Home / Tak Berkategori

Hendak dilaporkan Ke Kejagung, Kepala BPN Tantang Kejati NTT

- Reporter

Sabtu, 8 Agustus 2015 - 01:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejati NTT  Jhon Purba dan  Kepala Kanwil BPN NTT Drs Josias Benyamin Lona

Kejati NTT Jhon Purba dan Kepala Kanwil BPN NTT Drs Josias Benyamin Lona

Kejati NTT  Jhon Purba dan  Kepala Kanwil BPN NTT Drs Josias Benyamin Lona
Kejati NTT Jhon Purba dan Kepala Kanwil BPN NTT Drs Josias Benyamin Lona

Zonalinenews-Kupang,– Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) beberapa waktu lalu akan melaporkan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) NTT ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan perintah Kepala BPN NTT ke Kepala BPN Rote Ndao, untuk tidak mengajukan kasasi atas putusan PN Rote Ndao dan PT Kupang terkait kasus perdata antara masyarakat Rote Ndao dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rote Ndao serta BPN Rote Ndao.

Atas pelaporan tersebut Kepala Kanwil BPN NTT, Drs Josias Benyamin Lona membatah tundingan tersebut, jika dirinya yang memerintahkan Kepala BPN Rote Ndao, agar tidak menyatakan kasasi.

“Itu tidak benar, saya tidak pernah perintah Kepala BPN Rote Ndao untuk tidak menyatakan kasasi dalam kasus perdata antara BPN Rote Ndao dan Masyarakat Rote Ndao, “ kata Kanwil BPN NTT, Josias Lona kepada wartawan diruang kerjanya, Minggu 2 Agustus 2015 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya minta bukti Jika memang dirinya yang telah memerintahkan Kepala BPN Rote Ndao agar tidak mengajukan kasasi dalam kasus itu, Lanjutnya dirinya meminta bukti apapun yang menyatakan bahwa dirinya yang telah memerintahkan Kepala BPN Rote agar tidak mengajukan kasasi.

“Saya tidak pernah perintah. Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah perintah Kepala BPN Rote Ndao agar tidak ajukan kasasi, Jika pernah saya minta bukti bahwa saya pernah perintah Kepala BPN Rote Ndao, “ kata Lona.

Lona mengaku, dirinya hanya meminta kepada Kepala BPN Rote Ndao, agar dapat mencari jalan keluar atau solusi yang terbaik untuk menyelesaikan sengketa lahan itu antara masyarakat dan BPN Rote Ndao, bukan memerintah Kepala BPN Rote agar tidak kasasi.

Dikatakan Lona, jika memang Kejati NTT hendak melaporkan dirinya ke Kejagung RI, dirinya selaku Kanwil BPN NTT, mempersilahkan Kejati NTT untuk melaporkan dirinya. Namun, dirinya meminta bukti jika dirinya telah memerintahkan Kepala BPN Rote agar tidak ajukan kasasi.

“Mau kasasi, pasti hasilnya sama saja. Pasti BPN Rote juga tetap kalah. Soalnya semua bukti dan saksi-saksi nyatakan kalau itu tanah masyarakat bukan pemda rote ndao, “ terang Lona. Terkait dengan penerbitan 40 sertifikat itu, lanjut Lona, itu merupakan permintaan dari DPRD Rote Ndao dan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning kepada BPN Rote Ndao. Ditambahkan Lona, antara BPN dan Pemda Rote Ndao ada kerja sama tentang pemerbitan sertifikat. Untuk itu, lanjutnya, mengenai 40 sertifikat yang telah diterbitkan oleh BPN Rote Ndao, akan dibatalkan oleh BPN Rote Ndao. Pasalnya, dalam penerbitan sertifikat itu terjadi kesalahan dan dianggap 40 sertifikat itu cacat hukum.

“Apa susahnya batalkan 40 sertifikat itu. Itukan sudah cacat hukum jadi BPN Rote Ndao akan batalkan secara hukum terhadap 40 sertifikat itu, “ kata Lona.

Dalam kasus itu, sambungnya, ada pengakuan dari Bupati Rote Ndao, Leonard Haning bahwa memang benar tanah itu bukanlah tanah Pemda Rote Ndao namun tanah milik masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Kajari Ba’a, Agus Sahat Lumban Gaol yang dihubungi wartawan, mengatakan mengenai masalah perintah Kepala BPN NTT, Josias Benyamin Lona dan Kepala BPN Rote Ndao merupakan masalah internal di dalam BPN sendiri. Dirinya tidak mungkin mencampuri urusan rumah tangga orang. “Soal perintah Kepala BPN NTT kepada Kepala BPN Rote saya dengar. Tapikan itu urusan rumah tangga mereka saya tidak bisa campuri sejauh mungkin, “ kata Agus.

Sebelumnya diberitakan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH, kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis 30 Juli 2015 mengatakan Kejati NTT segera melaporkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) NTT ke Kejagung RI.

Dijelaskan Ridwan, kepala BPN NTT segera dilaporkan ke Kejagung RI berkaitan dengan perintah dirinya kepada Kepala BPN Rote Ndao, untuk tidak mengajukan kasasi atas putusan PN Rote Ndao dan PT Kupang terkait kasus perdata antara masyarakat Rote Ndao dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rote Ndao serta BPN Rote Ndao.

“Kami akan laporkan Kepala BPN NTT ke Kejaksaan Agung (RI) karena atas perintahnya kepada Kepala BPN Rote Ndao untuk tidak ajukan kasasi atas putusan PN Rote Ndao dan PT Kupang, “ kata Ridwan.

Ditegaskan Ridwan, karena perintahnya kepada Kepala BPN Rote Ndao, maka kasus perdata yang dimenangkan oleh masyarakat Rote Ndao menjadi inkrah atau berkuatan hukum tetap. Seharusnya, tambah Ridwan, BPN Rote Ndao bisa mengajukan kasasi dan mungkin saja putusannya akan berbeda dengan PN dan PT.

“Jika saja BPN Rote Ndao ajukan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Ba’a dan Pengadilan Tinggi (PT) Kupang, mungkin saja putusannya akan berbeda, “ kata Ridwan.

Menurut Ridwan, sesuai informasi yang diperoleh dari kejari Ba’a, Kepala BPN NTT memerintahkan Kepala BPN Rote Ndao untuk tidak boleh mengajukan kasasi. Hal ini, telah menghambat proses hukum dalam kasus itu, sehingga Kejati NTT akan melaporkan Kepala BPN NTT ke Kejagung RI. “Perintah dari Kepala BPN NTT kepada Kepala BPN Rote Ndao untuk tidak boleh ajukan kasasi itu kami peroleh dari kejaksaan Negeri (Kejari) Ba’a, “ kata Ridwan.

Ditegaskan Ridwan, perbuatan Kepala BPN NTT dengan memerintahkan Kepala BPN Rote Ndao untuk tidak mengajukan kasasi lagi telah menghambat proses penyidikan sehingga dapat dikenakan Pasal 21 KUHP.

“Kami akan laporkan dengan alasan telah menghambat proses penyidikan dengan dikenakan Pasal 21 KUHP dan itu hukumannya sangat berat, “ tegas Ridwan. (*venya)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang
44 WNA Bangladesh dan Myanmar Yang Terdampar di Rote Ndao Dievakuasi ke Rudenim Kupang
Pemprov NTT Serahkan SK Gubernur NTT kepada 1.443 Pegawai PPPK Guru Tahun 2024
Jumat Curhat Bersama Warga, Narkoba dan Tawuran Jadi Perhatian Kapolres Metro Jakarta Pusat
Cegah Paham Radikal dan Terorisme, BNPT – FKPT NTT Gelar Kegiatan Camping Keberagaman
Dapat Dukungan PDI Perjuangan dan PAN, Lusia Adinda Terus Bangun Komunikasi Dengan Parpor Lain
Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Narkoba di Tangsel, Polisi Sita 45 Kg Sabu
Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi