AKBP Dr. Christofel Bagaisar ANGGOTA POLISI YANG BERJIWA GURU

- Reporter

Rabu, 18 Mei 2016 - 12:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKBP Dr Christofel Bagaisar

AKBP Dr Christofel Bagaisar

AKBP Dr Christofel Bagaisar
AKBP Dr Christofel Bagaisar

Zonalinenews, Kupang – AKBP Dr. Christofel Bagaisar S.Pd, S.S, M.Pd terbilang sebuah sosok yang unik. Keunikannya, dapat dilihat pada riwayat perjalanan hidup sosok ini. Sebagai seorang anggota Polisi yang aktif, namun dalam riwayat pendidikan rata-rata tingkatan pendidikan yang digeluti ialah dunia pendidikan murni. Dimana, seorang setelah menyelesaikan pendidikan tersebut bisa sebagai guru yang berdiri didepan kelas lalu mengajar siswa – siswi di dalam kelas. Hal itu, untuk tingkatan pendidikan strata satu. Sebab, kedua bidang starata satu yang diambil yaitu Pendidikan PPKn dan Pendidikan sastra inggris. Kedua ilmu pendidikan ini mewajibkan seseorang menjadi seorang guru yang berdiri di depan kelas bukan menjadi anggota polisi. Saat ini, AKBP Dr. Christofel Bagaisar S.Pd, S.S, M.Pd merupakan anggota Kepolisian yang masih bertugas aktif di Kepolisian Daerah (Polda) NTT. Dengan jabatan Kepala Subditgasum Direktorat Sabhara Polda NTT.

AKBP Dr. Christofel Bagaisar S.Pd, S.S, M.Pd, Berasal dari Desa Gendok, Kecamatan Alor Barat Daya Kabupten Alor. Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di Kampung halamannya, setelah menamatkan SD GMIT Gendok tahun 1972, Dirinya melanjutkan Ke SMP Negeri 1 Kalabahi, tamat tahun 1975 setelah itu melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di kalabahi, ibukota Kabupaten Alor. Setelah menamatkan pendidikan di SPG Kabupaten Alor, Dr. Christofel Bagaisar  menjadi guru di SMP Kristen III Soe, kabupaten TTS pada tahun 1979-1981. Setelah itu, mengikuti tes kepolisian di Provinsi Timor-Timur (Negara Demokratik Timor Leste), lulus dan ditempatkan di Bataud Polsek Tutuala Timor-Timur pada tahun 1982-1983.

Setelah Timor-Timur melepaskan diri Negara Kesatuan Repoblik Indonesia pada tahun 1999, Anak Abad ini dipindahkan dan bertugas di Polsek Donomulyo, Polres Malang. Di tempat inilah Dr. Christofel Bagaisar mengambil kesempatan untuk mendalami dunia pendidikan. Pendalaman dunia pendidikan di tempuh hingga pada posisi strata dua atau magister. Sebuah hal yang luar biasa ketika seorang anggota polisi aktif menjalani  perkuliahan dalam dunia pendidikan. Sebab, rata-rata anggota kepolisian saat ini jika  menjalani  perkuliahan bidang ilmu yang diambil ialah ilmu hukum, sesuai dengan aktifitas keseharian atau pekerjaan yang dilakukannya para anggota polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam melanjutkan studi tingkat strata satu di Universitas kanjuruan Malang, Fakultas yang pilih adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bidang studi PPKN. Dan berhasil menyelesaikan studi strata satu tersebut pada tahun 2002. Setelah menyelesaikan strata satu bidang PPKN, kembali pada tahun 2004 kembali menyelesikan strata satu bidang sains sastra inggris di Universitas kanjuruan Malang. Setelah menyelesaikan studi strata satu di 2 bidang ilmu yang berbeda, Dr. Christofel Bagaisar kembali mengambil starata dua bidang pendidikan. Dan, Starata dua bidang pendidikan diselesikan tahun (2004) di Universitas yang sama.

Setelah itu, sebagai anggota kepolisian yang aktif dirinya ditempatkan di polisi resort alor pada tahun 2007 sampai 2013. Dan posisi akhir yang ditempati dipolres alor yaitu wakapolres Alor pada tahun 2011-2013. Dengan jarak tempuh yang jauh antara malang dan Alor, tapi dalam keadaan jarak yang jauhpun Dr. Christofel Bagaisar berhasil menyelesaikan pendidikan doctoral (S3) pada Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2014. Saat ini sebagai Kasuditgasum Dit Sabhara Polda NTT dari tahun 2013 sampai dengan sekarang. Dr. Christofel Bagaisar akan menyelesaikan masa kariernya pada November 2017.

Calon Gubernur NTT

Dengan berbagai pengalaman, baik dari sisi pengetahuan akan hukum, pendidikan dan berbagai persoalan publik tentunya membuat matang AKBP Dr. Christofel Bagaisar untuk mampu dan tampil memimpin NTT di periode yang akan datang.

Untuk itu, Ketika ditemui diruangan kerjanya, Senin, 9 Mei 2016 sekitar pukul 10.00 wita, AKBP Dr. Christofel Bagaisar mengatakan bahwa dirinya diminta oleh berbagai kelompok masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur tahun 2019. Namun, saat ini dirinya belum bisa menjawab permintaan yang disampaikan oleh kelompok masyarakat tersebut sebab saat ini masih aktif sebagai anggota polisi. Kelompok masyarakat yang telah menyatakan komitmen untuk mendukung Dr. Christofel Bagaisar menjadi calon gubernur NTT berasal dari Warga eks Tim-Tim. Warga eks tim-tim yang saat ini berdomisili di Provinsi NTT ada 47000 KK, selain warga eks tim-tim sebagian besar Warga Purnawirawan TNI dan Polri juga telah mendatangi dirinya untuk maju sebagai calon gubernur NTT.

“Ada beberapa kelompok masyarakat yang telah mendatangi dan meminta saya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT, tapi jawaban saya saat ini belum ada jawaban pasti. Namun, kepastian saya calonkan diri di bulan November 2017,” tutur AKBP Dr. Christofel Bagaisar.

Ditanya bahwa, saat ini begitu banyak aspirasi masyarakat NTT yang berkembang dan sebagian telah menyatakan sikap untuk mendukung, Dr. Christofel Bagaisar sebagai calon Gubernur NTT, Kembali dirinya mengatakan bahwa, biarkan aspirasi masyarakat terus berkembang. Dan, saat ini dirinya tidak bisa menyatakan sikap sebab masih sebagai anggota polisi yang aktif bertugas di POlda NTT. Jika, saat ini dirinya menyatakan sikap untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT, tentu dirinya telah menyalahi aturan kepolisian dan Undag-Undang dasar sendiri. Namun, jika dari dirinya belum menyatakan sikap untuk maju sebagai calon gubernur NTT maka dirinya tidak menyalahi aturan, atau yang diebut politik praktis tersebut.

“Itukan informasi yang berkembang dimasyarakat NTT, bahwa saya ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur NTT.  Sementara saya sendiri belum menyatakan sikap untuk mencalonkan diri sebagai gubernur NTT, saya tunggu setelah tanggal 17 November 2017 baru saya menyatakan sikap,” tutur Mantan Kapolres Alor ini. (*paul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Siswi SD Kupang Montessori School Chintya Nalle Runner UP II Mini Miss Star Global Indonesia 2023
Bawa 8 Lagu, Andmesh Kamaleng Kembali Hibur Warga Kota Kupang 
Nadin Amizah Hipnotis Ribuan Penonton di Kota Kupang Dengan Lagu Rayuan Perempuan Gila
Jejak Rekam Tokoh KH. Prof. Dr. Nasaruddin Umar
Sikap Rendah Hati, Kapolsek Metro Setiabudi Cium Tangan Warga Disabilitas
Sedih Lorong Ditutup Tetangga Sendiri Janda di Kota Reinha-Larantuka 3 Tahun Terlunta di Kontrakan
Mengenang Hari Arwah Masyarakat Desa Lewolaga Siarah Ke Pemakaman Umum
Putra Kota Ende Naikan Bonus Per Gol Untuk Laga Final ETMC Lembata
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terbaru

Kupang

DPW MOI NTT Gandeng IKIF Gelar Pelatihan Jurnalistik

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:55

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi