Home / Tak Berkategori

Gubernur NTT Minta Para Hakim Bekerja Profesional

- Reporter

Rabu, 25 Mei 2016 - 12:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PN Kupang saat mengalungkan selendang kepada Gubernur NTT

Ketua PN Kupang saat mengalungkan selendang kepada Gubernur NTT

Ketua PN Kupang saat mengalungkan selendang kepada Gubernur NTT
Ketua PN Kupang saat mengalungkan selendang kepada Gubernur NTT

Zonalinenews, Kupang- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya meminta para hakim di Pengadilan Negeri Kupang (PN) agar bekerja secara profesional dalam memproses kasus hukum yang melibatkan anak di bawah umur. Hal ini disampaikan gubernur NTT dalam kegiatan peresmian bantuan fasilitas pengadilan anak di kantor Pengadilan Negeri Kupang, Rabu, 25-5-2016.

Menurutnya, para hakim harus bekerja profesional demi melindungi hak-hak anak. Oleh karena itu, penerapan hukum terhadap UU anak harus benar-benar diterapkan agar hak anak dapat dilindungi. Gubernur juga mengajak semua pihak mendukung kegiatan perlundungan terhadap hak anak. “Saya minta hakim bekerja profesional dan benar-benar menerapkan UU anak,” ujar gubernur.

Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Kupang, Abdul Siboro, SH, MH mengaku bangga karena PN Kupang baru kali ini mendapat penghargaan sebagai pengadilan percontohan dari lima pengadilan anak di Indonesia. Kelima pengadilan anak itu yakni, PN Sumatra, Cipinang, Sleman, Manado dan NTT. “Saya bangga karena ini yang pertama kali NTT mendapat penghargaan. Selama ini tidak ada perhatian dalam masalah anak dan perempuan,” ungkapnya bangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan peresmian bantuan dari uni eropa serta Mahkamah Agung Republik Indonesia, dia berharap NTT sebagai kota layak anak dan peduli anak. Karena, menurut Abdul, NTT kasus anak dan perempuan sangat tinggi termasuk kasus perdagangan manusia (trafficking).

Novi Manurung, perwakilan Uni Eropa mengatakan, NTT mendapat kesempatan karena NTT termasuk daerah yang kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tinggi.

Menurutnya, konvensi hak anak merupakan konvensi perlindungan terhadap hak-hak anak termasuk sistem peradilan. Olehnya, uni eropa akan berupaya menigkatkan serta menyediakan dana untuk program perlindungan anak.

Pantauan zonalinenews, kegiatan peresmian fasilitas pengadilan anak dihadiri, perwakilan uni eropa sebagai pendukung program tersebut. Selain itu, juga dihadiri Ketua Tim Pokja perlindungan anak Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sri Wahyuni. Turut hadir, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya serta Walikota Kupang, Jonas Salean. (*Amar Ola Keda)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali
Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga
Tim Pemenangan Dede Kusdinar Doa Bersama atas Kemenangan Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina
Tahapan Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Agama di TTS Imbau Warga Jaga Kamtinmas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi