Menhub Minta Usai Diresmikan, Kapasitas dan Fasilitas Pelabuhan Ditingkatkan

- Reporter

Jumat, 2 Oktober 2015 - 12:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya

Zonalinenews –Alor, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan usai acara peresmian tiga pelabuhan di Pelabuhan Dulionong, Kabupaten Alor, NTT, Jumat 2 Oktober 2015 2015 mengatakan jumlah pelabuhan di Indonesia sebanyak 1.241 pelabuhan umum.

Menurutnya , dengan dibangunnya pelabuhan-pelabuhan ini yang penting adalah ketersediaan fasilitas pelabuhan. Contohnya pelabuhan peti kemas yang mesti tersedia reach stacker, untuk itu pemerintah berkewajiban meningkatakan pelabuhan yang ada, baik kapasitas, dan fasilitasnya sehingga bermanfaat.

“Pelabuhan-pelabuhan itu harus ada akses jalannya, bagus. Kan ada pelabuhan yang akses jalannya kecil sekali. Truk tidak masuk dan sebagainya, saya biasanya koordinasi dengan Kementerian PU,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait peresmian tiga pelabuhan di Kabupaten Alor, ia mengatakan, untuk wilayah Indonesia Timur diperlukan keberadaan infrastruktur pelabuhan terutama pelabuhan peti kemas dan penumpang.

“Mudah-mudahan pembangunan ini bisa bermanfaat buat kesejahteraan masyarakat khususnya di Pulau Alor,” ujar Jonan.

 Untuk Pelabuhan Dulionong dan Moru berada di bawah Ditjen Perhubungan Laut dengan unit pelaksana tugas (UPT) yang mengelola. Dana yang dibangun untuk kedua pelabuhan ini berasal dari APBN sebesar Rp 65,7 miliar (Dulionong) dan Rp 41,3 miliar (Moru).

 Pelabuhan Penyeberangan Baranusa berada di bawah Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub yang sudah diserah terimakan kepada Kabupaten Alor. Pelabuhan dengan area 4025 meter persegi ini dibangun dari 2011 sampai 2013. Biaya yang digunakan berasal dari APBN sebesar Rp 38,2 miliar. (*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi
Sedih Lorong Ditutup Tetangga Sendiri Janda di Kota Reinha-Larantuka 3 Tahun Terlunta di Kontrakan
Persiapan Aliansi Lebao Bangkit Demo Pemda Flotim Ini 3 Tuntutan
Tim Juri Independen Akan Melakukan Penilaian Terhadap Lomba Kebersihan di Kota Kupang
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
PMKRI Ruteng: Usut Tuntas Oknum Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Pembangunan Terminal Kembur
Kasus Pengadaan Lahan Terminal Kembur, Jaksa Tahan BAM dan GJ
Hari Ini, Tiga Tersangka Dana Covid-19 Dikonfrontir
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi