Home / Tak Berkategori

Hari Kebangkitan Nasional, Momentum Berharga Perekat Persatuan

- Reporter

Senin, 22 Mei 2017 - 03:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hermanus Boki

Hermanus Boki

Hermanus Boki
Hermanus Boki

Zonalinenews-Kupang,-  Hermanus Th. Boki Ketua DPD KNPI NTT Periode 2017-2020 Minggu 20 Mei 2017 pukul 20.00 wita menjelaskan  Budi Utomo dan 28 Oktober 1928 sumpah pemuda adalah 2 peristiwa besar yg mempengaruhi sejarah bangsa, dan menjadi benang merah mengapa hari kebangkitan Nasional di Indonesia senantiasa dilestarikan.

 Mengapa 20 Mei? Sebab di tanggal itu komitmen kebangsaan dan persatuan didengungkan secara serentak dan mendobrak sekat-sekat  suku, ras, agama, pilihan politik, aliran pahaman dan kepentingan demi menggapai Indonesia yg mandiri dan majemuk. Bangsa Indonesia bangkit secara serentak dengan komitmen memelihara persatuan dari ujung timur sampai ujung barat, Utara hingga selatan Bumi Pertiwi.

Indonesia masih dijajah pada hari dimana 2 peristiwa besar tadi terjadi, namun semangat kebersamaan yg ditunjukkan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pejuang2 kemerdekaan melekat begitu erat dan nampak. Saat dijajah, karena ada pada satu penderitaan, kebersamaan nyatanya begitu mudah digenggam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencanangan 20 Mei sabagai hari kebangkitan Nasional adalah upaya sadar dan strategis Indonesia untuk mendengungkan lagi dan lagi tentang pentingnya merawat kebhinekaan, persaudaraan, di bawah satu negara, Indonesia, satu bendera, merah putih, satu ideologi, Pancasila. Hari ini, bisa kita saksikan Indonesia ibarat kapal yg terombang ambing oleh gelombang perbedaan. Pilihan politik, warna partai, jubah agama, topeng suku dan ras menjadi deadly weapon (senjata mematikan) yg siap membidik kapal induk Indonesia yg bernama kebhinekaan. Kita seolah dipisah oleh perbedaan yg di masa-masa sebelum kemerdekaan menjadi modal persatuan dan kekuatan.

Setelah reformasi, hak demokrasi yg kita miliki cenderung menghadirkan perpecahan. Ironis, kemerdekaan memilih kita didapat, namun pertengkaran politik justru melemahkan. Indonesia seolah tidak lagi dipusingkan kemiskinan, kebodohan, minimnya lapangan kerja, narkoba/HIV Aids, human traficking, pelanggaran ham hingga isu2 liberalisasi pendidikan, minyak, tambang, hasil bumi, termasuk ancaman perebutan pulau2 terluar kita.

Padahal itu jauh lebih mendesak dan krusial dibanding pilihan2 politik masyarakat. Momen 20 Mei 2017 ini seyogyanya mampu membawa kita pada sebuah refleksi sederhana. Apakah yg qt ributkan hari ini (tentang siapa lebih beragama dan lebih beriman, siapa lebih cocok menjadi pemimpin dan siapa yg tidak, siapa yg lebih salah dan lebih benar dalam pelanggaran hukum, suku dan ras mana yg lebih tinggi dan mana yg rendah) bisa membantu kita meminimalisir kemiskinan? Mengurangi angka buta huruf? Menaikkan derajat hidup dan kesejahteraan kita? Ataukah hanya membuat kita berputar-putar  pada egoisme dan konflik horizontal antar sesama kita?!.

 20 Mei 2017 dipandang DPD KNPI sabagai momentum tepat dan berharga merajut lagi persaudaraan kita yg terlanjur dikoyak2 oleh perbedaan agama, suku dan pilihan politik. Momen berharga juga untuk merekatkan kembali kebhinekaan kita yg terlanjur dikotak2an oleh politisasi uang, agama dan kepentingan segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab. Mari lihat kembali ke belakang. Kemerdekaan kita sarat dengan kontribusi ulama, pendeta, pastor, tokoh Hindu/budha. Indonesia pun mengecap kedaulatan dengan sumbangsih pemuda yang datang dari berbagai agama, daerah, suku dan etnis. Pemerintah bisa berjalan hingga hari ini karena kesepakatan konstituen dari semua partai politik dan wakil-wakil rakyatnya.

Semua yang berbeda di bawah payung kebhinekaan adalah yg menyokong Indonesia sebagai negara berdaulat dengan sistem demokrasi yg diakui dunia sebagai salah satu yg terbaik. Kita masih punya agenda-agenda  besar. Kita harus fokus pada pemerataan pembangunan, penanganan kasus korupsi, pelanggaran ham, pemberantasan narkoba/HIV Aids, termasuk pelayanan-pelayan publik yang merugikan masyarakat. Kita harus berjuang agar tidak ada lagi peningkatan harga kebutuhan dalam negeri (contoh konkrit tarif daftar listrik dan BBM) yang mencekik leher masyarakat miskin di Indonesia. Dan di atas semuanya, kita juga harus waspada pada ancaman ideologi non Pancasila, komit pada peningkatan kualitas SDM pemuda dan generasi penerus bangsa. ‌Mari berjuang demi kepentingan bersama, bukan kepentingan seagama, sesuku, sepuluhan politik, dan atau sedaerah. Sebab di atas kapal Kebhinekaan, Indonesia bukan milik satu agama, satu ras, satu daerah, satu pilihan politik. Kita besar kerena berbeda dan bersama.(*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang
44 WNA Bangladesh dan Myanmar Yang Terdampar di Rote Ndao Dievakuasi ke Rudenim Kupang
Pemprov NTT Serahkan SK Gubernur NTT kepada 1.443 Pegawai PPPK Guru Tahun 2024
Jumat Curhat Bersama Warga, Narkoba dan Tawuran Jadi Perhatian Kapolres Metro Jakarta Pusat
Cegah Paham Radikal dan Terorisme, BNPT – FKPT NTT Gelar Kegiatan Camping Keberagaman
Dapat Dukungan PDI Perjuangan dan PAN, Lusia Adinda Terus Bangun Komunikasi Dengan Parpor Lain
Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Narkoba di Tangsel, Polisi Sita 45 Kg Sabu
Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi