem Berpeluang Rebut Palu Ketua DPRD Kota Kupang dari PDI Perjuangan

Selasa, 13 Februari 2024 - 19:10

Mobil Pengangkut Logistik Rusak, Anggota Kodim Alor Pikul Kotak Suara ke TPS

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi