Berkas Tersangka Teny Konay Belum P-21, Keluarga dan Aliansi Peduli Keadilan Datangi Kejari Kota Kupang

- Reporter

Kamis, 11 Januari 2024 - 18:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga Korban Roy Bolle yang didampingi Kuasa Hukum Dan Aliansi Peduli Keadilan

Keluarga Korban Roy Bolle yang didampingi Kuasa Hukum Dan Aliansi Peduli Keadilan

ZONALINENEWS.COM, KUPANG – Keluarga yang didampingi oleh Aliansi Peduli Keadilan bagi Almarhum Roy Herman Bolle Amalo korban kasus pembunuhan di Kelurahan Oesapa Kota Kupang beberapa waktu lalu kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.

Diketahui, tanggal 24 Januari 2024 masa tahan tersangka Merten Soleman Konay atau Teny Konay akan berakhir.

Pantauan zonalinenews.com sebelum dipersilahkan masuk oleh pihak Kejari Kota Kupang, ratusan massa yang terdiri dari keluarga korban, Ormas Garuda NTT dan BEM Nusantara itu sempat melakukan aksi damai di depan Kantor Kejari Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuasa Hukum Keluarga Korban Roy Bolle, Petrus Jhon Fernandez Lamuri mengatakan, kedatangan mereka ke Kejari Kota Kupang tersebut untuk mempertanyakan perkembangan berkas salah satu tersangka Teny Konai yang hingga saat ini belum dilakukan P-21.

Menurut dia, sebagai kuasa hukum keluarga korban, P-21 ini terkait dinyatakan penyidikan lengkap. Penyidikan bisa dinyatakan lengkap itu berdasarkan dua alat bukti.

“Dua alat bukti ini sudah diuji melalui Pra Peradilan (Prapid) di Pengadilan Negeri Kupang. Dan sudah ada putusan Prapid bahwa bukti-bukti tersebut sudah sesuai atau penetapan tersangka terhadap Teny Konai CS sudah memenuhi unsur dua alat bukti yang sah berdasarkan undang – undang. Apa lagi yang masih dibutuhkan oleh pihak Kejari Kota Kupang untuk tersangka Teny Konai. Ini yang menjadi pertayaan besar kami,” kata Jhon Fernandez kepada wartawan di depan Kantor Kejari Kota Kupang, Kamis 11 Januari 2024.

Dia berharap, pihak Kejari Kota Kupang bisa bekerja objektif dan penuh dengan keadilan untuk melihat perkara ini.

“Jangan sampai hambatan – hambatan kecil yang harusnya pengujiannya ada di pengadilan, tapi langsung diuji oleh kejaksaan. Dan kejaksaan juga bekerja harus betul – betul bebas dari intervensi dari pihak mana pun,” ungkap Jhon Fernandez.

Dikatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian atau Penyidik Polres Kupang Kota.

“Yang pastinya kita akan terus koordinasi degan pihak penyidik. Dan kita akan melakukan aksi lagi jika tuntutan kita ini belum mendapat respon yang positif. Karena semua ini untuk mendapatkan sebuah hak keadilan pada kami,” ucap Jhon Fernandez.

Ketua BEM Nusantara NTT, Maksimus menyebutkan, apa bila sebelum tanggal 20 Januari 2024 nanti berkas Teny Konay masih juga belum dinyatakan lengkap, maka ada aksi berikut dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Yang kami inginkan itu sebelum tanggal 20 itu berkas Teny Konay sudah dinyatakan lengkap. Kalau tidak kami akan datang dengan massa massa yang lebih besar, lebih masif dan lebih konferensi. Bahkan kami akan menyegel kantor Kejari Kota Kupang,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejari kota Kupang, Rindaya Sitompul menyebutkan, pada prinsipnya masih ada beberapa petunjuk yang belum bisa dipenuhi. Sehingga masih berlanjut koordinasi antara jaksa dan penyidik Polres Kupang Kota.

“Terkait materil maupun formil berkas perkara nanti ditanyakan saja kepada penyidik Polres Kupang Kota, karena sudah kita tuangkan dalam berita acara koordinasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, terkait berkas perkara Tersangka Dony Konay dan Teny Konay masih ada pada penyidik Polres Kupang Kota.

“Berkas perkara Dony Konay dan Teny Konay masih ada pada penyidik Polres Kupang Kota sedang dalam UPTD SD Inpres Filial Makongla Lapang Baru Terima Bantuan Semen dan Papan Tulis pemenuhan sebagaimana petunjuk yang kita minta,” kata Rindaya.

Ketika ditanya soal ada dugaan dari pihak keluarga korban bahwa pihak Kejari Kota Kupang masuk angin dalam penanganan perkara ini dia mengatakan, selama asumsi itu tidak bisa dibuktikan, itu artinya mencoreng institusi. Yang penting kita tetap profesional sesuai yang diperoleh undang-undang,” tegas Rindaya. (*y3r)

Facebook Comments Box

Penulis : y3r

Editor : Hayer Rahman

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pengelapan Berlanjut, Trinotji Damayanti Beberkan Uang 1 Miliar Diminta Agus
Indeteam Basketball Academy KU-12 Mengikuti Event Nasional LBE Summur Legue 2024
Bangkitkan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata NTT Gelar Festival Sunset Lasiana
Usai Diperiksa Sebagai Saksi, Jonas Salean : Saya Siap Maju Bertarung di Pilkada Kota Kupang
PMI Kota Kupang Bantu Salurkan Air Bersih bagi Warga
CSAN Pertengahan Juli Deklarasikan Diri Sebagai Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang
51 Panitia Pengawas Pemilukada Kelurahan 6 Kecamatan Kota Kupang Dilantik
Di Super Top Supermarket Kupang Cuma 50 Ribu Sudah Bisa Semir Rambut
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Juni 2024 - 19:46

Penuhi Panggilan Kejati NTT, Jonas Salean Diperiksa Sebagai Saksi

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:27

Operasi Katarak Gratis Bagi Masyarakat NTT, dr.Stefanus Soka Mata Adalah Jendela Hati

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:18

Pembangunan Pariwisata NTT Mesti Berkeadilan Sosial Bagi Semua Kalangan

Selasa, 21 Mei 2024 - 15:00

Pengacara Agustinus Nahak Dilaporkan Ke Polda NTT Atas Dugaan Penipuan Uang Rp 1 Miliar

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:03

1.648 Personel Polri Siap Amankan Aksi Massa Bela Pelestina di Kedubes AS dan Mesir

Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:29

865 Personil Gabungan Dikerahkan Untuk Pengamanan Konser NTC dan Kyuhyun di GBK

Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:29

Polisi Amankan 3 Remaja Pelaku Tauran di Johar Baru

Selasa, 7 Mei 2024 - 15:41

Paket Pertama Bacalon Gubenur NTT Orias Moedak dan Wakil Gubernur Sebastian Salang daftar Ke Rumah PAN

Berita Terbaru

Nusa Tenggara Timur

Momen Kelulusan Siswa,SDN LELA Lakukan Tiga Rangkaian Temu Pisah

Selasa, 11 Jun 2024 - 07:14

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi