Kepsek SDN Batu Lesa Minta Aktifitas PT. Alam Indah Ditutup

- Reporter

Kamis, 10 Maret 2016 - 13:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP

Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP

Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP
Aktifitas PT Alam Indah di Sumlili tanpa IUP

Zonalinenews-Sumlili, Kepala Sekolah SD Negeri Batu Lesa meminta pemerintah Kabupaten Kupang untuk menutup aktifitas penggilingan dan penggalian Kerikil di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat. Pasal, jarak antara sekolah dan tempat penggilingan dan penggalian batu dan pasir tidak jauh. Lokasinya sangat berdekatan. Jarak antara sekolah dan penggilingan tersebut kurang lebih 50 meter. Akibatnya, saat KBM di SD Batu Esa, para siswa tidak bisa berkonsentrasi mendengarkan pelajaran dari guru. Karena kebisingan alat berat dari PT alam Indah. Selain kebisingan, tebaran debu yang setiap hari harus dihirup oleh semua komponen sekolah. Baik itu, guru, kepala sekolah dan siswa.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah Batu Lesa, Otniel Batuk ketika ditemui Sabtu, 5 Maret 2015 di SDN Batu Lesa sekitar pukul 13.00 wita.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, dalam KBM terkadang siswa kembali menanyahkan materi pelajaran yang telah dijelaskan. Karena, akibat dari kebisingan sehingga siswa tidak mampu mendengarkan materi pelajaran dengan baik dan benar. Dan, guru pelajaran harus berbesar hati untuk menjelaskan materi pelajaran yang telah dijelaskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Kondisi yang terjadi ini, tutur Batuk dikuatirkan akan mengganggu pendengaran siswa dan para siswa bisa tuli. Selain tuli juga akan berakibat pada penyakit ispa, bukan saja siswa tapi termasuk guru dan kepala sekolah,” jelas Batuk.

Dikatakan bahwa permintaan penutupan telah disampaikan ke Kepala Desa, namun sampai dengan saat ini permintaan tersebut tidak dihiraukan. Bahkan, hasil dari permintaan untuk penutupan atau pemindahan lokasi kegiatan tersebut hilang informasi. Bahkan penyampaian untuk penutupan lokasi aktifitas PT. Alam Indah juga telah disampaikan ke Camat.

Dikatakan bahwa, setelah permintaan tersebut disampaikan, sudah beberapa kali ada anggota DPRD Kabupaten Kupang yang mengunjungi lokasi PT. Alam Indah dan Anggota DPRD yang melakukan kunjungan tersebut melihat secara dekat jarak antara Sekolah dan pusat Aktifitas PT. Alam Indah tapi sampai dengan saat ini tidak respon yang baik.

” sampai hari ini, persoalan yang kita sampaikan Ke Desa dan Camat tidak dipedulikan. Bahkan, anggota DPRD yang mengunjungi lokasi ini juga hanya diam. Sehingga, kita hanya bisa menunggu, dan anak-anak sekolah terus belajar  dalam kondisi kebisingan dan debu menjadi Makanan pokok setiap hari,” kesal Batuk.

Camat Kupang Barat, Yesaya Lanus yang di Konfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut. Sehingga dilakukan pendekatan dengan para tuan tanah untuk melakukan dengar pendapat. Sebab, sekolah yang berdekatan dengan pusat atifitas sangat mengganggu proses KBM.

Dikatakan bahwa PT. Alam indah telah membuat hiruk pikuk dan pencemaran udara melalui aktifitasnya. Namun, menurut PT. Alam indah bahwa telah dibicarakan dengan pihak sekolah agar tanah yang ditempati SD Batu Lesa diserahkan ke PT. Alam Indah. Kemudian PT. Alam Indah mencari dan membeli tanah untuk dibangun sekolah tersebut.

Sementara ketika ditanyakan tahun aktifitas PT. Alam Indah di Sumlili camat tidak mengetahuinya. Sementara SD Onitua sendiri dibangun pada tahun 2009.

” saya tidak tahu adik kapan alam indah mulai aktifitas disitu,” tutur Lanus.

Dikatakan bahwa, menurut PT. Alam Indah, bahwa merekalah yang mendahului untuk melakukan aktifitas.

Lebih lanjut dikatakan bahwa alam indah dalam melakukan aktifitas penggilingan disumlili tidak mengantongi izin.

“Alam indah tidak punya izin dari pertambangan dalam melakukan aktifitas,” ucap Lanus. (*Paul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD Kota Kupang Terpilih Absalon Sine Jadi Tersangka Tipibank
KAI Daop 1 Jakarta Adakan Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Jakarta Kota
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi