Fahmi Idris Sebut Mencegah Kanker Rahim Lebih Baik Dari Mengobati

- Reporter

Jumat, 29 Juli 2016 - 05:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara pembukaan Pencanangan Gerakan Promptif Preventif Pemeriksaan IVA  Papsmear dalam rangka HUT BPJS
Acara pembukaan Pencanangan Gerakan Promptif Preventif Pemeriksaan IVA Papsmear dalam rangka HUT BPJS

Zonalinenews-Kupang, Deteksi dini sebelum  tarjadi Penyakit, Mencegah Lebih baik dari Mengobati  hal itu merupakan tindakan penting. Demikian diungkapkan   Kepala BPJS, Prof Doktor. Dr. Fahmi  Idris M Kes. dalam sambuntannya   pada kegiatan Pencanangan Gerakan Promptif, Preventif, Pemeriksaan IVA/ Papsmear  dalam rangka Bakti Sosial Memperingati Ulang Tahun BPJS Kesahatan yang ke-48.

Kegiatan ini berlangsung di Alun –alun Rumah jabatan Gubernur NTT Jumat 29 Juli 2016 Pukul 9.30 Wita  pada di acara Pameran memperingati HARGANS Ke XXIII.

Menurut Fahmi  Idris, kegiatan Pencanangan Gerakan Promptif, Preventif, Pemeriksaan IVA/ Papsmear diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia yang diselenggarakan  oleh BPJS Kesehatan seluruh Indonesia bekerjasama dengan Oase Kabinet Kerja  Kementrian Kesehatan dan BKKBN yang bertujuan untuk mencengah peningkatan angka  akibat kanker pada rahim pada wanita Indonesia malalui klinik diteksi dini kanker rahim dengan metode pemeriksaan Kla  atau   inspeksi visual dengan mengunakan  asam alvokat dan totsmin. Kegiatan ini   kami suarakan dengan salah satu program Oase Kabinet kerja yaitu program Nasional Percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan diteksi pada perempuan Indonesia tahun 2015 -2016.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fahmi Idris menjelaskan, kanker   leher  Rahim atau serviks  merupakan penyakit  yang memiliki jumlah tentinggi di dunia setelah kanker payudara, organisasi kesehatan sedunia menyebutkan  bahwa  jumlah pengidap kanker rahim  bertambah 5 ratus ribu orang setiap tahun  di seluruh dunia. Berdasarakan Hasil Riset Internasional  pada tahun 2012 jumlah kematian akibat kanker leher rahim  mencapai 85 %  dari seluruh  kematian didunia akibat kanker.  Di Indonesia  sendiri data  Yayasan Kanker  Indonesia menyebutkan kanker  leher rahim  menempati   34 Persen  atau sepertiga dari  seluruh kanker  pada perempuan  Indonesia, dari seluruh kanker ditemukan  hampir 70 persen kasus diketahui saat berada  dalam kandungan.

“jadi program diteksi dini dari IVA hanya satu menit pemeriksaan menyelamatkan  begitu banyak perempuan-perempuan Indonesia manakala program ini diberdayakan secara nasional dan seluruh Ibu-ibu diresposisi atau diwajibkan untuk pemeriksaan dirinya secara rutin, karena saat ini  di Indonesia hampir setiap menit perempuan Indonesia meninggal akibat kanker rahim, “ ucap Fahmi Idris.(*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kader Posyandu di Desa Nadawawi Terima 5 Unit Antropometri
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
Kedubes Jepang Untuk Indonesia Hibah Bantuan Alkes di Rumah Sakit Cancar
HUT Bhayangkara Ke-76, Polres Manggarai Gelar Donor Darah
Dapur Kelor Sosialisasi Pengolahan Daun Kelor Menggunakan Metode Mesin Pengering di Kodim 1624 Flotim
Pastikan Kenyamanan Penunpang, Babinsa Pantau Pelabuhan Laut Lembata
Polres Merto Jakarta Pusat Berhasil Tangkap Sindikat Jaringan Sabu Kualitas Terbaik
Dijuluki Tingkat Kemiskinan Ekstrim, Presiden Jokowi Kunker ke NTT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi