Home / Tak Berkategori

Kapolres Sumba Barat Ragukan Hasil Autopsi , Iyeck Nanda Saputra

- Reporter

Sabtu, 1 Oktober 2016 - 02:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sumba Barat, AKBP Muhamad Erwin

Kapolres Sumba Barat, AKBP Muhamad Erwin

Kapolres Sumba Barat, AKBP Muhamad Erwin
Kapolres Sumba Barat, AKBP Muhamad Erwin

Zonalinenenws-Sumba Barat, Proses penegakan hukum terhadap korban pembunuhan Iyeck Nanda Saputra di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada tanggal 22 Januari 2014 silam, hingga kini belum mendapatkan titik terang penyelesaian, baik oleh oleh penyidik Polda NTT maupun pihak kepolisian setempat.

Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis 29 Serptember 2016, Kapolres Sumba Barat, AKBP Muhamad Erwin mengatakan bahwa hasil visum et repertum (autopsi) oleh Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Instalasi Kedokteran Forensik pada tanggal 2 September 2014 yang menyebutkan bahwa penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul pada wajah (daerah hidung dan wajah) yang mengakibatkan patah tulang hidung dan pipi serta kerusakan jalan nafas bagian atas sesuai dengan peristiwa penganiayaan sebagai penyebab kematian, adalah keputusan sepihak dan tidak dapat dijadikan fakta hukum.

“Boleh tidak Dokter mengatakan hal seperti itu? Dokter tidak boleh mengatakan atau memvonis bahwa itu adalah penganiayaan. Itu tidak dapat dijadikan fakta hukum. Kami akan memeriksa ulang,” kata Erwin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejauh ini, lanjut Erwin, pihaknya  hanya menangani motif kasusnya yakni lakalantas. “Kami belum menemukan bukti termasuk pelaku yang ditetapkan terangka meskipun pihak keluarga menuntut dan meyakini bahwa kasus tersebut adalah pembunuhan. Sejauh ini kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut,” ungkapnya.

Sementara kepada media, Hadijah Usman selaku ibu kandung korban mengatakan bahwa sejauh ini pihak keluarga didampingi kuasa hukum, telah melakukan berbagai upaya agar kasus ini dapat diungkap secara benar dan adil karena diperkuat dengan bukti hasil autopsi yakni peristiwa penganiayaan.

“Kami masih mengharapkan keadilan dan kepastian hukum atas kematian anak kami. Sudah dua tahun kasus ini terjadi namun belum ada hasil yang kami dapatkan. Jangan sampai kasus kematian anak kami ini dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang. Kami masih menuntut keadilan hukum,” harap ibu Hadijah dengan nada haru.

Minta Kapolri Ambil Alih Kasus

Menanggapi hal ini, saat dikonfirmasi media, Gabriel Sola selaku kuasa hukum ibu Hadijah mengatakan bahwa setelah dua tahun berlalu tanpa ada titik terang penyelesaian baik dari pihak Polda NTT maupuun Polres Sumba Barat, pihaknya akan menyurati pihak Kapolri untuk mengambil alih penanganan kasus tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Kami menilai ada upaya pembiaran terhadap kasus ini. Kami menyayangkan kinerja dan tindak lanjut penanganan oleh pihak Polda NTT dan Polres Sumba Barat. Kebenaran dan keadilan harus terungkap sesuai fakta dan bukan sebaliknya direkayasa. Maka kami akan menyurati pihak Kapolri dan meminta agar mengambil alih penanganan kasus ini sehingga keluarga korban bisa mendapatkan kejelasan dan kepastian hukum di balik kasus kematian tersebut,” kata Gabriel.

Pelanggaran kode etik

Gabriel menambahkan bahwa sesuai penuturan ibu korban, dalam penanganan laporan dugaan pembunuhan tersebut, terdapat pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Oknum Anggota Polres Sumba Barat, Berinisial AA dan kawan-kawan yakni diduga  meminta uang sejumlah Rp 93.500.000 (Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) kepada ibu korban dengan alasan untuk kepentingan autopsi dan penanganan perkara.

“Pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh AA, dkk, harus ditindak tegas oleh Polda NTT dan harus dijelaskan kepada publik. Ini presenden buruk. Pihak penyidik harus menjadi pengayom dan penegak hukum. Martabat hukum harus ditegakan bagi pencari keadilan dan kebenaran dan bukan sebaliknya dibiarkan tanpa ada titik penyelesaian. Selain meminta intervensi kapolsi, kami telah menyampaikan pengaduan kasus ini ke tiga lembaga Negara yakni Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ombudsman RI (ORI) dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas),” tandas Gabriel. (*Che)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Survey Elektabilitas SEMOI George Hadjoh Ungguli Jefri Riwu Kore dan Jonas Salean
Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang
44 WNA Bangladesh dan Myanmar Yang Terdampar di Rote Ndao Dievakuasi ke Rudenim Kupang
Pemprov NTT Serahkan SK Gubernur NTT kepada 1.443 Pegawai PPPK Guru Tahun 2024
Jumat Curhat Bersama Warga, Narkoba dan Tawuran Jadi Perhatian Kapolres Metro Jakarta Pusat
Cegah Paham Radikal dan Terorisme, BNPT – FKPT NTT Gelar Kegiatan Camping Keberagaman
Dapat Dukungan PDI Perjuangan dan PAN, Lusia Adinda Terus Bangun Komunikasi Dengan Parpor Lain
Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Narkoba di Tangsel, Polisi Sita 45 Kg Sabu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 Agustus 2023 - 23:41

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Direktur PT Omsa Medic Bajo Praperadilan Polres Manggarai Barat

Selasa, 2 Mei 2023 - 21:20

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi

Minggu, 22 Januari 2023 - 21:32

Polisi Berhasil Tangkap Jaringan Ganja Antar Provinsi di Labuan Bajo

Kamis, 15 Desember 2022 - 07:09

KPU Manggarai Barat Laksanakan Uji Publik Rancangan Penetapan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD

Selasa, 13 Desember 2022 - 06:54

Polres Mabar Razia Tempat Hiburan Malam di Labuan Bajo

Senin, 12 Desember 2022 - 08:45

Polisi Amankan 9 Orang Calon TKI dan 1 Orang Perekrut di Labuan Bajo

Sabtu, 10 Desember 2022 - 11:41

Polres Mabar Beri Konseling Psikologis Bagi 3 Anak Korban Pelecehan Seksual dari Ayah Kandung

Kamis, 8 Desember 2022 - 16:50

Operasi Pekat Polres Mabar Sasar Penjual Kembang Api

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi