Home / Tak Berkategori

Lima Cara Perbanyak Buku Menarik di Sekolah Tanpa Gunakan Dana BOS

- Reporter

Kamis, 25 Agustus 2016 - 08:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat yang menarik untuk membaca seperti di SDN Inpres 105 Alatengae membuat siswa senang membaca

Tempat yang menarik untuk membaca seperti di SDN Inpres 105 Alatengae membuat siswa senang membaca

Tempat yang menarik untuk membaca seperti di SDN Inpres 105 Alatengae membuat siswa senang membaca
Tempat yang menarik untuk membaca seperti di SDN Inpres 105 Alatengae membuat siswa senang membaca

Zonalinenenws- Makassar,- Banyak sekolah saat ini  aktif menggerakkan budaya literasi. Pada umumnya  membuat taman baca, sudut baca dan memperindah perpustakaan agar menarik siswa mengunjunginya.

Sekolah Juga membuat berbagai program budaya baca, membaca 15 menit sebelum pembelajaran, jam khusus  kegiatan membaca, orang tua siswa bercerita buku di sekolah dan sebagainya. Namun bagaimana bila  budaya baca sudah tumbuh, semua bahan bacaan habis terbaca  oleh siswa…?

Salah satu kendala budaya baca adalah minimnya buku. Kalau buku sedikit, dan isinya tidak menarik, minat baca siswa juga akan turun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 “Saya pernah pergi ke sekolah, banyak sekali buku yang diperuntukkan bagi siswa  tidak memancing siswa membaca. Tanpa ilustrasi, dicetak di kertas apa adanya dengan lay out yang sekedarnya saja. Padahal buku itu dibeli pakai dana BOS,” ujar Fadiah, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS,  Kamis 25 Agustus 2016.

Agar koleksi buku-buku menarik di sekolah semakin bertambah, berikut ini kiat-kiat yang bisa dipakai sekolah Pertama: melakukan peminjaman buku pada orang tua siswa. Pada rapat bersama orang tua siswa diumumkan bahwa masing-masing orang tua siswa diminta kerelaannya untuk meminjamkan buku-buku yang menarik bagi siswa. Buku tersebut dipinjam selama satu semester atau satu tahun dan dibuatkan identitas agar diketahui siapa pemiliknya. “Kami pernah melakukan semacam ini, dan koleksi buku semakin banyak karena banyak orang tua tidak lagi mau mengambil buku-bukunya,“ ujar ibu Agusniati, mantan kepala sekolah SDN Kompleks IKIP Makassar.

Kedua: meminta alumni untuk menyumbangkan buku. Banyak sekolah  meminta siswa  sebelum pergi lulus dari sekolah, menyumbangkan buku untuk adik-adiknya. Bisa buku bekas atau buku baru. Bisa dua sampai tiga buku. “Koleksi buku kami bertambah kurang  60 buah lebih tiap tahun, karena program seperti ini,” ujar ibu Siswati, guru SDN 5 Ballo Takalar Sulsel.

Ketiga : hadiah ulang tahun siswa. Hadiah ulang tahun siswa tidak lagi harus berbentuk kue, baju atau lainnya. Untuk menggerakkan program literasi, hadiah ulang tahun semestinya berbentuk buku. Hadiah itu diberikan orang tua siswa di sekolah di hadapan teman-teman satu kelasnya. Buku hadiah tersebut tetap punya siswa yang berulang tahun, namun diberikan identitas dan diletakkan di sudut baca, atau taman baca sehingga siswa lain bisa ikut membacanya. “Buku-buku yang dibeli dan diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya adalah buku buku yang menarik dan sesuai dengan usia siswa,” ujar Debby, guru SDN 102 Makale 5 Tana Toraja yang telah melakukan ini.

Keempat: siswa membuat perpustakaan mini sendiri. Para siswa tiap kelas dibentuk kelompok terdiri dari 5 -7 orang. Masing-masing diminta membuat rak kecil sendiri dari bahan-bahan bekas. Bisa dari karton, dari triplek, atau apa saja. Mereka juga diminta mengisi rak mini tersebut dengan buku-buku dari rumah mereka sendiri yang sudah mereka berikan identitas. Mereka mengelola perpustakaan mini kelompok itu dan menawarkan koleksi bukunya kepada kelompok lain. “Buku-buku yang mereka bawa sangat menarik, karena buku-buku yang mereka suka,” ujar Alphian Sahruddin, guru SD Kompleks IKIP I Makassar yang telah menerapkan hal ini.

Kelima: membuat proposal permintaan buku ke toko buku, instansi pemerintah, perpustakaan dan perusahaan-perusahaan.

“Saya pernah melakukan ini. Semua dinas ternyata memberikan buku yang bagus yang kadang sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Misalnya pertanian, banyak memberikan buku pertanian.   Toko buku pun banyak memberikan buku-buku menarik yang biasa sudah tidak terjual,” ujar Mustajib, Communication Specialist USAID PRIORITAS yang pernah mendirikan perpustakan desa di salah satu desa di Bone, Sulawesi Selatan. (*tim/must)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jam Kerja, Ruang Kantor Dinas Pariwisata Alor Disulap Jadi Tempat Karaoke dan Dansa
Pleno Rekapitulasi Terbuka di Kecamatan Wewaria Ricuh
Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu
Melihat Kondisi Situs Sejarah Bungker Perang Dunia II di Bukit Cinta Penfui
Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:20

Jam Kerja, Ruang Kantor Dinas Pariwisata Alor Disulap Jadi Tempat Karaoke dan Dansa

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:42

Pleno Rekapitulasi Terbuka di Kecamatan Wewaria Ricuh

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:08

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:18

Melihat Kondisi Situs Sejarah Bungker Perang Dunia II di Bukit Cinta Penfui

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00

Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola

Senin, 19 Februari 2024 - 21:42

Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali

Senin, 19 Februari 2024 - 21:27

Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga

Senin, 19 Februari 2024 - 17:58

Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina

Berita Terbaru

Nusa Tenggara Timur

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Jumat, 23 Feb 2024 - 07:08

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi