Big Cola Allegedly Contains Dangerous Substances

- Reporter

Senin, 20 Januari 2014 - 10:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews – Kupang. Some residents of Kupang of East Nusa Tenggara (NTT) died after consuming Big Cola. This incident attracted the attention of Kupang people and Kupang Regional Representatives Council (DPRD).

Kris Matutina
Kris Matutina

 

Chairman of Commission B, Kris Matutina on Monday (13/1), at 12:30 pm. in room of B Commission asked City government in this case Department of Industry to coordinate with the Center for Food and Drug Control to immediately withdraw Big Cola for laboratory examination.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

According to Kris, based on the information he got, Big Cola contains dangerous substances and he has received some reports that there are currently some victims in hospital and some of them died after taking it, as experienced by a resident of RT 13 Oebufu Village in District of Oebobo, Kupang City. “Government should respond quickly,” said Kris.
Kris confirmed that this issue should be responded quickly. He will ask Kupang Mayor to immediately conduct testing and evaluation on this soft drink that has been circulating in society. (*Hayer)

Indonesian Version

Diduga Big Cola Mengandung Zat Berbahaya
Zonalinenews – Kupang. Beberapa warga Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan telah meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit. Ini dikarenakan ada dugaan para korban mengonsumsi soft drink Big Cola sebelumnya. Kejadian ini menarik perhatian warga Kupang dan  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Kupang, Kris Matutina pada Senin (13/1), pukul 12.30 Wita di ruang Komisi B DPRD meminta Pemerintah Kota Kupang dalam Hal ini Dinas Perindustrian agar berkoordinasi dengan Balai Pengawasan Makanan dan Obat  NTT  untuk segera menarik Big Cola demi pemeriksaan Laboraturium.

Menurut Kris, berdasarkan informasi yang Ia dapatkan, Big Cola mengandung Zat berbahaya, dan pihaknya telah mendapat laporan bahwa saat ini  ada korban yang masuk Rumah Sakit  dan bahkan sampai meninggal dunia usai mengonsumsinya, seperti yang dialami oleh seorang warga RT 13 Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang. “Pemerintah harus bisa menanggapi persoalan ini lebih cepat, jangan biarkan sampai ada korban jiwa,” kata Kris.

Kris menegaskan agar masalah ini jangan dibiarkan  berlarut – larut. Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan meminta Walikota Kupang agar memerintahkan Dinas terkait untuk segera melakukan pengujian dan evaluasi pada salah satu merek soft drink yang telah beredar di tengah – tengah masyarakat. (*Hayer)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua dan Sekretaris DPW PAN NTT Diterima Presiden Jokowi di Istana Negara
Jane Natalia Suryanto: Menang Tidak Menang Terus Melayani Masyarakat
Zulfikli Hasan: Prabowo Gibran Tidak Ada Lawan dan Akan Menang Mutlak
Perhimpunan Rakyat Progresif Ajak Kaum Milenial Untuk Berpolitik Cerdas
PAN Sabu Raijua Target Raih Satu Fraksi
Daftar Bacaleg Partai Nasdem Ingin Rebut Kursi Ketua DPRD NTT
Marthen Dira Tome Dinilai Layak Pimpin Provinsi NTT
Insiden 894 Korban Jiwa Petugas Pemilu 2019, AHY Minta Jangan Terulang Lagi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:22

Pansus DPRD Kota Kupang Temui Fakta Baru Cara Pegawai Bapenda Indah Detan Gelapkan Uang Pajak

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:01

Pansus DPRD Kota Kupang Perintah Dinas PU Bongkar Reklame Gudang Garam Tanpa Izin

Selasa, 14 Mei 2024 - 16:33

Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan GOR di Kabupaten Kupang

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:53

Orias Moedak Janji Siap Sejahterakan Masyarakat NTT

Selasa, 14 Mei 2024 - 00:29

Hutang Pajak Reklame, DPRD Kota Kupang Sebut Ada Dugaan Kong Kali Kong Antara Bapenda dan PT. Indo Raya

Senin, 13 Mei 2024 - 14:26

KKP Berhasil Gagalkan Penyelundupan Manusia Jaringan Internasional di Perairan NTT

Kamis, 9 Mei 2024 - 21:47

Sosialisasi Berhasil, Stikes Maranatha Kupang Ingin Buat MoU Dengan PT. Bumen Jaya Praduta Abadi

Kamis, 9 Mei 2024 - 19:59

Aksi Peduli Kasih SMANTIQ

Berita Terbaru

Polsek Johar Baru Amankan Remaja Terilabat Tauran di Johar Baru

Headline

Polisi Amankan 3 Remaja Pelaku Tauran di Johar Baru

Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:29

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi