Debit Air Berkurang, Petani Kelurahan Belo Menjerit

- Reporter

Jumat, 25 Juli 2014 - 22:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenes-Kupang,-  Tidak bisa dipungkiri bahwa sumber mata air Oelneneno dan Oelnepaut yang merupakan dua mata air harapan bagi kehidupan masyarakat di Kelurahan Bello khususnya para petani di daerah itu, dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Hal ini berdmpak bagi masyarakat petani. Sebab sudah sejak lama kelurahan Bello merupakan salah satu kantong pertanian yang juga andalan sebagian pesar pasar di Kota Kupang.

Goris Takene viks

Goris Takene

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kini setelah menurunnya debit air Bello yang dulunya menjadi julukan kantong pertanian kini tinggal nama. Mengapa tidak, sebab untuk menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan air, terpaksa warga petani mengurangi areal tanam yang sudah barang tentu berdampak pada pemasukan ekonomi yang secara perlahan dari tahun ke tahun semakin berkurang pula, pada akhinya petani kehilangan mata pencaharian yang menjadi andalan selama ini.

Ditemui Zonalinenews Jumat 26 Juli 2016  Soleman Tuan salah satu Ketua Kelompok Tani di Bello mngeluhkan, bahwa luas areal sawah miliknya lebih kurang tujuh ribu (7000) meter persegi biasanya sebelum tahun 2005 luas tanah yang ada semuanya digarap dengan tanaman padi pada musim hujan dan berbagai jenis sayur di musim kemarau. Tetapi beberapa tahun belakangan ini terpkasa sebagian dari luas tanahnya yang ditanami padi, itupun hanya pada msim hujan sedangkan musim kemarau tidak ditanami karena terbatasnya persediaan air.

“Ya terpaksa sedikit yang digarap karena kondisi air sedikit, serta hasil yang kami peroleh juga sangat berkurang bahkan nyaris hilang,” jelas Soleman penuh haru.

Untuk mengatasi persoalan ini, menurut Fanus Toasu salah satu warga sejak Agustus 2013 lalu pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan sumur bor kepada Kantor Balai Sungai wilayah NTT melalui Kantor P2AT Kupang, tetapi sampai saat ini belum ada realisasi. Karena menurut toasu, informasi yang mereka peroleh dari Sonny Tulle salah satu Kepala Seksi pada Kantor P2AT bahwa untuk tahun 2014 belum ada proyek sumur bor kecuali proyek rehabilitasi.

Sementara itu, Goris Takene Ketua RW 03 Kelurahan Bello mengatakan, kondisi berkurangnya debit air pada dua sumber air di wilayahnya itu disebabkan karena sejak dahulu hingga saat ini proses penebangan hutan baik untuk kepentingan kebun maupun untuk kebutuhan ternak, posesnya penebangan tidak beraturan dan tidak disertai dengan upaya penanaman kembali sehingga dari tahun ke tahun hutan dan pohon besar punah. Serta akibat sering terjadinya kebakaran hutan pada musim kemarau.

Menurut Takene, hutan dengan pohon besar merupakan penyangga utama air baku sehingga sangat perlu di jaga kelestarianya. Dan pihaknya selaku RW beberapa tahun ini bersama warga sudah melakukan penanaman kembali terutama tanaman umur panjang demi keterseiaan air bawah tanah. Serta menghimbau masyarakat untuk tidak menebang pohon besar di sekitar sumber air.(* Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi
Sedih Lorong Ditutup Tetangga Sendiri Janda di Kota Reinha-Larantuka 3 Tahun Terlunta di Kontrakan
Persiapan Aliansi Lebao Bangkit Demo Pemda Flotim Ini 3 Tuntutan
Tim Juri Independen Akan Melakukan Penilaian Terhadap Lomba Kebersihan di Kota Kupang
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
PMKRI Ruteng: Usut Tuntas Oknum Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Pembangunan Terminal Kembur
Kasus Pengadaan Lahan Terminal Kembur, Jaksa Tahan BAM dan GJ
Hari Ini, Tiga Tersangka Dana Covid-19 Dikonfrontir
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi