Desa Hadakewa Bangun Jembatan Titian Senilai 350 juta Lebih

- Reporter

Kamis, 28 September 2017 - 06:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kades Hadakewa, Klemen Kwaman,ST

Foto Kades Hadakewa, Klemen Kwaman,ST

Foto Kades Hadakewa, Klemen Kwaman,ST
Foto Kades Hadakewa, Klemen Kwaman,ST

Zonalinenews-Lembata,- Pemerintah Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, saat ini sedang mengerjakan pembangunan Jembatan Titian (Jeti) menggunakan Dana Desa tahun anggaran (TA) 2017 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Jeti itu, dikerjakan oleh masyarakat setempat dengan anggaran sebesar Rp.352.407.041 untuk kegiatan pendaratan dan penampungan ikan para nelayan.

“Kami sedang membangun Jeti untuk dimanfaatkan bagi kegiatan pendaratan ikan dan sekaligus penampungan ikan dilengkapi dengan cool box juga frisher, menggunakan dana desa yang tergabung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes),” kata Kepala Desa Handakewa, Klemen Kwaman,ST, kepada Tim Peliputan Program Desa Mandiri Anggur Merah dari Biro Humas Setda NTT, di Handakewa, Rabu 27 september 2017.

Tim Biro Humas NTT yang dipimpin Kepala Bagian Pers dan Kajian Pendapat Umum, Drs. Petrus Seran Tahuk bersama anggota sebanyak enam orang berada di Kabupaten Lembata untuk melakukan monitoring dan peliputan program Desa Mandiri Anggur Merah yang menjadi program unggulan pemerintah provinsi NTT. Selama berada di Kabupaten Lembata hingga Jumat 29 September 2017, Tim Biro Humas NTT akan mengunjungi sejumlah desa yang mengelola dana program pemberdayaan ekonomi itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jeti yang dikerjakan masyarakat desa setempat itu, menurut Klemen, menggunakan Dana Desa TA 2017 yang telah dicairkan untuk tahap pertama 60 persen atau sebesar Rp. 700 juta. “Jadi kami dalam menggunakan dana desa tetap fokus pada pemberdayaan ekonomi tanpa mengabaikan pembangunan infrastruktur. Seperti, pembangunan Jeti ini ada korelasi positif dengan pemberdayaan ekonomi terutama kesejahteraan para nelayan di desa Hadakewa,” tutur Kades Klemen.

Dijelaskan Kades, dengan adanya dana desa sangat membantu bagi kemajuan desa. Karena, lewat dana yang dikucurkan dari pemerintah pusat itu terjadi banyak kegiatan pembangunan di desa, seperti pembangunan Rabat jalan dan berbagai fasilitas infrastruktur yang mendukung kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa. Sebagai desa pesisir, pemerintah desa Hadakewa, juga yang adalah pusat pemerintahan Kecamatan Lebatukan, telah dilengkapi dengan sistem informasi desa (SID) bagi pelayanan publik berbasis Teknologi Informasi (TI) dengan webside www.handakewa.desa.id.

“Kami serius manfaatkan dana desa seoptimal mungkin sesuai dengan kebutuhan di desa. Sebab, tidak selamanya dana desa itu ada. Bisa juga pada tahun-tahun kedepan dana desa tidak ada lagi,” jelas Kades Hadakewa.

Terkait program Desa Mandiri Anggur Merah yang dikucurkan melalui APBD provinsi NTT sebesar Rp. 250 juta, tutur Kades Klemen, sangat membantu masyarakat di desa Hadakewa dalam kegiatan ekonomi produktif. “Saat ini masyarakat aktif dalam berbagai kegiatan seperti pengembangbiakan  ternak babi, usaha perkiosan, menampung hasil komoditi pertanian, meubel dan usaha penjualan ikan,” katanya.

Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Anggur Merah Hadakewa, Paulus Pulo Lusor, mengatakan di Hadakewa telah terbentuk Koperasi Anggur Merah Hadakewa sejak tahun 2014 dengan jumlah anggota 92 orang. Sedangkan aset yang dimiliki Rp. 300 juta termasuk penyertaan modal Anggur Merah Rp. 250 juta, omset Rp. 600 juta, modal sendiri Rp. 111 juta. “Saat ini KSP Hadakewa telah mandiri dan menjadi milik desa. Sehingga tidak lagi didampingi Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM),” ungkap Ketua Koperasi Paulus Pulo Lusor.(*hum/wil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi
Sedih Lorong Ditutup Tetangga Sendiri Janda di Kota Reinha-Larantuka 3 Tahun Terlunta di Kontrakan
Persiapan Aliansi Lebao Bangkit Demo Pemda Flotim Ini 3 Tuntutan
Tim Juri Independen Akan Melakukan Penilaian Terhadap Lomba Kebersihan di Kota Kupang
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
PMKRI Ruteng: Usut Tuntas Oknum Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Pembangunan Terminal Kembur
Kasus Pengadaan Lahan Terminal Kembur, Jaksa Tahan BAM dan GJ
Hari Ini, Tiga Tersangka Dana Covid-19 Dikonfrontir
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 Agustus 2023 - 23:41

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Direktur PT Omsa Medic Bajo Praperadilan Polres Manggarai Barat

Selasa, 2 Mei 2023 - 21:20

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi

Minggu, 22 Januari 2023 - 21:32

Polisi Berhasil Tangkap Jaringan Ganja Antar Provinsi di Labuan Bajo

Kamis, 15 Desember 2022 - 07:09

KPU Manggarai Barat Laksanakan Uji Publik Rancangan Penetapan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD

Selasa, 13 Desember 2022 - 06:54

Polres Mabar Razia Tempat Hiburan Malam di Labuan Bajo

Senin, 12 Desember 2022 - 08:45

Polisi Amankan 9 Orang Calon TKI dan 1 Orang Perekrut di Labuan Bajo

Sabtu, 10 Desember 2022 - 11:41

Polres Mabar Beri Konseling Psikologis Bagi 3 Anak Korban Pelecehan Seksual dari Ayah Kandung

Kamis, 8 Desember 2022 - 16:50

Operasi Pekat Polres Mabar Sasar Penjual Kembang Api

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi