Home / Tak Berkategori

Aleks Massan DPO, Namum Hingga Saat ini, Bebas Berkeliaran

- Reporter

Senin, 21 Maret 2016 - 07:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarah Leri Mboeik

Sarah Leri Mboeik

Sarah Leri Mboeik
Sarah Leri Mboeik

Zonalinenews-SoE, Hingga saat ini Penyidik  Polres TTS belum juga menangkap  Direktur Vio-Vio Kencana Mandiri , Aleks Massan  yang merupakan pimpinan perusahaan  penyalur tenaga kerja yang menampung Dina Mariani Fallo (16) dan Marlis Tefa (14) untuk diperkerjakan ke luar Negeri.

Padahal  Penyidik dari Polsek Mollo Utara Bripka Yandri Tlonaen yang dihubungi Zona Line News via telepon selularnya Selasa 23 Februari 2016 mengatakan bahwa Alex Massan  telah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Kita sudah cari kaka, tapi belum juga ketemu, sehingga kami telah tetapkan sebagai DPO,”jelas Yandri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yandri Tlonaen mengaku bahwa pernah mencari Aleks Massan ke kantornya di Kupang, tapi tidak bertemu dengan Aleks namun yang ditemui adalah kakak dari Aleks Massan.

“Kita pernah ke PT Vio-Vipken di Kupang, tetapi yang kami ketemu hanya kakaknya sedangkan Aleks tidak ada dikantornya,”ujar penyidik Polsek Mollo Utara Yandri Tlonaen yang menangani kasus trafficking ini.

Sementara salah seorang terdakwa kasus Human Trafficking, Rongky Tfuakani mengaku kesal dengan kinerja Polisi Resort (Polres) Timor Tengah Selatan, pasalnya tim penyidik Polres TTS tidak berhasil menangkap Direktur PT Vio-vioken Kencana Mandiri Kupang Aleks Masang yang mengirim korban anak dibawa umur, Marlis Tefa (14) dan Dina Mariana Fallo (16), keduanya adalah warga Desa Bonle’u Kecamatan Tobu Kabupaten TTS.

Dikatakannya, seharusnya aparat kepolisian Polres TTS menangkap Alex Massan Direktur Vio-Vio Kencana Mandiri sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja yang menampung Dina Mariani Fallo (16) dan Marlis Tefa (14) untuk dipekerjakan ke luar negeri atau Malaysia, namun kenyataannya tidak, ada apa sebenarnya..? ,”tanya terdakwa.

Menurut Rongky, dua korban anak dibawa umur masing-masing Dina Fallo dan Marlis Tefa diantarnya kepada Alex Masang sebagai pemilik perusahaan penyalur tenaga kerja.

“Betul saya yang antar Dina dan Marlis langsung ke tangan Aleks,namun sayangnya hingga kasus perdagangan anak dibawa umur ini dibawa ke persidangan, polisi tidak mampu menangkap Aleks dengan alasan Aleks Massang belum diketahui keberadaannya,”ucapnya

Sumber terpercaya kepada Zona Line News di SoE menyebutkan bahwa sesungguhnya Alex Massan tidak lari kemana-mama. Alex ada di Kupang dan polisi sudah mengetahui keberadaan Alex, tetapi karena ada dugaan  kongkalikong antara Aleks dengan polisi sehingga polisi beralasan bahwa masih mencari Aleks

Ibu kandung korban Dina Mariana Fallo, Welmince Fallo kepada media ini dikantor pengadilan Negeri SoE Selasa 23 Februari 2016 mengaku sedih sekaligus kecewa karena anaknya Dina Mariani Fallo (14) yang menjadi korban perdagangan orang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Saya sedih pak, anak saya sampai dengan sekarang belum tahu dia dimana, kami tidak tahu mau cari ke mana,”kata Welmince sembari mencucurkan airmatanya dan meminta agar Polres TTS segera menangkap Direktur PT Vio-Vieoken Kencana Mandiri Kupang

Salah satu pengamat hukum, Ahmat Atang yang dikonfirmasi per telepon, menegaskan yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut adalah Direktur. Oleh karena itu Polres harus menangkapnya

“Polres TTS harus mengambil tindakan hukum tegas kepada perekrut tenaga kerja anak dibawa umur,”katanya dengan tegas.

Lebih lanjut Ahmat mengatakan, karena sudah bukti dari keterangan saksi korban maupun terdakwa, jika sudah jelas maka harus segera menangkap Aleks Massan. Polisi harus melakukan tindakan hukum, Polisi jangan biarkan penjahat berkeliaran,”tuturnya.

Sementara itu  Direktur PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik mempertanyakan kinerja Kepolisian NTT yang sampai saat ini belum juga menangkap, Alax Masang Direktur PT Vio-vioken Kencana Mandiri Kupang.

Kekesalan tersebut disampaikan Sarah Lerih Mboeik kepada zonalinenews Kamis 25 Februari 2016 Pukul 17.00 wita pertelpon.

Menurut Sarah, aneh sekali sampai saat ini Alex Massan masih berkeliaran bebas, tapi kok belum juga ditangkap.

“Ini ada apa ….? kalau Direktur PT Vio-vioken Kencana Mandiri Kupang, penyalur TKI bebas berkeliaran ini menandakan kinerja aparat kepolisian sangat buruk ,” tegas Sarah.

Sarah meminta Kapolda NTT , segara mengusut tuntas persoalan, ini karena kok bisa peluku Human Trafficking bebas berkeliaran, diduga kuat ada permainan oknum Polisi, sehingga Direktur PT Vio-vioken Kencana Mandiri Kupang, Aleks Massan  bebas berkeliaran. (*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang
44 WNA Bangladesh dan Myanmar Yang Terdampar di Rote Ndao Dievakuasi ke Rudenim Kupang
Pemprov NTT Serahkan SK Gubernur NTT kepada 1.443 Pegawai PPPK Guru Tahun 2024
Jumat Curhat Bersama Warga, Narkoba dan Tawuran Jadi Perhatian Kapolres Metro Jakarta Pusat
Cegah Paham Radikal dan Terorisme, BNPT – FKPT NTT Gelar Kegiatan Camping Keberagaman
Dapat Dukungan PDI Perjuangan dan PAN, Lusia Adinda Terus Bangun Komunikasi Dengan Parpor Lain
Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Narkoba di Tangsel, Polisi Sita 45 Kg Sabu
Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi