Home / Tak Berkategori

Kejati NTT Minta Penyidik Rampungkan Berkas Kasus Manulai II

- Reporter

Rabu, 3 September 2014 - 10:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang,- Sampai saat ini, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) tengah berupaya merampungkan berkas perkara dugaan korupsi pembelian tanah di Manulai II tahun anggaran 2007 dan 2010 seluas 42 Ha. Kajati NTT, Mangihut Sinaga yang ditemui diruang kerjanya, Rabu  3 September 2014  menjelaskan saat ini dirinya telah memerintahkan tim penyidik dalam kasus dugaan korupsi pembelian tanah di Manulai II tahun anggaran 2007 dan 2010, agar dapat merampungkan berkas perkara tersebut dalam waktu dekat.

kejati nttt

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dikatakan Sinaga dalam perintahnya itu tim penyidik diminta agar berkas perkara pembelian tanah di Manulai II dapat dilakukan tahan dua dari tangan penyidik kejati NTT ke tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pertengahan bulan ini, sehingga segera dilakukan pelimpahan ke Kejari Kupang. “Saya sudah keluarkan perintah untuk para penyidik yang tangani kasus pembelian tanah di Manulai II, agar segera dilakukan perampungan berkas sehingga dilakukan pelimpahan tahap dua ke Kejari Kupang pertengahan bulan ini, “ kata Sinaga.

Mengenai kerugian Negara, lanjut Sinaga, tidak perlu dilakukan audit oleh Badan Pemeriksan Kuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT, karena kerugian dalam kasus itu telah jelas yang mana mencapai Rp 1, 460 juta.

Sinaga menjelaskan bahwa kerugian Negara tidak perlu lagi diaudit oleh BPKP NTT karena kerugian Negara dalam perkara itu sudah sangat jelas dan kini telah dikembalikan oleh tersangka, Kabag Umum Setda Kota Kupang, Yefta Bengu. “Mengenai kerugian Negara saya rasa tidak perlu lagi dilakukan audit oleh BPKP NTT, karena saya anggap kerugian Negara sudah jelas dan sudah dikembalikan oleh tersangka Kabag Umum Setda Kota Kupang, Yefta Bengu, “ ungkapnya.

Selain itu, kata Sinaga, kasus dugaan korupsi pembelian tanah di Manulai II, terus dilakukan pendalaman oleh tim penyidik Kejati NTT sehingga kasus itu menajdi terang benderang. (*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Target 30-45 Ribu KTP, Djainudin Lonek Yakin Lolos Pintu Independen di Pilkada Kota Kupang
Usai Rakerwil Perdana, Forum Pemuda NTT Rencana Mendirikan Koperasi
Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah
Dengan Asas Penundukan Diri, Sengketa Aktivitas Ekonomi Syari,ah untuk Non-Muslim Dapat Diselesaikan di Pengadilan Agama
Ketum DPP PWMOI Tunjuk Andre Lado Bentuk PWMOI Provinsi NTT
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan
Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 20:24

Target 30-45 Ribu KTP, Djainudin Lonek Yakin Lolos Pintu Independen di Pilkada Kota Kupang

Selasa, 16 April 2024 - 17:45

Usai Rakerwil Perdana, Forum Pemuda NTT Rencana Mendirikan Koperasi

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Jumat, 5 April 2024 - 00:34

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi