ODP di NTT Capai 254 Orang, Besok Dinkes Akan Gelar On The Job Training

- Reporter

Kamis, 26 Maret 2020 - 12:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes didampingi Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, ST, MM dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di depan pelataran kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Jalan Palapa Kota Kupang, Kamis (26/03/2020).

Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes didampingi Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, ST, MM dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di depan pelataran kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Jalan Palapa Kota Kupang, Kamis (26/03/2020).

Zonalinenews-Kupang,- Data perkembangan terkini terkait Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Provinsi NTT mencapai 254 orang.

“Kondisi terakhir sampai dengan jam ini sebanyak 254 ODP,” demikian kata Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes kepada pers di depan pelataran Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Jalan Palapa Kota Kupang, Kamis 26 maret 2020.

Menurut dokter Domi, 26 orang; yang dirawat hingga saat ini ada tujuh (7) orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Dari 254 ODP itu sebagian besar melakukan karantina mandiri. Isolasi mandiri di rumah sebanyak 221 orang, kemudian yang dirawat 7 orang, kondisi sampai dengan saat ini berjumlah 228 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) ada satu orang di rawat di rumah sakit Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Kemudian dari yang dirawat di rumah sakit saya rincikan, di rumah sakit W.Z. Yohannes Kupang 4 orang, TC Hillers 1 orang, Umbu Rarameha 1 orang, Rumah Sakit Ben Mboi 1 orang dan di Rumah Sakit Komodo 1 orang,” ungkap dia.

Terkait sampel darah yang dikirim ke Laboratorium Puslitbang Kementerian Kesehatan RI di Jakarta ada 19 sampel.

“5 sudah diketahui hasilnya negatif; termasuk dua sampel yang dirawat di Maumere dan pasiennya berasal dari Lembata. Hasilnya sudah kita peroleh hari ini dan sudah disampaikan kepada para pihak. Kemudian yang 14-nya kita masih menunggu hasil dari Kementerian Kesehatan,” tandasnya dan mengaku, pihaknya bekerja berdasarkan laporan notifikasi dari kabupaten.

Sementara Dinas Pemerintah Propinisi NTT dalam mengurus penanganan Corona Virus Disease (Covid)-19 di NTT rupanya tidak main-main, dan untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah digelar kegiatan on the job training.

“Besok akan dilakukan kegiatan on the job training yang dilaksanakan di rumah sakit Prof. W Z Yohannes Kupang,” ucap Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes

Menurut dia, on the job training akan diikuti oleh seluruh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT, Direktur Rumah Sakit Kabupaten/Kota, dokter spesialis paru dan dokter spesialis penyakit dalam, petugas laboratorium, dan perwakilan perawat.

“Kita berharap sekembalinya mereka dari kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi keraguan dalam penatalaksanaan pasien Covid-19,” kata mantan Dirut rumah sakit Prof. W Z Yohannes Kupang.

Kegiatan on the job training sebut dokter Domi, akan diawali pengarahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

“Arahan Bapak Gubernur pada jam 08.00 wita dari ruangan Bapak Gubernur; karena Bapak Gubernur tidak bertemu langsung dengan peserta kegiatan,” jelas dokter Domi sembari menambahkan, “Tentu syarat-syarat yang namanya physical distancing dan social distancing sebisa mungkin dipenuhi. Seusai dengan protap-protap yang ada, baik dari WHO maupun dari Kementerian Kesehatan RI”.

Dijelaskan, maksud dan tujuan dari kegiatan on the job training ini adalah pertama, mengurangi kesimpangsiuran informasi dalam penatalaksanaan penanganan Covid-19 dan kedua, dalam kegiatan itu juga akan dilaksanakan simulasi penanganan pasien.

“Kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, Jumat dan Sabtu,” kata dokter Domi.

Tidak Ada Lockdown

Di tempat yang sama, Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, ST, MM menegaskan, tidak ada penutupan jalur penerbangan udara maupun pelayaran di Provinsi NTT.

“Tidak ada lockdown. Tidak ada penutupan bandara dan tidak ada penutupan pelabuhan laut. Semua terbuka normal seperti biasa,” kata dia.

Menurut dia, yang ada justru pengetatan pengawasan orang perorang.

“Kita dorong para operator, para pengelola bandara dan pelabuhan untuk benar-benar menggunakan protokol kesehatan. Pemkab Manggarai Barat sudah diminta untuk tidak boleh melakukan lockdown,” kata Isyak yang saat itu juga didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. (*Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kader Posyandu di Desa Nadawawi Terima 5 Unit Antropometri
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
Kedubes Jepang Untuk Indonesia Hibah Bantuan Alkes di Rumah Sakit Cancar
HUT Bhayangkara Ke-76, Polres Manggarai Gelar Donor Darah
Dapur Kelor Sosialisasi Pengolahan Daun Kelor Menggunakan Metode Mesin Pengering di Kodim 1624 Flotim
Pastikan Kenyamanan Penunpang, Babinsa Pantau Pelabuhan Laut Lembata
Polres Merto Jakarta Pusat Berhasil Tangkap Sindikat Jaringan Sabu Kualitas Terbaik
Dijuluki Tingkat Kemiskinan Ekstrim, Presiden Jokowi Kunker ke NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi