Home / Tak Berkategori

Anton Natun Sebut Human Trafficking Terjadi Karena Kemiskinan

- Reporter

Rabu, 3 Agustus 2016 - 07:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anton Natun

Anton Natun

Anton Natun
Anton Natun

Zonalinenews, Oelmasi- Human Trafficking (Perdagangan Manusia) disebabkan karena kemiskinan. Faktor Kemiskinan membuat  orang berupaya agar terbebas dari kemiskinan baik untuk bekerja di luar negeri. Berbakal   rayuan serta iming –iming oknum  tertentu,  para pencari kerja yang umumnya berlatar belakang kurang mampu serta  berasal dari pelosok dasa di Nusantara tercinta neket untuk bekerja di Luar negeri dengan harapan yang tinggi cepat kaya dan mendapatkan penghasilan yang fantastis walaupun tidak mempuntai skil dan ketrapilan bahkan ijasah yang menadai.

Pada umunnya  Tenga Kerja Indonesia(TKI)    ketika mendengar ada “susu dan Madu di Negeri Seberang” tergiur  bahkan rela meningalkan negeri sendiri, menuju ke negara lain yang dianggap menjanjikan dengan kehidupan yang lebih jelas. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kupang harus melihat ini secara mendalam atas persoalan human trafficking yang terjadi diKabupaten Kupang. Kabupaten Kupang merupakan salah satu kantong TKI, baik yang jalan secara legal maupun ilegal. Jika persoalan kemiskinan ini tidak dipedulikan masyarakat kondisi ini akan mengancam keamanan di Kabupaten Kupang.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi C, Anton Natun di DPRD Kabupaten Kupang ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan kematian Yufrida Selan Warga TTS yang berangkat ke malaisia dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk Kabupaten Kupang serta mengganti nama menjadi Melinda Sapae, warga camplong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan bahwa, jangan melihat kasus yang sudah terjadi tetapi pemerintah harus menyiapkan media agar masyarakat bisa berusaha dalam menjalankan kehidupan. Jika masyarakat tidak susah dan miskin belum tentu mereka mau berangkat untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Luar negeri.

Saat ini, kata Natun, Kabupaten Kupang sedang mengalami kekeringan yang luar biasa, seharusnya pemerintah daerah melalui Dinas Teknis (Pertanian) harus berpikir untuk bagaimana menolong masyarakat yang terancam kelaparan ini. Jika, tidak mencari solusi untuk mengatasi persoalan kekeringan masyarakat akan kelaparan. Ketika kelaparan itu datang jalan satu-satunya menjadi TKW atau TKI.

” dinas Pertanian harus berpikir untuk mengatasi kelaparan, embung untuk menampung air harus disediahkan, sehingga curah hujan yang sedikit ini dapat ditampung agar masyarakat tahun~tahun yang akan datang tidak kesulitan air,” Jelas Natun.

Natun juga mengatakan bahwa dirinya selama ini melihat tidak ada kepedulian pemerintah daerah dalam melihat fenomena ini.

KTP Harus Diperketat

Sementara untuk masalah KTP Yufrida Selan yang mengatasnamakan Kabupaten Kupang dirinya berharap agar dalam pembuatan KTP harus diperketat. Tidak memberikan ruang kepada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mebuat KTP sesuka hati mereka. Selain itu, harus mencermati secara jernih hal-hal yang dianggap penting agar suatu saat tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

Sehingga, persoalan Yufrinda Selan menjadi pelajaran yang amat berharga untuk kita semua.

” Yufrinda itu ikut TKW karena miskin, kalau su miskin susah dapat makan. Karena makanan tidak ada TKW pilihan alternatifnya,” terang Natun.

Sehingga, dengan berbagai cara termasuk didalamnya mungkin saja ada oknum yang ikut bermain dirinya bisa memperoleh dengan gampang. Ataupun jika tidak, dengan perkembangan teknologi ini bisah saja KTP tersebut di Scan.(*Paul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jam Kerja, Ruang Kantor Dinas Pariwisata Alor Disulap Jadi Tempat Karaoke dan Dansa
Pleno Rekapitulasi Terbuka di Kecamatan Wewaria Ricuh
Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu
Melihat Kondisi Situs Sejarah Bungker Perang Dunia II di Bukit Cinta Penfui
Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola
DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dede Kusdinar Caleg Gerindra Sementara Raih Suara Terbanyak di Dapil Jabar 14
Pj. Bupati Garut Lanching 4 Proyek Infrastrukturnya Jalan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:20

Jam Kerja, Ruang Kantor Dinas Pariwisata Alor Disulap Jadi Tempat Karaoke dan Dansa

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:42

Pleno Rekapitulasi Terbuka di Kecamatan Wewaria Ricuh

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:08

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:18

Melihat Kondisi Situs Sejarah Bungker Perang Dunia II di Bukit Cinta Penfui

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00

Ketua DPD PKS Alor Klarifikasi Isu Caleg DPRD Partainya Terlibat Politik Uang di Kabola

Senin, 19 Februari 2024 - 21:42

Begini Kata Warga Saat Disambangi Babinsa Serka Charlens Mali

Senin, 19 Februari 2024 - 21:27

Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Bersinergi Komsos Dengan Warga

Senin, 19 Februari 2024 - 17:58

Keluarga Almarhum Roy Bolle Minta Ketua PN Kupang Ganti Majelis Hakim Ketua Florence Katerina

Berita Terbaru

Nusa Tenggara Timur

Tak Terpilih Maksimal, Inche Sayuna Tetap Layani Masyarakat Linamnutu

Jumat, 23 Feb 2024 - 07:08

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi