BPBD ordered standby in anticipation of disaster

- Reporter

Jumat, 24 Januari 2014 - 00:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews- Oelamasi. Regional Disaster Management Agency (BPBD) Kupang with related local government offices, ordered to full alert anticipating disasters in the region.

Kupang District Secretary, Drs. Hendrik Paut, M. Pd (hold timber) when doing the review to Cekdump Merdeka in District East Kupang recently. (foto by rudolf)
Kupang District Secretary, Drs. Hendrik Paut, M. Pd (hold timber) when doing the review to Cekdump Merdeka in District East Kupang recently. (foto by rudolf)

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

This command conveyed Regional Secretary (Secretary) of Kupang Regency, Drs. Hendrik Paut, while reviewing Cekdump M.Pd Merdeka, Wednesday (22/1), is located in the village Cekdump Freedom Eastern District of Kupang, which in the current rainy season, the water overflowed and caused flooding in the region Baubau.

Extreme weather conditions characterized by moderate intensity rain that hit the area with tight Kupang district in recent weeks, according to Hendrik Secretary has to do, sue the government and the public to remain vigilant and careful in carrying out daily activities.

Based on field monitoring Cekdump Freedom NTT provincial government established in the 1990s set, the condition is already full so the water overflows coupled with large rain that occurred on 21 January 2014, resulting in flooding around the village Merdeka, besides precisely East Kupang district head office and entered into settlement residents and flooded highways.

Related to chekdump overflowing, Secretary Hendrik Paut, who was then head of the BPBDs didampingingi Kupang, Jeremias Manu, and Head of the Department of Public Works Charlos asserted, no special precautions need emergency overflow chekdum handle this because it is very dangerous to the safety of residents.

He said, if the condition is not anticipated to cause concern as early as possible and certainly leaking dike overflow chekdump will go into residential and endanger the public.

“Thickening of the walls of the dike should be done intensively in anticipation of rain that caused overflowed and caused flooding cekdump great,” he said

Earlier on Tuesday 21/1) Secretary Hendrik Paut hold a special meeting related to the anticipation of disaster-prone in the rainy season. On the occasion, he appealed to the people in the region Kupang to be careful and increase awareness of natural disasters, which may occur unexpectedly.

“I ask the technical team in Kupang district to full alert in anticipation of flooding, landslides current rainy season so as not to cause casualties.” Said Secretary Hendrik Paut.
Kaban BPBD Kupang Jermias Manu said, which resulted in the overflow of independent chekdump residential areas experienced flooding due to the narrowing spilue as wild trees growing in it.

In addition to the conditions chekdump that age has reached 20 this year decreased dibadan embankment so that when big rains come the water overflowed and entered kepemukiman society.

Faced with this problem he explained, BPBD Kupang immediately rushed down with the community and assisted by the NTT provincial government to make efforts to stockpile emergency response agencies and strengthen embankments to prevent landslides and increase the flow of water swept embankment door so that flood water can spread down. (rrk)

Indonesian Version

BPBD diperintahkan Siaga Antisipasi Bencana

Zonalinenews-OElamasi . Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, diperintakan untuk bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah tersebut.

Perintah ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Drs. Hendrik Paut, M.Pd saat meninjau Cekdump Merdeka, Rabu (22/1), Cekdump ini terletak di kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur, yang pada musim penghujan saat ini, airnya meluap dan mengakibatkan banjir diwilayah Bau-bau.

Kondisi cuaca ekstrim yang ditandai hujan dengan intensitas sedang disertai kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kupang dalam beberapa pekan ini, menurut Sekda Hendrik Paut, menuntut pemerintah dan masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

Berdasarkan pemantauan dilapangan Cekdump Merdeka yang didirikan Pemerintah Provinsi NTT pada 1990-an silam, kondisinya sudah penuh sehingga airnya meluap ditambah lagi dengan hujan besar yang terjadi pada 21 januari 2014, mengakibatkan banjir disekitar kelurahan Merdeka, tepatnya disamping kantor Camat Kupang Timur dan masuk ke pemukiman warga dan menggenangi jalan Timor Raya.

Terkait dengan chekdump yang meluap, Sekda Hendrik Paut, yang saat itu didampingingi Kepala Badan BPBD Kabupaten Kupang, Jeremias Manu, dan Kabid Dinas PU Charlos menegaskan, perlu ada tindakan khusus darurat menangani meluapnya chekdum ini karena sangat membahayakan keselamatan warga.

 

Dikatakannya, kondisi ini jika tidak diantisipasi sedini mungkin dikuatirkan akan menyebabkan tanggul bocor dan pastinya luapan air chekdump ini akan masuk ke pemukiman dan membahayakan masyarakat.

“Penebalan dinding tanggul harus dikerjakan secara intensif mengantisipasi turunnya hujan besar yang menyebabkan cekdump meluap dan menimbulkan banjir besar,” katanya

Sebelumnya pada Selasa 21/1) Sekda Hendrik Paut menggelar rapat khusus terkait antisipasi bencana yang rentan terjadi pada musim penghujan ini. Pada kesempatan tersebut dia menghimbau kepada masyarakat diwilayah Kabupaten Kupang untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam yang mungkin saja dapat terjadi tanpa diduga.

“Saya minta tim teknis di Kabupaten Kupang untuk bersiaga penuh dalam antisipasi banjir, longsor dimusim hujan saat ini agar tidak menimbulkan korban jiwa.” tandas Sekda Hendrik Paut.

Kaban BPBD Kabupaten Kupang Jermias Manu mengatakan, meluapnya chekdump merdeka yang berakibat pemukiman warga mengalami kebanjiran diakibatkan adanya penyempitan spilue karena tumbuhnya pohon liar di dalamnya.

Selain kondisi chekdump yang umurnya sudah mencapai 20 tahunan ini mengalami penurunan dibadan tanggul sehingga saat hujan besar datang airnya meluap dan masuk kepemukiman masyarakat.

Menghadapi permasalahan ini jelas dia, BPBD Kabupaten Kupang langsung bergegas turun bersama masyarakat dan dibantu oleh Pemprov NTT melakukan berbagai upaya tanggap darurat dengan menimbun dan mempertebal badan tanggul untuk mencegah longsor serta memperbesar pintu aliran air diujung tanggul agar luapan air dapat tersebar turun. (rrk)

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN, Pemprov NTT Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi
Sedih Lorong Ditutup Tetangga Sendiri Janda di Kota Reinha-Larantuka 3 Tahun Terlunta di Kontrakan
Persiapan Aliansi Lebao Bangkit Demo Pemda Flotim Ini 3 Tuntutan
Tim Juri Independen Akan Melakukan Penilaian Terhadap Lomba Kebersihan di Kota Kupang
Diabaikan Pemda Dan DPRD Flotim, Nakes Gelar Aksi 1000 Lilin di Halaman RSUD
PMKRI Ruteng: Usut Tuntas Oknum Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Pembangunan Terminal Kembur
Kasus Pengadaan Lahan Terminal Kembur, Jaksa Tahan BAM dan GJ
Hari Ini, Tiga Tersangka Dana Covid-19 Dikonfrontir
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:22

Pansus DPRD Kota Kupang Temui Fakta Baru Cara Pegawai Bapenda Indah Detan Gelapkan Uang Pajak

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:01

Pansus DPRD Kota Kupang Perintah Dinas PU Bongkar Reklame Gudang Garam Tanpa Izin

Selasa, 14 Mei 2024 - 16:33

Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan GOR di Kabupaten Kupang

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:53

Orias Moedak Janji Siap Sejahterakan Masyarakat NTT

Selasa, 14 Mei 2024 - 00:29

Hutang Pajak Reklame, DPRD Kota Kupang Sebut Ada Dugaan Kong Kali Kong Antara Bapenda dan PT. Indo Raya

Senin, 13 Mei 2024 - 14:26

KKP Berhasil Gagalkan Penyelundupan Manusia Jaringan Internasional di Perairan NTT

Kamis, 9 Mei 2024 - 21:47

Sosialisasi Berhasil, Stikes Maranatha Kupang Ingin Buat MoU Dengan PT. Bumen Jaya Praduta Abadi

Kamis, 9 Mei 2024 - 19:59

Aksi Peduli Kasih SMANTIQ

Berita Terbaru

Polsek Johar Baru Amankan Remaja Terilabat Tauran di Johar Baru

Headline

Polisi Amankan 3 Remaja Pelaku Tauran di Johar Baru

Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:29

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi