Home / Tak Berkategori

Bara JP Sebut Bupati Ngada Represif, Kapolres Ngada Harus Dievaluasi

- Reporter

Jumat, 8 Juli 2016 - 09:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

petugas

Zonalinenews-Ngada, Mereview sikap Bupati Ngada Marianus Sae yang melibatkan ratusan Petugas Keamanan setingkat Brimob, Anggota Polisi dan TNI melalui Tim Gabungan dalam operasi pengosongan Pasar Inpres Bajawa beberapa waktu lalu di Bajawa Flores, Ketua Bara JP DPC Ngada, Marsianus Makmur, Jumat 8 Juli 2016 mengeluarkan catatan pengawasan Bara JP, menilai kepemimpinan Bupati Ngada Marianus Sae sarat represif.

Menurut dia, ironisnya pengerahan pasukan gabungan yang melibatkan Pasukan Water Canon justeru terjadi saat sejumlah wakil rakyat dan Ketua Partai Politik berkali-kali mengingatkan Pemda Ngada melalui media massa bahwa Keputusan Paripurna DPRD Ngada telah memilih dua pasar yang ada di Kota Bajawa yakni Pasar Inpres dan Pasar Boubou harusnya sama-sama beroperasi. Ditegaskan Bara JP, pengerahan pasukan gabungan yang memakai pembiayaan uang milyaran pun tidak diketahui oleh lembaga Dewan, artinya Kepala Daerah diduga seturut kekuasaan melakukan apa saja termasuk penggunaan anggaran tanpa sepengetahuan mitra lembaga dewan sebagai representasi masyarakat. Bara JP menyebut hal ini  merupakan fakta betapa pemimpin daerah sewenang-wenang mempraktekan kekuasaan dan bebas memainkan pola represif di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mengeluarkan sikap kepada Pemimpin Daerah, Bara JP juga menilai terapan sikap Kapolres Ngada, AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K menangkap Ketua FKMND, Frit Doze yang sedang berdo’a bersama para pedagang di saat-saat akhir operasi Pasar Inpres Bajawa, merupakan tindakan sewenang-wenang Kapolres Ngada. Bara JP sepakat jika Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus, SH menyebut Kapolres Ngada menyandera aktifis atas fenomena ini. Bara JP menilai Kapolres Ngada AKBP. Andy Nurwandy, S.I.K gagal memberi pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat bahkan diduga telah menjadi alat penguasa. Bara JP meminta Polda NTT dan Mabes Polri mengevaluasi posisi Pimpinan Polres Ngada.

“Setiap Pemimpin yang mencari perlindungan pada pihak Keamanan untuk berhadapan dengan rakyatnya adalah orang yang banyak memiliki kesalahan. Pemimpin yang baik dan dicintai rakyat pasti tidak takut berada di tengah rakyatnya. Seperti Jokowi yang tidak takut blusukan ke tengah rakyat, tidak takut dan tidak suka diperlakukan istimewah oleh Keamanan. Fenomena pengerahan kekuatan aparat bersenjata terjun ke Pasar Inpres Bajawa beberapa waktu lalu tidak sekalipun Bupati Ngada turun berkomunikasi langsung dengan pedagang tetapi hanya mengirim para staf dan selanjutnya Petugas Keamanan yang mencemaskan masyarakat dan mencekam ditampakan di Pasar Inpres Bajawa. Represif, Bupati berlindung dibalik senapan ”, demikian kalimat Ketua Bara JP Ngada, Marsi Makmur kepada media ini.

Menurut dia, berdasarkan data Bara JP Ngada, Pemda Ngada tanpa sepengetahuan DPRD Ngada memakai Anggaran Milyaran Rupiah membiayai Kegiatan Operasi Keamanan mendatangkan keamanan dari luar daerah didukung oleh Kepolisian, ratusan Personil Polisi ditambah BKO, ditambah Pol PP dilengkapi Tameng Kendaraan Bara Kuda, Mobil Water Canon untuk menghadapi puluhan Ibu yang berjualan di Pasar Inpres Bajawa, Kabupaten Ngada Flores. Ditambahkan, selama ini sejumlah kasus besar yang terjadi di Kabupaten Ngada secara rapih berhasil ditutup-tutupi, karenaitu khusus untuk Kabupaten Ngada sangat dibutuhkan peran Negara dalam hal ini lembaga-lembaga tinggi tingkat Pusat langsung mendeteksi kondisi Kabupaten Ngada. (*wrn)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang
44 WNA Bangladesh dan Myanmar Yang Terdampar di Rote Ndao Dievakuasi ke Rudenim Kupang
Pemprov NTT Serahkan SK Gubernur NTT kepada 1.443 Pegawai PPPK Guru Tahun 2024
Jumat Curhat Bersama Warga, Narkoba dan Tawuran Jadi Perhatian Kapolres Metro Jakarta Pusat
Cegah Paham Radikal dan Terorisme, BNPT – FKPT NTT Gelar Kegiatan Camping Keberagaman
Dapat Dukungan PDI Perjuangan dan PAN, Lusia Adinda Terus Bangun Komunikasi Dengan Parpor Lain
Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Narkoba di Tangsel, Polisi Sita 45 Kg Sabu
Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi