Kopra Komoditi Ekspor Tertinggi dari Ende Periode Januari -September 2020

- Reporter

Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews,Ende- Kopra menempati ranking tertinggi dalam data potensi ekspor komoditas pertanian dari Kabupaten Ende. Komoditas ini berada di puncak dengan jumlah 775, 07 ton. Data tersebut berdasarkan Iqfast atau Indonesia Quarantine Full Automation System.

Iqfast merupakan rumah besar sistem informasi karantina yang dibangun dan digunakan di seluruh unit pelaksana teknis karantina pertanian di seluruh Indonesia.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende,Ir. Konstan, M.M, yang ditemui di ruangannya Kamis (22/10/20) mengatakan, data Iqast Kabupaten Ende, per Januari hingga September 2020 menunjukan trend positif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa komoditas ekspor unggulan menunjukan angka peningkatan.

Selain Kopra, kata Konstan, komoditas lain seperti Kopi, Kelapa bulat, Mede, juga tercatat memiliki potensi yang, tidak dapat dikatakan sedikit.

Di bawah Kopra, terdapat komoditas Kakao, yang menempati peringkat dua. Kakao tercatat menyumbang 610 ton.

Selanjutnya berturut-turut, Kelapa bulat dengan 476 ton, Mede 125 ton, Porang 59 ton, Kopi 46 ton, dan Kelapa bungkil 10 ton.

Data tersebut berdasarkan lalu lintas komoditas dari Ende menuju Jawa dan Sulawesi.

Pendataan potensi ekspor dibuat dalam rangka mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat, atau disingkat Gratieks, yang kini digalakkan Kementrian Pertanian. Itu sebagai salah satu upaya mengenjot produk ekspor komoditas pertanian.

Selain melakukan pendataan, Karantina Pertanian Ende juga melakukan survei dan sosialisasi ke desa-desa.

Sosialisasi penting dilakukan guna menjelaskan kepada masyarakat, komoditas unggulan dalam perdagangan ekspor.

Sehingga diharapkan, masyarakat mampu memilah dan peningkatkan produktifitas komoditas yang bernilai ekspor atau sesuai dengan permintaan pasar.

Dalam menyukseskan Gratieks, Karantina Pertanian Ende juga melakukan kerjasama dengan beberapa instansi, seperti Dinas Pertanian Kabupaten Ende. Tak hanya itu, para pengusa juga dilibatkan. Hal ini mengingat peran pengusaha yang berkaitan langsung dengan proses perdagangan. (*Oby Tani)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang
Cegah Paham Radikal dan Terorisme, BNPT – FKPT NTT Gelar Kegiatan Camping Keberagaman
Dapat Dukungan PDI Perjuangan dan PAN, Lusia Adinda Terus Bangun Komunikasi Dengan Parpor Lain
Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN
Anggota DPRD Kota Kupang Terpilih Absalon Sine Jadi Tersangka Tipibank
Tuntaskan Penyidikan, OJK Serahkan 2 Tersangka Tipibank di BPD NTT ke Kejaksaan
Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua
Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 Agustus 2023 - 23:41

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Direktur PT Omsa Medic Bajo Praperadilan Polres Manggarai Barat

Selasa, 2 Mei 2023 - 21:20

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi

Minggu, 22 Januari 2023 - 21:32

Polisi Berhasil Tangkap Jaringan Ganja Antar Provinsi di Labuan Bajo

Kamis, 15 Desember 2022 - 07:09

KPU Manggarai Barat Laksanakan Uji Publik Rancangan Penetapan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD

Selasa, 13 Desember 2022 - 06:54

Polres Mabar Razia Tempat Hiburan Malam di Labuan Bajo

Senin, 12 Desember 2022 - 08:45

Polisi Amankan 9 Orang Calon TKI dan 1 Orang Perekrut di Labuan Bajo

Sabtu, 10 Desember 2022 - 11:41

Polres Mabar Beri Konseling Psikologis Bagi 3 Anak Korban Pelecehan Seksual dari Ayah Kandung

Kamis, 8 Desember 2022 - 16:50

Operasi Pekat Polres Mabar Sasar Penjual Kembang Api

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi