Diduga Tilep Hak Pekerja Rabat, TPK Desa Oemaman Diadukan Warga Ke PMD TTS

- Reporter

Senin, 2 Maret 2020 - 09:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-TTS,- Masyarakat desa Oemaman Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Senin 2 Maret 2020 mengadu ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD)terkait pekerjaan Rabat Beton di RT di sonalete 03 RW 01 yang telah dikerjakan namun belum dibayarkan oleh TPK Desa Oeman kepada para pekerja.

Aduan tersebut diterima Sekertaris Dinas PMD TTS, Zem Lake. Pada kesempatan tersebut, Zem menjelaksan bahwa padat karya harus didorong, sehingga hak masyarakat harus dibayarkan agar menumbuhkan semangat kerja dan tanggungjawab serta pelibatan diri langsung masyarakat dalam pembangunan di desa dengan memanfaatkan Dana Desa.

Sementara itu salah satu warga yang mengadu, Yusuf Boimau pada kesempatan itu menjelaskan, bahwa pekerjaan rabat sepanjang 100 Meter dengan lebar 3.5 meter dikerjakan oleh 17 orang pekerja yang adalah masyarakat disekitar lokasi tersebut dan dikoordinir Ketua RT, Danial Tanesab selaku ketua kelompok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Yusuf Boimau, diri bersama warga hadir di PMD, adalah perutusan dari kelompok kerja yang telah disepakati bersama ketua kelompok atau RT untuk mengadukan keluhan mereka.

Boimau menegaskan bahwa pekerjaan rabat yang dikerjakan pembiayaannya bersumber dari dana desa tahun 2019, namun baru dikerjakan pada bulan Januari 2020.

“Awal dikerjakan, disepakati upah kerja dihitung per meter persegi Rp. 75.000. Artinya, bila dibayarkan per meter persegi dengan total volume kubikasi seluas 350 M2, maka masyarakat pekerja harusnya dibayarkan upah sejumlah Rp. 26.250.000. Dan kesepakatan saat itu disepakati secara lisan oleh ketua TPK Melki Leosae dan anggota serta masyarakat pekerja 17 orang saat itu tanpa dihadiri penjabat Desa Oemaman,” ungkapnya.

Dikatakan Boimau, pada hari Jumat 28 Februari 2020, oleh TPK hendak membayar upah kerja sebesar 5 juta dan oleh TPK menyampaikan kalau Dana Desa yang tersisa hanya 5 juta sehingga diperuntukan untuk pembayaran upah kerja rabat.

“Namun ditolak oleh masyarakat pekerja karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Keesokan harinya, Sabtu 29 Februari, oleh PLT Kades Oemaman Yan Bria memediasi antara TPK dan Masyarakat pekerja dikantor desa untuk melakukan pembayaran, namun lagi-lagi gagal pembayaran karena menurut ketua TPK, uang yang tersisa hanya 5 juta dan masyarakat menolak pembayaran,” jelas Boimau.

Saat itu kata Yusuf Boimau, Ketua TPK meminta masyarakat untuk menandatangani surat penolakan pembayaran namun masyarakat menolak menandatangani dengan alasan kalau dibayarkan hak upah kerja sesuai kesepakan maka masyarakat bersedia menandatangani pembayaran.

Sementara itu masyarakat lainnya, Juliana Boimau pada kesempatan itu menjelaskan, masyakata telah menyampaikan para pekerja akan melakukan pengaduan ke Dinas PMD, saat itu juga ketua TPK mengatakan,percuma saja mengadu ke Dinas PMD, karena pada akhirnya PMD akan kembalikan ke kecamatan.

“Masyarakat pekerja tetap bersepakat dan mengutus perutusan untuk mengadukan permasalahan mereka atas pekerjaan jalan rabat beton yang sudah selesai dikerjakan namun upah kerja yang merupakan hak mereka hendak dibayarkan justru tidak sesuai dengan kesepakatan awal ketika pekerjaan akan dikerjakan,”jelas Juliana.

Daikatakan Juliana, masyarakat pekerja berharap Dinas PMD TTS membantu menyelesaikan hak mereka atas pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan.

Kepada masyarakat desa Oemaman yang hadir mewakili para pekerja 17 orang, Sekertaris PMD, Zem Lake menyampaikan akan menginformasikan pengaduan yang diterima ke Kadis PMD untuk kemudian diagendakan waktu untuk turun ke desa Oemaman untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Zem Lake mengapresiasi masyarakat desa oemaman yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan fisik di desa oemaman sebagai bentuk partisipasi dalam membangun kampung sehingga hak masyarakat tidak boleh ditilep oleh siapapun dan harus dibayarkan tegas sekertaris PMD.

“Padat Karya yang dilaksanakan masyarakat desa oemaman ini yang harus didorong ke semua desa dalam memanfaatkan dana desa untuk membangun desa, karena itu adalah harapan Bupati TTS sehingga hak masyarakat harus dilayani sesuai kesepakatan yang tentunya sudah tertuang dalam RAB,”tutur sekertaris PMD TTS.

Zem Lake berjanji Dinas PMD akan turun ke Oemaman dan berharap masyarakat pekerja yang adalah pengadu saat PMD hadir semua bisa hadir bersama sehingga dapat terselesaikan semua permasalahan yang ada. (*Elli)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi
Sedih Lorong Ditutup Tetangga Sendiri Janda di Kota Reinha-Larantuka 3 Tahun Terlunta di Kontrakan
Persiapan Aliansi Lebao Bangkit Demo Pemda Flotim Ini 3 Tuntutan
Tim Juri Independen Akan Melakukan Penilaian Terhadap Lomba Kebersihan di Kota Kupang
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
PMKRI Ruteng: Usut Tuntas Oknum Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Pembangunan Terminal Kembur
Kasus Pengadaan Lahan Terminal Kembur, Jaksa Tahan BAM dan GJ
Hari Ini, Tiga Tersangka Dana Covid-19 Dikonfrontir
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 14:16

Menyusuri Indahnya Pantai Warna Oesapa, Tempat Rekreasi Keluarga

Minggu, 21 Juli 2024 - 12:52

Herry Battileo Minta Majelis Hakim Bebaskan terdakwa Karel Rihi Do secara Adil dan Arif

Jumat, 19 Juli 2024 - 19:54

Dari Bullyan Termotivasi Hingga Meraih Juara di Kejuaraan Shorinji Kempo

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:22

Kenshi Dojo LBH Surya NTT Raih 9 Medali di Tuornamen Kejuaraan Kempo Antar Daerah Se NTT – RDTL

Kamis, 18 Juli 2024 - 19:37

Lapas Perempuan Kupang Terima Akta Pendirian Koperasi

Selasa, 16 Juli 2024 - 20:37

PKB – NasDem Siap Bentuk Tim Deklarasi Pemenangan George Hadjoh dan Ewalde Taek

Selasa, 16 Juli 2024 - 15:17

NasDem – PKB Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang, Usung George Hadjoh dan Ewalde Taek

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Berita Terbaru

Kepala Lapas Perempuan Kupang Dewi Andriani Terima Akta Pendirian Koperasi

Nusa Tenggara Timur

Lapas Perempuan Kupang Terima Akta Pendirian Koperasi

Kamis, 18 Jul 2024 - 19:37

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi