Izin Incenerator Dalam Proses, RS Borromeus Kupang Kelola Limbah Medis Sendiri

- Reporter

Selasa, 28 November 2017 - 08:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suster Geby saat berada lokasi  incenerator ruang pembakaran

Suster Geby saat berada lokasi incenerator ruang pembakaran

Suster Geby saat berada lokasi  incenerator ruang pembakaran
Suster Geby saat berada lokasi incenerator ruang pembakaran

Zonalinenews-Kupang,- Menyikapi pernyataan Kadis Lingkungan Hidup Provinsi NTT, Benyamin Lola, terkait pengelolaan sampah medis oleh mayoritas Rumah Sakit di Kota Kupang yang tidak dikelola secara optimal , Zonalinenews pada Selasa 28 November 2017 menemui pihak RS St. Carolus Borromeus Kupang guna mencari tahu bagaimana pengelolaan limbah medis di RS swasta tersebut.

terkait pengelolaan sampah medis di kota kupang baca link berita http://www.zonalinenews.com/2017/11/rumah-sakit-di-kupang-belum-optimal-kelola-limbah-beracun-kesehatan-warga-terancam/

Kepala SDM Rumah Sakit RS St. Carolus Borromeus ,SR. Gabriella, CB. atau yang akrab dipanggil Suster Geby menjelaskan bahwa pihaknya sudah sejak tahun 2015 lalu menggunakan incenerator  dalam mengelola sampah medis kategori Infeksius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bak pemurnian limbah medis air RS St. Carolus Borromeus Kupang
Bak pemurnian limbah medis air RS St. Carolus Borromeus Kupang

Suster Geby menagakui  pengelolaan sampah medis sebelum tahun 2015 ditangani oleh dinas kebersihan Kota Kupang, dengan pembakaran manual yang jauh dari peraturan perlakuan terhadap sampah medis yang benar.

Rumitnya prosedur untuk memperoleh izin penggunaan incenerator  membuat banyak Rumah Sakit tidak dapat mengoperasikan incenerator  yang telah ada. Untuk RS Carolus Borromeus sendiri, jelas Geby, telah dilakukan upaya mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup Pusat.

“Saya sudah memproses (izin penggunaan incenerator) sampai batas yang paling tinggi, (incenerator kami) sudah disurvei. (RS Carolus Borromeus) satu-satunya di NTT yang sudah sampai di tahap itu,”tuturnya.

RS Carolus Borromeus
RS Carolus Borromeus

Suster Geby menjelaskan bahwa izin penggunaan incenerator  dari Kementerian Lingkungan Hidup Pusat akan segera diberikan kepada pihaknya dan RS Carolus Borromeus merupakan RS pertama  di NTT yang akan memiliki izin itu dalam waktu dekat.

Namun, masih menurut Geby, penanganan sampah hingga kini telah menggunakan incenerator  meski belum memiliki izin. Hal ini diakuinya karena penanganan sampah medis harus dilakukan secara benar jika tidak ingin menimbulkan ancaman kesehatan lainnya.

Kondisi ini juga telah Suster Geby sampaikan, dan oleh Kementerian Lingkungan Hidup tindakan yang dilakukan Geby tidak dipersoalkan berhubung pihaknya telah berupaya maksimal untuk mendapatkan izin operasional incenerator.

Lanjut Geby, dalam sehari terdapat 10-12 Kg sampah medis yang dihasilkan. Sampah yang tergolong Infeksius akan ditempatkan secara terpisah dengan menggunakan plastik pembungkus berwarna kuning. Setiap 2 hari sekali akan dilakukan proses pembakaran dengan incenerator  bersuhu tinggi hingga 1200 derajat Celcius. Tidak hanya itu, pihaknya secara serius juga melakukan pemurnian air limbah medis yang dihasilkan dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada. (*adi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kader Posyandu di Desa Nadawawi Terima 5 Unit Antropometri
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
Kedubes Jepang Untuk Indonesia Hibah Bantuan Alkes di Rumah Sakit Cancar
HUT Bhayangkara Ke-76, Polres Manggarai Gelar Donor Darah
Dapur Kelor Sosialisasi Pengolahan Daun Kelor Menggunakan Metode Mesin Pengering di Kodim 1624 Flotim
Pastikan Kenyamanan Penunpang, Babinsa Pantau Pelabuhan Laut Lembata
Polres Merto Jakarta Pusat Berhasil Tangkap Sindikat Jaringan Sabu Kualitas Terbaik
Dijuluki Tingkat Kemiskinan Ekstrim, Presiden Jokowi Kunker ke NTT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 21:49

Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan

Jumat, 16 Februari 2024 - 18:12

Kantor Lurah Airnona Disegel Warga

Senin, 12 Februari 2024 - 14:46

Melpi Marpaung Tegaskan Selama Masa Tenang, Tidak Diperkenankan Kampanye Termaksud di Medsos

Minggu, 11 Februari 2024 - 07:56

Warga Bello Galakkan Tanam Pinang dan Sirih di Halaman Rumah

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:40

Pengawas TPS lagi Asik Duduk Lesehan Saat Sambutan Ketua Bawaslu NTT

Jumat, 2 Februari 2024 - 19:55

Partai Gerindra Gelar Baksos Pemeriksaan Kesehatan di RT 8 Kelurahan Maulafa

Selasa, 23 Januari 2024 - 17:41

Berkas P21, Teny Konay Langsung Ditahan di Rutan Kelas IIB Kupang

Jumat, 12 Januari 2024 - 21:36

Mahasiswa Malaka Sumbang Masker Medis, Forum Pemuda NTT Siap Distribusi Untuk Warga Terdampak Erupsi Lewotobi

Berita Terbaru

Nusa Tenggara Timur

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Jumat, 23 Feb 2024 - 07:08

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi