Malu dihadang Warga, Bupati Sikka Larang Wartawan Meliput

- Reporter

Rabu, 21 Juni 2023 - 18:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo Ketika Melarang Wartawan Meliput

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo Ketika Melarang Wartawan Meliput

ZONALINENEWS.COM, MAUMERE, – Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo saat meninjau langsung rencana pemasangan pilar atas tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale-Patiahu di Desa Runut, kecamatan Waigete, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berakhir ricuh antara warga dengan aparat setempat, Selasa 20 Juni 2023.
Masyarakat adat dari Suku Soge dan Suka Goban pun menutup akses Jalan Trans Flores. Akibat penutupan jalan itu mobil yang ditumpangi Bupati Fransiskus Roberto Diogo dihadang warga.
Masyarakat bahkan menggelar aksi demo di pintu masuk eks HGU Patiahu di Patiahu dengan membawa sejumlah poster dan spanduk terkait penolakan pemasangan pilar. Warga memblokde Jalan Trans Flores membuat kendaraan yang ditumpangi Bupati Fransiskus Roberto Diogo teradang, tidak bisa melintas.
Malu karena karena tidak berhasil menembus blokade warga, Fransiskus melampiaskan kekecewaannya kepada wartawan Kontributor MNC Group Jonni Nura yang sudah berada di lokasi sejak awal meliput kegiatan tersebut.
“Heh… kau jangan syuting,” teriak Fransiskus dengan nada garang sambil menunjuk kearah wartawan dari dalam kendaraan dinasnya.
Insiden tersebut mendapat respon dari wartawan yang memastikan sedang dalam melaksanakan tugas peliputan. “Kenapa tidak boleh syuting, pak bupati. Saya wartawan dan sedang bertugas. Kenapa tidak boleh syuting. Ada masalah apa..?,” tanya Jonni.
Jonni menjelaskan, sebagai wartawan yang menjunjung tinggi tugas jurnalistik, larangan bupati Sikka menunjukkan sikap arogansi yang mencoreng keterbukaan informasi publik.
“Saya salah apa, pak bupati. Saya sedang melaksanakan tugas meliput. Kita kan lagi ditempat publik (umum),” tegasnya.
Setelah mendapatkan penjelasan dari wartawan dan sadar akan kesalahannya , bupati Sikka langsung memerintahkan sopir pribadinya untuk meninggalkan tempat kejadian.
Sementara proses pemasangan pilar atas tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale-Patiahu tidak dapat dilakukan akibat warga terus menggelar aksi. (*wilzone)
Facebook Comments Box

Penulis : Wilzone

Editor : Hayer Rahman

Sumber Berita : Wartawan

Berita Terkait

Polisi Grebek Judi Sabung Ayam di Kelurahan Wolomarang
FPPR Lembata Dapati Bukti Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Kades Babokerong
Bupati Sikka Resmikan Sandes Padat Karya Program Kementerian PUPR
Aksi Demo Mahasiswa Tuntut Perbaikan Penanganan Covid – 19 di Sikka Ricuh
Tim SAR Maumere Diperbantukan Untuk Penanggulangan Banjir Bandang di Ngada
Nelayan Pelaku Bom Ikan di Perairan Teluk Maumere Ditangkap Polisi
Rosalia Nurak Pimpin Pengda IPPAT Flores Satu
Sabinus Pastikan Perindo Sikka Terus Berjuang Raih Kemenangan
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi