Empat Perusahaan Jawa Timur Datangkan Ayam ke NTT

- Reporter

Senin, 2 Juni 2014 - 15:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang-,Meskipun Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 1 Tahun 2004  tentang penolakan dan pencegahan avian influenza (flu burung) yang melarang semua produk unggas masuk NTT belum dicabut, namun Dinas Peternakan mempercayakan empat perusahaan memasukkan ayam ras berusia satu bulan ke wilayah NTT.

ayam ras
Empat perusahaan dari Jawa Timur itu adalah PT Wonokoyo, PT Konfit, PT Paopam, dan PT Jalon Pokpan. Kepala Dinas Peternakan NTT Thobias Ully kepada wartawan di Kupang, Senin 02 Juni 2014  menjelaskan, masuknya ayam ke NTT oleh empat perusahaan itu berdasarkan tim analisa risiko oleh Dinas Peternakan NTT.

Ia mengatakan, selain Dinas Peternakan NTT, tim analisa itu melibatkan sejumlah pihak terkait seperti pakar dari Universitas Gadja Madah, Dirjen Peternakan, Karantina, dokter hewan, dan unsur masyarakat. Walau telah dipercayakan kepada empat perusahaan dimaksud, tetapi tim analisa yang dibentuk sejak tahun 2006 lalu, terus melakukan survei dan analisa terhadap sistim kerja keempat perusahaan dimaksud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Survei terhadap empat perusahaan itu dilakukan setiap dua tahun sekali. Analisa terakhir dilakukan pada akhir November 2013 lalu dan saat ini sedang disusun analisisnya,” kata Thobias.

Mengenai hanya empat perusahaan dari Surabaya saja yang memasukan ayam ras ke NTT, Thobias menyampaikan, karena dianggap layak sesuai hasil survei yang dilakukan tim analisa. Memang tim pernah melakukan survei ke beberapa tempat seperti Malang dan Blitar, tetapi tim berkesimpulan tidak layak.

Berdasarkan analisa bio security, jenis unggas lainnya seperti ayam kampung, puyuh, dan unggas air belum diizinkan untuk masuk ke NTT dari provinsi lain. Salah satu pertimbangannya adalah ayam kampung tidak dipelihara secara teratur seperti ayam ras dan petelur. Selain itu agar dapat mewujudkan NTT bebas penyakit flu burung pada tahun 2015 mendatang. “Mungkin setelah tahun itu, barulah dipikirkan lagi tentang perlu atau tidaknya ayam kampung dapat dimasukkan ke NTT dari provinsi lain,” jelasnya.(*ega)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Polres Alor tetapkan SS sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Ketua DPRD Kabupaten Alor
Dilaporkan Dugaan Tindak Pidana Pencurian, Sekwan Alor Klarifikasi Pengambilan Mobil Dinas Sesuai Aturan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 15:24

Pilkada Kota Kupang, DPD NasDem Kota Kupang Tunggu Hasil Survei, Ada 5 Bakal Calon Wali Kota

Selasa, 16 April 2024 - 20:24

Target 30-45 Ribu KTP, Djainudin Lonek Yakin Lolos Pintu Independen di Pilkada Kota Kupang

Selasa, 16 April 2024 - 17:45

Usai Rakerwil Perdana, Forum Pemuda NTT Rencana Mendirikan Koperasi

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 10:40

3 Terdakwa Kasus Korupsi Talud di Flotim Divonis 1 Tahun Penjara

Selasa, 26 Maret 2024 - 19:29

Massa Aksi Duduki Kantor Pengadilan Negeri Kupang

Selasa, 26 Maret 2024 - 19:17

PAM Pilkada 2024, Kodim 1604 Kupang Terjunkan Sebanyak 200 Personil

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi