Menyoal Komposisi Kabinet Dan Politik Anggaran

- Reporter

Jumat, 15 Agustus 2014 - 22:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Farid Ari Fandi Warga Rawa Terate Pulo Gadung

Zonalinenews-Jakarta,- Pidato terakhir Presiden Rupublik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY)di depan parlemen menyampaikan Indonesia akan membuat sejarah baru dalam penetapan RAPBN 2015 yang mencapai 2.019 T. Tentunya realisasi Anggaran ini sebagian besar akan menjadi anggaran belanja di pemerintahan selanjutnya. Pengalaman pengelolaan dan penyerapan anggaran sering berhadapan dengan kepentingan sektoral.

sby pidato

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang akhirnya perencanaan anggaran terkesan dibuat tidak memperhatikan kondisi lapangan dan memperhatikan Grand Design bersama Kabinet. Kejadian tumpah tindih dalam mengerjakan satu program yang sama merupakan cerita lama dan berpeluang menyebabkan inefisiensi. Sayangnya, Praktek ini terus berulang karena sistem perencanaan kita sering “tergopoh2” mengejar deadline Tahun Anggaran yang sudah selesai dan akan dilaksanakan. Alhasil masih sering dijumpai program copy paste dan mengabaikan hasil evaluasi program dan kebutuhan riil masyarakat. Yang berakhir program selalu ada namun tidak sanggup mensejahterakan masyarakat sebagaimana yang dicita-citakan para founding fathers bangsa kita.

Dampaknya anak bangsa menjadi selalu terbelakang dari bangsa-bangsa lain. Dan sayangnya bangsa yang maju tersebut, awalnya belajar dari Indonesia. Hal inilah yang harus dipertimbangkan dalam membuat komposisi kabinet kedepan. Perubahan dalam idealitas program yang dibangun seringkali bertolak belakang dengan program yang akhirnya hanya berakhir copy paste dan rutinitas. Nama dan semangat program bisa berubah, namun jenis pekerjaan yang dilakukan nyatanya masih sama. Dalam satu lokasi saja yang memiliki banyak departemen bisa mengintervensi hal yg sama pada satu permasalahan, dengan nama program yang bisa berbeda beda. Pada akhirnya ini dapat merusak moril penerima manfaat, yang berarti merusak moril masyarakat.

Sayangnya lagi ruang-ruang ini sering dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab dengan memotong bantuan tersebut. Bisa dibayangkan bila di wilayah tersebut sedang ada pemilihan kepala/daerah/bupati/camat/walikota/keluarahan/ sampai tingkat rt rw yang akhirnya program tersebut bisa menjadi agenda pemenangan kelompok tertentu, karena potensi mulai dari atas sampai ke tingkat bawah bisa melakukan hal yang sama. Maka akan terjadi pengorganisasian secara merata, akhirnya merusak pemilihan yang harusnya berangsung secara jurdil. Ini menjadi tantangan besar Jokowi JK dalam mengatur komposisi kabinet ke depan Banyak hal yang sering menjadi tidak efektif ketika mengintervensi sebuah programakibat kesulitan mengukur keberhasilannya. Beberapa masukan ini menjadi penting untuk menjadi pedoman Jokowi JK dalam penyusunan kabinet. Bagaimana Jokowi JK mengatur politik anggaran dalam mendukung efektifitas penyelenggaraan Negara. Mari kita nantikan bersama.

Mudah-mudahan apa yang di khawatirkan di atas tidak terjadi. Mudah-mudahan yang kita ceritakan diatas Cuma terjadi dinegara dongeng belaka, bukan di negeri kita. (* humaira)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jane Natalia Suryanto: Menang Tidak Menang Terus Melayani Masyarakat
Zulfikli Hasan: Prabowo Gibran Tidak Ada Lawan dan Akan Menang Mutlak
Perhimpunan Rakyat Progresif Ajak Kaum Milenial Untuk Berpolitik Cerdas
PAN Sabu Raijua Target Raih Satu Fraksi
Daftar Bacaleg Partai Nasdem Ingin Rebut Kursi Ketua DPRD NTT
Marthen Dira Tome Dinilai Layak Pimpin Provinsi NTT
Insiden 894 Korban Jiwa Petugas Pemilu 2019, AHY Minta Jangan Terulang Lagi
Penuhi Panggilan Jaksa, Sekda Flotim Langsung Ditahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 20:24

Target 30-45 Ribu KTP, Djainudin Lonek Yakin Lolos Pintu Independen di Pilkada Kota Kupang

Selasa, 16 April 2024 - 17:45

Usai Rakerwil Perdana, Forum Pemuda NTT Rencana Mendirikan Koperasi

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Jumat, 5 April 2024 - 00:34

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi