Home / Tak Berkategori

Intimidasi Warga, Tomas Butowe Nagekeo Minta Kapolres Ngada Dicopot

- Reporter

Rabu, 9 November 2016 - 09:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKsi

AKsi

AKsi
AKsi

Zonalinenews, Nagekeo – Masyarakat Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui keterangan Pers resmi perwakilan masyarakat kepada media ini per telepon Tanggal 8 November 2016 meminta Kapolda Nusa Tenggara Timur dan Kapolri mengevaluasi serius kepemimpinan Kapolres Ngada, AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K dan dicopot dari jabatan Kapolres Ngada.

Menurut juru bicara perwakilan masyarakat Rendu Butowe, Wilibrodus Ou, Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwandy, S.I.K dalam melaksanakan tugas pengamanan terhadap penolakan masyarakat atas rencana pembangunan Waduk Lambo Nagekeo, posisi Kapolres Ngada sudah tidak lagi berperan sebagai pengayom masyarakat atau yang menetralisir kondisi keamanan warga tetapi justeru sebaliknya Polisi menakut-nakuti warga Rendu Butowe dan bahkan bertindak represif serta intimidatif kepada masyarakat Rendu Butowe Kabupaten Nagekeo Flores. “Tanggal 8 November 2016 sekitar Pkl.8.00 wita warga melihat truck Embun Pagi dengan Plat DH 8303 AF tiba di lokasi Rendu Butowe.

Menurut pengakuan sopir kepada warga, truck Embun Pagi berangkat dari Kupang turun Ende dengan muatan tiga buah mesin bor dan dua belas batang pipa. Kedatangan truck Embun Pagi dipandu oleh Regu Satpol PP Nagekeo Pimpinan Kasat Pol PP Jhon Ndou. Sebelumnya, usai aksi penolakan Tanggal 17 Oktober 2016 jalan masuk menuju lokasi Waduk sudah dipagari warga, menyisahkan sedikit ruang sekitar satu meter untuk jalan keluar masuk kendaraan roda dua sepeda motor. Selanjutnya, setelah mobil meninggalkan lokasi, sejumlah warga dengan spontanitas membawa bambu, memperbaiki kembali pagar yang dibongkar oleh Kasat Pol PP Nagekeo, Jhon Ndou. Peristiwa ini terjadi dalam suasana tenang tanpa gesekan ataupun pertengkaran. Kurang lebih Pukul 3.00 sore sekitar dua puluhan Ibu-Ibu masyarakat adat Rendu Butowe datang dan langsung berdiri memagari jalan masuk dan mengatakan kalau ada yang masih di dalam, silahkan keluar karena jalan ini kami mau tutup untuk ritual adat pembukaan musim tanam. Masyarakat sangat geram setelah mengetahui pagar yang dibuat secara ritual adat, dibongkar paksa oleh Kasat Pol PP Nagekeo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa adu mulut mulai terjadi saat itu juga karena ada masyarakat menyampaikan kalau masih ada anggota Polres dan Anggota Pol PP masih berada dalam lokasi. Adu mulu soal tanah adat dibantah oleh Anggota Pol PP yang menyebut sebagai tanah negara serta mempertanyakan tanah adat dari mana. Maka terjadilah adu mulut berkepanjangan dan saling mempertahankan pendapat. Pada peristiwa ini Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwandy, S.I.K bersama regu Dalmas Polres Ngada juga sudah berada di lokasi dan Kapolres terlibat adu mulut dengan warga. Karena merasa lokasi tersebut adalah tanah adat sejumlah ibu bersumpah dengan cara membuka baju dan telanjang dada di hadapan regu Keamanan termasuk Kapolres Ngada dan berkata ‘dari tanah ini menghasilkan air susu ini yang membersarkan anak-anak kami. Warga merasa tanah leluhur mereka telah dicaplok secara sepihak oleh para kepentingan di Nagekeo untuk pembangunan Waduk raksasa.

 Warga juga bersumpah melalui kalimat, bahwa tanah ini dinikmati dari hasil peperangan dan meterai darah leluhur mereka. Pada saat para ibu bersumpah dengan membuka baju telanjang dada, Kapolres Ngada sempat menelpon temamnya dan pembicaraan tersebut didengar oleh sejumlah warga. Kapolres Ngada mengatakan ‘saya lagi menonton film gratis. Kapolres juga mengatakan bahwa semua yang dipamerkan oleh mama-mama tua adat sama dengan isterinya hanya beda tipis”, urai Wilibrodus Ou.

Menurut Wili, Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwandy, S.I.K juga sempat mengangkat tangan hendak menampar seorang Ibu warga Butowe saat peristiwa adu mulut soal status tanah. Mirip senada disampaikan Ketua Adat Suku Gaja Rendu Butowe Nagekeo, Leo.

Ditambahkannya, masyarakat Rendu Butowe telah mendapat intimidasi serius dari pihak Kepolisian Polres Ngada dibawah pimpinan langsung Kapolres AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K. Karenaitu, kata dia, warga Rendu Butowe Nagekeo, mendesak Kapolres Ngada dicopot dari jabatannya dan harus dimutasi dari wilayah hukum Nagekeo Flores.

Dihubungi per telepon, 9 November 2016, Kapolres Ngada, AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K saat diwawancara media mengatakan, kehadiran Polres Ngada di Nagekeo sebagai wilayah kerja Polres Ngada adalah untuk memberi rasa aman kepada masyarakat dan pihak Kepolisian tidak melakukan tindakan intimidasi terhadap warga Rendu Butowe Nagekeo. “Justeru kehadiran Polres Ngada untuk menegakan hukum dan memberikan rasa aman. Tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman fisik. Itu tidak benar. Justeru kejadian tadi malam alat bor dibakar. Harga alat bor itu ratusan juta rupiah. Itu karena kami ada. Itu saya menduga dibakar oleh msyarakat. Kami dihalangi masuk. Tentang pagar yang dibuka, itu bukan tanah ulayat, tapi itu jalan masuk akses yang biasa dipakai oleh masyarakat dan kebetulan jalan itu yang kita pakai untuk jalan masuk memasukan alat. Mereka memagari, padahal itu jalan Desa. Lebarnya sudah sama dengan jalan desa. Estimasi lebar jalan itu sudah sekitar tiga meter. Jalan itu dirabat, akses jalan menuju kampung, menuju sungai. Mereka melarang masuk dan kalau masuk mereka telanjang. Apa-apaan itu. Malu siapa juga. Mereka menyatakan saya berkata bahwa nonton video gratis, siapa juga yang mengatakan nonton video gratis. Saya tidak mengatakan itu. Sekarang tujuan kita mempermalukan diri siapa. Kenapa kata-kata saya yang dipermasalahkan. Kenapa tidak permasalahkan perbuatan mereka sendiri yang mempermalukan diri sendiri. Masih punya harga diri apa ngga. Masa buka baju, orang sudah tua, malu-maluin saja. Saya menghimbau kepada masyarakat yang masih menolak, biarkan dulu survey berjalan, jangan dihalang-halangi. Proses belum final, bukan membangun, tetapi baru survey”, tegas Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwandy, S.I.K. (*wrn)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali
Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga
Tim Pemenangan Dede Kusdinar Doa Bersama atas Kemenangan Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00

Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:55

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Senin, 19 Februari 2024 - 21:42

Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali

Senin, 19 Februari 2024 - 17:58

Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina

Senin, 19 Februari 2024 - 13:00

Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas

Sabtu, 17 Februari 2024 - 21:05

Keluarga Korban Akan Terus Kawal Proses Sidang Terdakwa Teny Konay Cs

Jumat, 16 Februari 2024 - 19:48

NasDem Berpeluang Rebut Palu Ketua DPRD Kota Kupang dari PDI Perjuangan

Selasa, 13 Februari 2024 - 19:10

Mobil Pengangkut Logistik Rusak, Anggota Kodim Alor Pikul Kotak Suara ke TPS

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi