Home / Tak Berkategori

Hostia Dicemar, Lurah Mataloko Ngada Sisir TKP ‘Peringatan Tegas

- Reporter

Selasa, 1 Maret 2016 - 02:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lurah Mataloko Ngada, Madha Yohanes

Lurah Mataloko Ngada, Madha Yohanes

Lurah Mataloko Ngada, Madha Yohanes-1
Lurah Mataloko Ngada, Madha Yohanes-1

Zonalinenews-NGADA-Satu hari pasca kejadian dugaan pencemaran Hostia di Gereja Paroki Roh Kudus Mataloko Kabupaten Ngada-Flores 28 Februari 2016, Kepala Kelurahan Mataloko, Madha Yohanes didampingi seluruh perangkat kerjanya, Senin 29 Februari 2016 mulai Pukul 10.00 Wita secara Kedinasan Pemerintah langsung menyisir seluruh Lokasi Kejadian Perkara bersama sejumlah tempat lainnya termasuk investigasi pemeriksaan data identitas resmi terhadap sejumlah Karyawan di Kemah Tabor Mataloko Ngada melalui koordinasi Pimpinan Biara Rumah Ret-Ret kemah tavor Mataloko Ngada.

Kepada Wartawan ditemui di Kantor Kelurahan Mataloko Jalan Raya Bajawa-Ende, 29 februari 2016, Kepala Kelurahan Madha Yohanes menyampaikan sejumlah hal penting terkait kejadian dan gambaran kondisi masyarakat di Kelurahan Mataloko, tempat kejadian perkara dugaan pencemaran Hostia di Gereja Mataloko.

“Selama ini kita memaklumi adanya keterbatasan sejumlah penyesuian dari warga-warga pendatang yang datang mencari hidup ataupun kerja melayani warga di Kelurahan Mataloko. Sebagai sesama, kita sangat membanmgun toleransi dan Mataloko memiliki tradisi toleransi yang sangat tinggi degan saudara-saudara kita dari aliran kepercayaan manapun. Ini bukan kecerobohan Pemerintah Kelurahan tetapi murni perilaku jahat si pembuat perkara karena tidak tau berteerimakasih terhadap kenyamanan dan penghargaan yang selama ini terkondisi sangat baik di Kelurahan Mataloko Ngada. Saya dan perangkat kerja melakukan penyisiran di seluruh lokasi kejadian sejak hari kejadian tetapi secara kedinasan kami menggelarnya saat jam kerja. Kami terus mengumpulkan data-data sesuai kebutuhan dan melakukan investigasi untuk mengetahui gerak langkah pelaku dan kami patut mendeteksi seluruh keberadaan rekan-rekan kerjanya sebab mereka semua berjumlah enam orang. Kami juga sudah mendatangi langsung Kemah Tabor Mataloko dalam fungsi koordinasi guna menlacak keberaadaan, perilaku serta kelengkapan berkas administrasi para karyawan yang bekerja di Kemah Tabor Mataloko”, tegas Kepala Kelurahan Mataloko, Madha Yohanes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, sejak bekerja di Kemah Tabor Mataloko, pelaku yang mengaku bernama Daniel alias Purwanto, KTP Warga Boyolali adalah salah satu warga pendatang bersama kelima rekan kerjanya dari luar Flores yang tidak pernah melakukan pemberitahuan kepada Pemerintahan terdekat guna memastikan identitas ataupun tujuan keberadaan mereka di Wilayah Kelurahan Mataloko Ngada.

Dia juga menanmbahkan, meski warga tetap dalam kondisi tenang usai kejadian, tetapi tidak bisa dipungkiri rasa ketidaknyamanan, sikap waspada, keresahan dan perasaan toleransi Warga Kelurahan Mataloko terluka perbuatan pelaku.

“Kondisi warga Kelurahan tetap kondusif dan itu kita jamin. Tetapi tidak bisa disangkal bahwa warga Kelurahan Mataloko dan sekitarnya merasa sangat resah, kecewa, waspada, tidak nyaman dan juga merasa dilukai dalam hal toleransi yang sangat diperahankan selama ini, lalu datang itu pelaku tidak jelas dan buat onar seperti ini. Saya sudah menangkap seluruh pesan warga Kelurahan Mataloko dan sekitarnya, bahwa masyarakat meminta mitra Polisi dalam hal ini Polres Ngada mengusut tuntas siapa pelaku, motif perbuatan dan proses hukum didukung penuh oleh masyarakat. Perbuatan pelaku benar-benar menunjukan kebodohannya ditengah bangsa kita yang besar dan majemuk dan hanya merusak hal-hal kemasyarakatan seperti toleransi, kekerabatan dan lain-lain. Saya juga minta pelaku dihukum dan diusut tuntas. Warga Kelurahan Mataloko kami berlakukan terapan standar baru untuk selanjutnya, termasuk meneliti setiap gerak langkah muka-muka asing yang berkeliaran di Kelurahan Mataloko”, tambah Lurah Mataloko, Madha Yohanes. Dia meminta jangan manfaatkan Gereja sebab Gereja dan Rohaniwan selalu baik dan mencintai siapa saja termasuk mencintai musuh yang berniat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat serta jangan kacaukan umat Muslim sebab umat Muslim adalah umat yang memiliki akhlak dan toleransi mumpuni.

Pemerintah Kelurahan Mataloko Ngada, memerintahkan kelima warga yang berprofesi sebagai Tukang Banguan berasal dari luar Flores dan bekerja di Rumah Ret-Ret Kemah Tabor Mataloko atau warga lainnya yang saat ini bermukim di Wilayah Kelurahan Mataloko untuk segera memenuhi akurasi data administrasi kependudukan tanpa alasan apapun. Pihak Kelurahan Mataloko juga telah merekomendasi kemitraan kepada Biara Rumah Ret-Ret Kemah Tabor Mataloko tentang ketenagaan kerjaan warga pendatang di Wilayah Kelurahan Mataloko Ngada-Flores.

Saat ini pihak Kelurahan Mataloko juga tengah menggodok sejumlah agenda lain terkait situasi dan kondisi guna menciptakan kenyamanan, ketertiban dan toleransi antar sesama. (*wrn)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali
Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga
Tim Pemenangan Dede Kusdinar Doa Bersama atas Kemenangan Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina
Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi